
Sarto segera kembali dan mengabarkan bahwa puncak acara sedang berlangsung . Dengan segera Tirta mebopong tubuh Mahisa melompat ke atas pohon dan kemudian membawanya keluar jauh dari padaepokan Kalajengking Hitam .
Sementara Nilam memilih tinggal bersama Sarto dia pun segera menyuruh Sarto membawanya menemui Mayang.
Mayang merasa sangat bahagia setelah Sarto berhasil menemukanya dengan Nilam. Rupanya Sarto sengaja membawa banyak arak untuk mengelabui para penjaga.
Mayang mencurahkan kegundahan hatinya kepada Nilam ia menangis tersedu sedu. Nilam pun berjanji akan membantu Mayang mengeluarkan Ibu dan juga Lilis anaknya yang di tawan oleh anak buah Jajang.
Rupanya acara di pelataran telah selesai,Sarto segera masuk ke kamar Mayang dan mengajak Nilam beranjak sebelum ,Ujang pulang dan mencurigainya ..
Buru buru mereka keluar,tak berapa lama Ujang datang menemui Mayang.
" Mayang kuharap kamu akan dapat melupakan Mahisa setelah menjadi suami kakaku !"
" Bagaimana mungkin aku melupakan orang yang aku cintai. Kamu kan tahu sendiri Ujang"
" Ia aku paham Mayang,sejak kecil kita bersama menimba ilmu di perguruan ini.Tapi aku tak bisa menolongku,kamu kan tahu sendiri bagaimana Jajang kalau marah"
" Ia aku juga tahu sebenarnya kamu itu orang baik,cuma kamu tak berani dengan kakakmu"
" Ia begitulah kamu tahu sendiri"
Ujang pun lantas meninggalkan kamar Mayang. Tak selang berapa lama Jajang masuk menemui Mayang.
" Calon istriku,rasanya aku sudah tak sabar menunggu besok pagi" Jajang yang sudah terpengaruh karena banyak minum berusaha memegang Mayang, namun tenaga Mayang yang sudah kembali berhasil mendorongnya hingga tersungkur.
Ujang segera keluar dari kamar karena terkejut dengan suara ribut ribut .
Ia segera membopong kakaknya dan membawanya masuk kedalam kamar.
Malam hari telah tiba Nilam sudah bersiap memakai cadar untuk menyelinap dan membebaskan ibu Mayang serta anaknya.
Ia akan membawa mereka ke sebuah bukit di samping padaepokan Kalajengking Hitam, menemui Tirta dan juga Mahisa.Nilam segera menerobos ruangan yang di jadikan anak buah Jajang untuk menyekap Ibu dan juga anak Mayang.
Setelah berhasil masuk lewat atap ia segera masuk di sebuah kamar,tentunya kedatanganya membuat Lilis jadi ketakutan.
__ADS_1
" Maaf Nyi,aku tidak bermaksud jahat. Aku ingin menolong kalian keluar dari tempat ini,aku adalah teman Mayang"
Ibu Rus berusaha menggendong cucunya,ia mengikuti Nilam dari belakang. Malam semakin sunyi dan beberapa penjaga sudah pulas tertidur. Nilam juga berusaha rapi dengan bergerak cepat menotot beberapa penjaga yang masih terjaga. Setelah berhasil melumpuhkanya Nilam menyeret tubuh mereka buat di sembunyikan di Kandang Kuda.
Ibu Ros berlari menuju rumah Sarto. Sarto yang terbiasa mengambil rumput di bukit punya jalan rahasia yang biasa ia gunakan untuk mencari rumput. Ia segera mengajak Bu Rus dan Lilis sementara Nilam mengikuti dari belakang berjaga jikalau ada binatang buas yang menyarang mereka..
Setelah berhasil dari padaepokan Sarto segera menyalakan api untuk penerang jalan ,ia sudah menyiapkan bambu yang di beri minyak tanah dan ujungnya di sumbat dengan kain.
Mereka berjalan melewati hutan belantara menuju bukit. Rupanya Sarto yang sering mengambil rumput di situ sering kelelahan ia pun akhirnya membuat gubug kecil untuk beristirahat jika kelelahan. Gubug itulah yang di jadikan Tirta untuk meletakan Tubuh Mahisa.
Sementara itu Tirta sendiri sengaja membawa Mahisa ke tempat yang cukup jauh untuk menyembuhkannya . Karena dahsyatnya ajian penghancur Karang yang akan berusaha mengobati Mahisa pasti kekuatan hebat akan beradu dan mengakibatkan ledakan dasyatt,yang akan membuat Ki Cadas Putih curiga. Oleh karena itu dia membawa Mahisa ke tempat yang lebih jauh. Dan baru akan membawanya ke bukit sesuai kesepakatan .
Malam telah berlalu kicauan burung membuat susanana hutan yang semalam nampak sunyi menjadi ramai .
Mahisa nampak tidak sadar dengan apa yang ia alami. Ia justru kaget mendapati Tirta tertidur di sebelahnya.
" Bangun Tuan Jaka, bangun "
Mahisa yang kebingungan menggoyang goyang tubuh Jaka.
" Oh nampaknya sudah pagi ya,bagaimana keadaanmu Mahisa?" Tirta mengucek ucek kedua matanya ..
Tirta merasa jengkel di panggil Jaka ia pun memukul kepala Mahisa dengan pelan.
" Kan sudah kubilang jangan panggil nama itu, kecuali kalau kita berada di istana"
" Ia maaf Tirta,aku lupa. Sesungguhnya apa yang terjadi denganku. Rasanya terahir kali aku sedang berada di padaepokan ,tapi sekarang justru bersamamu"
" Ceritanya panjang,intinya kau terkena ajian Banyu Ireng hingga tubuhmu seperti batu. Ketahuilah Mayang hati ini akan menikah dengan Jajang. Mertuamu dan juga anakmu di jadikan sandera agar Mayang mau menikah dengan Jajang".
Mendengar cerita Tirta, Mahisa segera keluar dan melompat melesat ke arah padaepokan. Tirta berusaha mengejarnya.
" Tunggu Mahisa jangan gegabah atau ibu dan anakmu berada dalam bahaya"'..Tirta berhasil menangkap tangan Mahisa dan berupaya menenangkannya..
" Perlu kamu ketahui Mahisa ,Nilam juga bersamaku dan dia semalam juga berusaha menyelamatkan anak dan juga ibumu.Lebih baik kita menuju bukit. Di sana kita akan menemukan jawabannya apakah Nilam dapat membawa anak dan ibumu atau tidak".
__ADS_1
"Jajang,aku berjanji akan membalas segala perbuatanmu dan kau juga guru!".Mahisa berteriak untuk mengurangi emosinya hingga menggema.
" Nek itu seperti suara ayah Nek"!
Nyi Rus ,mencoba mendengarkan dengan seksama suara orang yang berteriak dari bawah bukit.
" Ia Lilis,itu berarti ayahmu sudah sembuh".Nyi Rus segera memeluk Lilis dengan erat.
" Terimakasih Tuhan atas segala pertolonganmu " Ucap Nyi Rus dalam hati.
Nilam dan Sarto segera datang dengan membawa makanan.Mereka juga nampak senang melihat Lilis kegirangan dan bisa tersenyum sampai terlihat giginya.
" Bibi, Nilam ayahku sudah kembali aku tadi mendengar suaranya,bi"
Nilam segera menghampiri Lilis dan membopongnya" Apa benar sukurlah kalau begitu ,Lilis yang cantik".
" Ia Nilam ,aku juga tadi sangat mengenal suara itu,aku yakin Tirta dapat menyembuhkan Mahisa" Nyi Rus tak kuasa menahan haru dan menyeka matanya yang berlimpah air mata.
Tak selang berapa lama dua sosok pria tiba tiba muncul. Lilis segera berlari setelah mengetahui bahwa orang yang datang adalah Mahisa.
" Aayaaahhhhhh"
" Lilis anaku"
Keduanya berpelukan ,bahkan Mahisa menangis tersedu sedu .
" Ayah jangan menangis. Ayah harus tolong ibu. Ayo ayah segera tolong ibu Lilis"
Lilis merengek rengek.
" Ia Mahisa kita harus cepat sebelum terlambat ,karena sebentar lagi pasti prosesi pernikahan akan segera berlangsung" Sarto mencoba memberi tahu bahwa tepat tengah hati Jajang dan Mayang akan di nikahkan oleh Ki Cadas Putih.
" Lebih baik kamu tunggu di sini To,akan sangat bahaya jika kau ikut dengan kami,nanti juga tak ada yang menjaga ibu dan juga Lilis". Mahisa meminta agar Sarto tetap tinggal menjaga anak dan juga ibu mertuanya.
Kini ketiganya segera melompat ke atas pohon tubuh mereka melayang layang sambil sesekali menginjak dedaunan untuk berpijak sebelum akhirnya melayang menuju padaepokan Kalajengking Hitam untuk menyelamatkan Mayang.
__ADS_1
Bersambung.
Mohon dukunganya untuk pembaca setia.agar Jaka kelana bisa menjadi novel top dan memberi pundi pundi supaya author makin semangat trimmmm.