JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Adu Domba


__ADS_3

Setelah Jaka kelana berhasil mengembalikan semua kanuraganya,ia pun ingin segera keluar dari Jurang Kematian.


Jaka pun berusaha membujuk Pendekar Buta agar mau di ajak bersamanya meninggalkan Jurang Kematian.


Namun Pendekar Buta menolaknya,ia pun lebih memilih tinggal di Jurang Kematian,yang damai dan tentram.


Suasana yang sangat berbeda di luar sana di mana banyak orang orang yang penuh ambisi ,saling sikut satu sama lain bahkan sampe harus bunuh membunuh untuk memuaskan napsunya.


Begitulah kiranya ungkapan isi hati Pendekar Buta kepada Jaka Kelana.


Jaka pun tak mengira bahwa kata kata yang begitu bermakna keluar dari bibir Pendekar Buta,padahal ia kelihatan urakan dan semaunya sendiri.


Jaka pun banyak mengambil pelajaran dari sosok Pendekar Buta.


Ia pun segera mohon diri untuk meninggalkan Jurang Kematian dan mencari Dewi Kumalasari.


Jaka segera menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan berlari menapaki tebing dengan lincah naik ke atas bukit.


Jaka segera melakukan penerawangan untuk mengetahui di mana Dewi Kalinggi serta perewanganya membawa Dewi Kumalasari.


Jaka segera berkonsentrasi dan kedua telunjuknya di tempelkan di kedua keningnya,ia pun segera mendapatkan gambaran tetang letak keberadaan Dewi Kumalasari.


Jaka segera melompat di antara dahan dahan pohon,gerakanya begitu cepat dan lincah,rupanya air keabadian membuat tubuhnya semakin ringan ,hingga ia pun semakin gesit untuk bergerak seakan melayang melewati pepohonan .


Sementara itu Dewi pun sudah mulai beradaptasi dengan situasi di markas Kumambang tempat ia di tawan.


Ia pun mulai berpikir mencari cara agar dapat keluar dari goa tersebut dan mendapatkan penawar racun pelemah saraf.


Dewi segera berteriak memanggil sosok siluman serigala yang berjaga di depan pintu tempat ia di sekap.


Dewi menyuruh penjaga untuk memanggil tuanya,Kumambang agar menemui dirinya.

__ADS_1


Lekaslah siluman serigala meninggalkan Dewi Kumalasari untuk memanggil Kumambang.


Sementara Kumambang berada di sebuah ruangan ,rupanya ia sedang melamun membayangkan cintanya di terima oleh Dewi Kumalasari.


Kumambang pun sesekali terlihat tersenyum dan tertawa layaknya orang yang kurang waras,namun lamunanya segera buyar ,ketika anak buahnya memanggil dan menyuruhnya menemui Dewi Kumalasari.


Dada Kumambang semakin berdebar kencang,takala ajudanya mengatakan bahwa Dewi ingin berbicara hanya berdua saja dengan dirinya.


Ia pun segera berlari menuju ruang tempat Dewi Kumalasari di sekap.


Dadanya semakin berdebar debar melihat Dewi melemparkan senyum manisnya,Kumambang pun seakan melayang terbuai oleh senyuman Dewi Kumalasari.


Dewi mulai melancarkan strateginya,ia pun bertanya kepada Kumambang apakah dirinya menaruh hati padanya.


"Dug ,dug ,dug".


Jantung Kumambang seakan berhenti berdetak takala mendengar ucapan yang keluar dari bibir Dewi Kumalasari,bahkan ia pun terbatah batah berusaha menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Dewi Kumalasari.


Semakin lama Kumambang semakin termakan rayuan Dewi Kumalasari ,Dewi pun segera meminta Kumambang memberikan penawar racun pelemah saraf agar dirinya kembali sehat ,dan dapat memadu kasih dengan Kumambang.


Dewi pun segera mengambilnya dan meminum ramuan itu sampe habis.


Urat urat yang terasa melemah kini seakan mengencang ,tubuhnya pun mulai terasa hangat,pandangan yang sedikit kabur pun pelan pelan mulai terlihat terang.


Dewi pun segera duduk bersila untuk mengatur hawa murninya.


Kumambang nampak bergembira melihat pujaan hatinya mulai berangsur angsur membaik,ia pun duduk di depan pintu sambil terus memandangi Dewi Kumalasari .


Aliran tenaga dalam mulai berjalan hangat memenuhi tubuhnya,bahkan kulitnya yang terdapat bercak bercak hitam akibat racun pelemah saraf mulai menghilang.


Ia pun semakin menikmati aliran energi yang mulai memenuhi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Dewi pun membuka kedua matanya,ia pun tak lupa mengucap sukur di dalam hati kepada sang pencipta ,karena kini tubuhnya sudah kembali sehat.


Kumambang masih terpaku memandangi kecantikan Dewi Kumalasari.


Dewi pun kembali menggombali Kumambang agar segera membebaskan dirinya,dan melepaskan mantera pelindung,yang menyelimuti ruangan tempat ia di sekap.


Kumambang pun mencoba mengeluarkan semua kemampuanya ,namun rupanya dinding pelindung begitu kokoh .


Usahanya pun sia sia,Dewi sekali menyuruh Kumambang agar kembali mencobanya,kali ini ia pun berniat menggabungkan kekuatanya,untuk menembus pagar pelindung yang di buat oleh Dewi Kalinggi serta Arya Wisapati.


Dua kekuatan bersatu mencoba menghancurkan pagar gaib,namun sekali lagi usaha mereka sia sia,bahkan Kumambang pun menyerah akibat tenaganya sudah habis terkuras.


Dewi Kumalasari kembali memutar otak ,agar secepatnya bisa keluar dari tempat tersebut.


Ia pun kembali membujuk Kumambang agar bisa mencari cara agar dirinya bisa keluar,dan segera memadu kasih dengan dirinya.


Kumambang berkata kepada Dewi bahwa yang bisa membuka pagar pelindung adalah Arya Wisapati,cuma dia bingung bagaimana cara membujuknya agar mau membuka pagar pelindung.


Dewi akhirnya menemukan cara ,ia pun menyuruh Kumambang agar mendekat ,Dewi pun segera berbisik memberi tahu Kumambang bagaimana cara untuk membujuk Arya Wisapati.


Kumambang berjanji akan mencari waktu yang tepat untuk membujuk Arya Wisapati ,tentunya di saat Dewi Kalinggi tidak sedang berada bersamanya.


Ia pun berjalan meninggalkan Dewi Kumalasari ,mencari Arya Wisapati.


Sementara itu,Arya Wisapati terlihat sedang bersama Dewi Kalinggi menyantap makanan yang di sediakan anak buahnya.


Ia pun ikut duduk menyantap makanan sambil mencari waktu yang tepat.


Kumambang mulai bersiasat ,ia pun membohongi gurunya Dewi Kalinggi bahwa ada seseorang yang mencarinya di luar goa.


Dewi Kalinggi yang penasaran segera bergegas meninggalkan makanan yang sedang ia santap.

__ADS_1


Kumambang segera mendekat ,ia pun berbisik kepada Arya Wisapati agar mau mengeluarkan Dewi Kumalasari,dan sebagai imbalanya Dewi pun mau menerima cinta dari Arya Wisapati.


Sementara Dewi Kumalasari masih terlihat bimbang mengenai rencananya itu,ia pun berpikir apakah rencana adu domba yang ia buat akan berjalan sesuai seperti apa yang ia harapkan.


__ADS_2