
Jaka dan Dewi melanjutkan perjalanan ke Tibet. Seperti biasa Dewi merubah wujudnya menjadi Elang Raksasa dan membawa Jaka Kelana terbang menuju daratan Tibet.
Hampir setengah hari Dewi terbang melintasi luasnya samudra ,hingga Daratan Tibet mulai kelihatan. Suasana menjadi sangat menakjubkan ketika Tibet di penuhi salju dan nampak seperti lautan buih berwarna putih.
Dedaunan juga di penuhi bulir salju. Jaka dan Dewi segera mencari tempat menginap setelah menempuh jarak yang sangat jauh. Mereka juga memesan makanan dan minuman ginseng panas untuk menghangatkan badan.
Karena kelelahan keduanya ketiduran hingga tak terasa pagi telah menggantikan malam. Tak lupa Jaka dan Dewi juga mengenakan pakaian tebal yang terbuat dari kulit domba untuk menghangatkan badanya. Pakaian itu ia beli dari pemilik penginapan yang memang menjual pakaian di saat musim salju tiba.
Mengingat tempat yang di jadikan menginap Jaka dan Dewi dekat dengan desa dimana bibi Pay dan Paman Tang tinggal. Mereka sepakat untuk sekalian bertemu melepas kangen.
Ketika keduanya mulai memasuki Desa orang orang berlarian menyambutnya. Terlihat seorang laki laki berlari untuk memberitahukan kedatangan Jaka dan Dewi kepada Pay dan Tang.
Tentunya mendengar kedatangan mereka Bibi Pay yang nampak sedih menjadi sedikit terhibur. Rupanya setelah tidak ada kabar dari anaknya Wu Tan, setelah terjadi perang besar dan bergantinya kekuasaan Kaisar Li ,Bibi Pay terus saja memikirkan nasib anaknya,apakah ia masih hidup atau terbunuh dalam peparangan.
Sementara Kakek Tang mencoba lebih legowo untuk menerima semua yang terjadi.
Jaka dan Dewi telah memasuki Rumah mereka saling berpelukan melapas kerinduan setelah lama berpisah.
Mereka saling bertukar cerita setelah lama tak bertemu. Namun tangis Bibi Pay pecah ketika Jaka Kelana bertanya di mana keberadaan Wu Tan.
Paman Tang segera bercerita kepada Jaka bahwa setelah terjadi peperangan dan kaisar Li kalah WunTan juga tidak di ketahui nasibnya, apa dia mati dalam peperangan atau masih hidup dan mungkin menjadi tawanan.
Paman Tang juga bercerita bahwa beberapa hari lagi Kaisar Liming dan beberapa ajudan setianya di antaranya Guru Chen akan di hukum mati oleh penguasa yang baru.Mendengar hal itu tentu saja Jaka terasa kebakaran jenggot, mukanya merah menahan amarah. Ia merasa tidak terima dengan orang orang yang sangat ia kagumi di negeri tersebut mendapat perlakuan yang hina.
Melihat suaminya mengeluarkan hawa cukup panas Dewi berusaha menenangkan.
" Tenanglah Kanda. Sabar jangan kegabah.Kita harus tahu dulu situasinya dan jangan bertindak dengan emosioanal,karena bisa berakibat fatal!" Ucap Dewi sambil memegang tangan suaminya.
Jaka mencoba mengatur nafas dan megendalikan emosinya.
__ADS_1
Jaka kembali tenang, ia mulai berusaha menghibur Bibi Pay dan berkata bahwa ia juga akan mencari tahu tentang nasib Wu Tan dan berjanji akan membawa Wu Tan kembali jika memang masih hidup.
Mendengar hal itu tentunya membuat Bibi Pay sedikit gembira. Sebenarnya ia juga sudah memaksa suaminya Tang Long untuk ke Kotaraja mencari tahu keberadaan Wu Tan, namun Ki Tang Long tak berani mengingat penguasa yang sekarang sangat kejam dan bengis.
Jaka dan Dewi mulai menyusun rencana setelah tahu bahwa Kaisar Ci dan para punggawanya di tahan di luar Istana. Mereka sengaja di buatkan tahanan di baru di luar istana dengan penjagaan berlapis dan super ketat.
Kini keduanya akan menyamar dan berpura pura menjadi penduduk biasa. Mereka akan menyamar sebagai tukang kayu di kawasan hutan yang terdapat Tahanan khusus untuk kaisar dan punggawanya.
Dewi segera merubah wujud dan terbang bersama Jaka. Setelah terbang cukup lama nampaklah dari angkasa sebuah bangunan di tengah hutan, Dewi mulai terbang rendah dan kemudian mencari tempat yang cukup lapang untuk mendarat.
Jaka membawa Kapak dan golok sementara Dewi juga memakai pakaian sedikit lusuh dan mengenakan caping sambil menenteng golok dan membawa tali untuk mengikat kayu yang akan di jadikan kayu bakar yang akan mereka jual di pasar.
Jaka sengaja mencari tempat yang cukup dekat dengan gerbang penjara sambil pura pura menebang pohon.
Para penjaga kaget ketika pohon dan didekatnya Roboh.
" Siapa yang berani menebang pohon di sini?" tanya salah seorang penjaga.
Sementara beberapa orang lagi masuk ke dalam untuk melaporkan kejadian kepada pimpinannya.
Jaka dan Dewi yang sedang memotong cabang pohon yang ia tebang terkejut ketika beberapa prajurit berteriak dan mendekati mereka.
" Hei, Kalian kenapa lancang sekali menebang pohon di tempat ini. Apakah kalian mau dapat hukuman?" Teriak salah seorang prajurit.
Jaka:" Maaf, maaf tuan prajurit kami baru pertama mencari kayu bakar dan belum tahu aturan di sini. Maaf kami akan pergi dan mengambil kayu di tempat lain!" Jaka dan Dewi berniat pergi.
Namun langkah mereka di hadang beberapa prajurit.
" Ikutlah dengan kami atau kami akan menyakiti kalian!" bentak Prajurit.
__ADS_1
Jaka:" Ia Tuan, kami akan patuh. Ampun ,ampun Tuannn"
Beberapa prajurit terlihat mengambil tali yang Dewi bawa dan di gunakan untuk mengikat tangan Jaka dan Dewi Kumalasari.
Keduanya di gelandang masuk dan di temukan dengan pimpinan mereka.
Jaka dan Dewi di introgasi namun mereka tetap kekeh sebagai pencari kayu bakar dan dapat mengecoh para prajurit. Kini Jaka dan Dewi pun di jebloskan ke dalam penjara.
Di dalam tahanan Jaka dan Dewi terlihat mengamati situasi, keduanya terus mengamati orang yang lewat berpakaian prajurit yang tingkatannya lebih tinggi memasuki sebuah lorong yang di jaga ketat.
Jaka berusaha bertanya pada penjaga.
" Maaf Tuan prajurit,mereka itu siapa dan mau kemana?" tanya Jaka.
Penjaga:" Apa urusanmu tukang kayu. Mending kau pikirkan nasibmu saja. Apa kalian mau di hukum seperti kaisar kalian yang akan segera di bawa ke dalam istana untuk di hukum mati!"
Hati Jaka kembali berguncang namun Dewi kembali memegang tangan suaminya berusaha menenangkan dirinya.
" Kanda,kita cari waktu yang tepat untuk membebaskan mereka!" bisik Dewi di telinga Jaka.
Jaka:" Tapi bagaimana caranya kita tahu di mana mereka di tahan!"
Keduanya mencoba mencari ide untuk mengorek informasi dari si penjaga tentang keberadaan Kaisar dan juga Guru Chen.
"Aku tahu Kanda, akan ku gunakan ajian pengendali pikiran!" bisik Dewi.
Dewi segera berkonsentrasi menatap wajah si penjaga. Kedua mata Dewi dan penjaga saling bertatapan dan kini penjaga dalam kendali.
Jaka segera mengorek keterangan dari penjaga hingga ia akhirnya tahu keberadaan Kaisar dan Guru Chen. Namun ada situasi sedikit rumit dimana keluarga kaisar di penjara di dalam istana sekaligus di jadikan tumbal jika Kaisar melarikan diri. Itu artinya mereka harus memastikan bahwa tidak ada satupun orang yang melapor ke istana jika keduanya berhasil menyelamatkan Kaisar dan Juga Guru Chen.
__ADS_1
Itu artinya mereka harus membunuh semua penjaga yang berada di dalam area penjara, agar misalnya mereka mampu menyelamatkan Kaisar dan Guru Chen kabar tersebut tidak sampai ke istana. Tentunya hal itu cukup sulit tapi Jaka dan Dewi bertekad akan melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Guru Chen dan juga Kaisar Ciming.