
Pangeran Kamandaka segera komat kamit mengubah dunia mimpi. Seolah kini mereka berada di atas lahar gunung berapi yang sangat panas.
" Ha ha ha ha , sekarang sukmamu akan terbakar oleh panas kawah dan mati!" bentak pangeran Kamandaka.
Jaka mulai tubuhnya terasa panas, ia pun segera melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam.
Sukma Dewi segera keluar dan memasuki pertarungan.
Dia segera melepaskan jurus pengubah suhu untuk menghilangkan pengaruh panas yang berasal dari kawah gunung.
Pangeran Kamandaka merasa jengkel melihat aksi Dewi yang bisa mendinginkan hawa panas yang berasal dari kawah.
Kini pengeran Kamandaka kembali komat kamit dan tiba tiba suasana kembali berubah menjadi ruangan yang gelap gulita.
Kali ini Jaka dan Dewi benar benar di buat bingung karena tak ada sedikit cahaya untuk melihat.
Namun berbeda dengan Kamandaka ia dapat terus melancarkan serangan hingga Jaka dan Dewi harus menerima pukulanya secara bertubi tubi.
" Kanda kita harus berbuat sesuatu!" teriak Dewi.
Jaka segera memusatkan pikiranya dan mengeluarkan pedang suci dari tubuhnya.
Ruangan yang gelap gulita menjadi terang benderang. Kamandaka terkejut melihat pedang tersebut memancarkan percikan cahaya bergelombang dan membuat tubuhnya seakan menjadi tertekan.
" Sialan, senjata apa itu, tubuhku menjadi berat, aku harus berbuat sesuatu!" pikir Kamandaka.
Kamandaka segera mengambil guci dari balik bajunya, ia kembali komat kamit hingga guci tersebut menjadi besar.
"Rasakan jurus penarik sukma miliku!" teriak Kamandaka sambil mengarahkan guci ke arah musuhnya.
Dewi merasa tubuhnya berat dan tiba tiba saja tersedot masuk ke dalam guci, sementara Jaka masih beruntung karena pedang suci dapat menahan kekuatan jurus penarik sukma hingga tak berefek kepada dirinya.
Namun Jaka terkejut ketika tiba tiba suasana kembali berubah dan pangeran Kamandaka berhasil kabur dengan membawa sukma Dewi Kumalasari.
Sementara sukma Jaka kembali ke raganya.
" Benar benar jurus yang mengerikan, aku harus melawan Kamandaka di alam nyata biar tenagaku bisa maksimal" pikir Jaka sambil mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Dewi yang mulai terasa dingin.
" Aku harus cepat"
Jaka segera keluar dari kamarnya dan berniat meminta bantuan kepada Raja Rangga Wulung.
" Ada apa tuan Jaka, kenapa terlihat panik?" tanya Raja Rangga Wulung.
__ADS_1
Jaka segera bercerita bahwa Kamandaka telah berhasil membawa sukma Dewi.
Jaka juga kesulitan menghadapi Kamandaka jika berada di alam mimpi.
Raja Rangga Wulung terkejut mendengar Kamandaka berhasil membawa sukma Dewi.
"Terus apa yang harus kita lakukan?" tanya Raja kembali.
" Tidak ada jalan lain Gusti, kita harus berperang melawan Kalingga!" jawab Jaka.
Jaka segera menjelaskan maksud perkataanya bahwa harus ada yang membuat kegaduhan hingga membuat panik pangeran Kamandaka dan prajuritnya, setelah itu Jaka akan masuk dan mencoba membawa sukma puteri Sekar Mayang dan juga Dewi Kumalasari.
Raja Rangga Wulung menyetujui usulanya, ia pun akan langsung memimpin pasukan untuk menyerang Kalingga.
Berangkatlah Jaka kelana bersama Raja Rangga Wulung dengan di iringi sekitar dua ribu pasukan.
Butuh waktu sehari semalam untuk perjalanan hingga akhirnya sampai di Kalingga.
Sementara itu Dewi terkejut ketika menyadari dirinya berada di sebuah ruangan bersama puteri Sekar Mayang.
"Siapa siapa kamu?" tanya Sekar Mayang sedikit ketakutan.
"Tenanglah tuan puteri, aku bukan orang jahat, aku sama seperti dirimu menjadi tahanan! Kita harus mencari cara agar bisa keluar dari sini!" jawab Dewi.
Dewi terdiam sejenak dan nampak berpikir untuk mencari cara supaya bisa keluar dan kembali ke raganya.
Dewi segera mencoba menggunakan tenaga dalamnya untuk membuka pagar gaib, namun usahanya sia sia kekuatanya justru berbalik dan melemparnya hingga mengenai dinding.
" Hentikan nona, atau dirimu akan kehabisan tenaga, aku juga sudah mencoba puluhan kali justru tenaga dalamku berbalik dan menyerangku!" ucap Sekar Mayang.
Namun belum selesai Sekar berbicara keduanya di kejutkan suara pintu yang terbika.
" Kreeeeetttt"
Nampaklah Pangeran Kamandaka yang memasuki ruangan.
" Bagaimana nona manis, apa dirimu betah di sini?" tanya Kamandaka.
" Lepaskan aku, mari kita bertarung secara ksatria!" teriak Dewi sambil melotot ke arah Kamandaka.
" Bertarung di ranjang cinta!! ha ha ha ha ha!" balas Kamandaka.
Tentu saja Dewi tidak bisa mengendalikan emosinya, ia kembali melepaskan tenaga dalam, namun kejadian terulang, tenaga tersebut berbalik menyerangnya.
__ADS_1
" Akhhh, sial aku di serang tenagaku sendiri!" ucap Dewi Lirih.
" Sudahlah kendalikan dirimu, jangan terpancing amarahmu karena perkataan Kamandaka " balas Sekar Mayang.
" Ternyata rupamu sangat cantik nona, akan ku ambil ragamu dan akan aku jadikan istri, dan kamu Sekar Mayang akan ku jadikan kamu yang ke dua, ha ha ha ha!" teriak Kamandaka.
" Lebih baik aku mati dari pada harus menjadi istrimu, cuuiihhh, aku jijik melihat lelaki sepertimu!" balas Dewi.
Kamandaka mukanya merah ia pun melepaskan tenaga dalamnya dan mengarahkan ke tubuh Dewi.
Dewi merintih kesakitan.
Sementara puteri Sekar Mayang, mencoba melepaskan tenaga dalamnya untuk menyerang Kamandaka, namun justru tenaga dalamnya berbalik hingga membuat tubuhnya terhempas dan membentur dinding.
" Baiklah, hari ini aku rasa cukup untuk bermain main, sampai ketemu di alam mimpi, ha ha ha ha!" ucap Kamandaka sambil melangkah pergi.
Dewi masih agak bingung dengan maksud perkataan Kamandaka, namun Sekar Mayang segera menjelaskan bahwa Kamandaka sering muncul dalam mimpinya dan berusaha untuk menggaulinya, namun ia berhasil brontak, hingga akhirnya Sekar trauma dan hampir tiap malam ia tidak tidur, dan hanya tidur sebentar di siang hari.
Dewi pun merasa ngeri jika tiba tiba saja Kamandaka kembali memasuki alam mimpinya dengan ajian pengendali mimpi.
Sementara matahari sudah mulai tenggelam, Raja Rangga Wulung menyuruh Jaka dan para prajurit untuk istirahat sejenak baru nanti tengah malam mereka akan kembali melanjutkan perjalanan.
Jaka mulai tak tenang dan terus memikirkan nasib Dewi.
Hingga ia mencoba menggunakan telepati untuk berkomunikasi, namun karena Dewi berada di sebuah ruangan yang di liputi pagar gaib, hingga panggilan Jaka tak dapat ia dengar.
Jaka semakin was was dan memutuskan untuk menyusup dengan menggunakan ajian malih rupa, ajian yang selama ini tidak pernah ia gunakan lagi, karena menurutnya itu adalah ajian yang sesat.
Namun karena ini terpsksa ia pun menggunakanya.
Di saat Raja dan prajurit mulai beristirahat Jaka justru terbang melayang menuju Kalingga.
Sesampainya di istana Jaka segera masuk ke dalam dan menyamar menjadi prajurit.
Ia pun dapat dengan leluasa untuk mencari ruangan yang menjadi ruang tahanan yang di gunakan untuk menahan sukma Dewi dan juga Sekar Mayang.
Jaka akhirnya menemukan sebuah ruangan yang di jaga ketat oleh sekitar sepuluh orang prajurit, kini ia pun merubah wajahnya menjadi Kamandaka.
" Prajurit buka pintu aku mau masuk" perintah Jaka.
" Baik baik pangeran! kenapa malam malam pangeran mau menemui tawanan?" jawab salah seorang prajurit.
" Sudah tak usah banyak tanya, aku mau bersenang senang" balas Jaka.
__ADS_1