JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kemunculan Si Naga Emas


__ADS_3

Setelah situasi terkendali,Tirta dan Nilam mencoba menerobos goa,namun hal serupa terjadi tubuh mereka terlempar setelah mendekat dan hendak masuk ke goa.


Selama beberapa kali mencoba tubuh mereka juga kembali terlempar. Sementara Mahisa dan Mayang hanya mengawasi. Mereka mulai menyusun rencana licik. Rupanya Mahisa dan Mayang akan pura pura mengalah dan berusaha mencari jalan untuk kembali ke atas gunung.


Tirta dan Nilam tak menaruh curiga dan membiarkan kedua pendekar itu pergi.


Mahisa dan Mayang justru kembali melompat ke atas pohon dan menunggu momen yang tepat untuk mendapatkan pedang dan kitab Elang Sakti. Mereka akan menunggu sampai Tirta dan Nilam berhasil masuk ke dalam goa dan melumpuhkan naga yang menjadi penjaganya. Baru keduanya akan bertindak.


Tirta sudah mulai gerah dengan si penunggu goa ,ia lantas mencabut pedang halilintar dan menghantamkannya mulut goa yang menganga.


Ledakan dasyat terjadi di sertai kobaran apa yang memercik di sertai lesatan cahaya berwarna keemasan keluar dari dalam goa.


Cahaya itu terbang membubung ke angkasa dan secara tiba tiba munculah sesosok naga berwarna kuning keemasan yang menyilaukan mata. Tirta dan Nilam terkejut,begitu pula Mahisa dan Mayang yang mengamati dari atas pohon.


Tirta kembali menggunakan pedangnya dan melayang ke udara menyerang naga emas.


Sang naga mengeluarkan api berwarna merah di sertai cahaya keemasan dari mulutnya.


Kilatan petir dari pedang halilintar menyambar api dan membuatnya berhamburan di udara.


Nilam yang menyaksikan kejadian itu lantas berusah menghindari kobaran api yang jatuh ia segera melompat menjauhi pertarungan.


Mahisa dan Mayang diam diam melompat ke tanah dan berlari memasuki goa. Kini mereka dapat memasuki goa dengan mudah. Nilam secara tak sengaja melihat kedua orang masuk ke dalam goa,ia tersadar bahwa kedua pendekar tadi ternyata memiliki niat yang licik dan berusaha mendapatkan pedang dan sekaligus kitab Elang Sakti.


Nilam segera melompat dan menyusul masuk kedalam goa.


" Dasar pendekar licik" Teriakan Nilam tentunya mengagetkan sepasang pendekar dari ujung kulon.

__ADS_1


" Pergilah nona jangan ikut campur ,oh ap kamu teman dari pemuda bodoh itu!" ucap Mahisa.


Nilam kemarahannya segera memuncak dan menyerang Mahisa.


" Kanda biar aku yang hadapi wanita ini,kamu masuk saja dan cari keberadaan pedang serta kitab sakti itu!"


Mahisa menoleh ke Mayang dan segera mundur. Mayang melompat dan menyerang Nilam. Sementara Mahisa masuk semakin dalam untuk mencari Pedang Naga Emas dan kitab Elang Sakti.


Kedua wanita itu saling serang dan semakin mempercepat gerakannya. Karena merasa ruanganya sempit di dalam goa . Mayang mengajak Nilam bertarung di luar. Tubuh Mayang melesat keluar di susul oleh Nilam dan kini keduanya bertarung di ruang terbuka.


Sementara itu Tirta masih bertarung menghadapi naga emas dengan sengit.Bahkan serangan naga menjadi semakin kuat,Tirta merasakan badanya mulai sedikit kepanasan karena terus menghadapi serangan api yang keluar dari mulut naga.


Sementara itu Mahisa terus berkeliling mencari keberadaan Pedang Naga Emas. Hingga pandanganya terhenti di sebuah telaga kecil yang airnya kemericik nampak sesosok cahaya kuning ke emasan melayang tepat di atas telaga.


" apa,apakah itu adalah tempat keberadaan pedang sakti" Mahisa berjalan dengan hati hati,matanya menatap liar memperhatikan setiap sudut goa.


Ia mencoba melompat ke arah telaga mendekati cahaya keemasan yang ia lihat,namun belum sempat ia mendekat kakinya seakan di tarik dan tubuhnya jatuh. Bahkan tempat ia jatuh tiba tiba terbelah. Mahisa tubuhnya merasa melayang cukup lama hingga ia merasakan berada di dimensi berbeda dengan alam manusia.


" Wahai manusia kamu tak pantas mendapatkan pedang itu,hatimu di penuhi rasa angkara murka. Pedang itu akan memilih tuanya sendiri jadi apapun usaha yang kamu lakukan akan sia sia?" Mahisa terkejut ketika orang yang berbicara kepadanya tiba tiba lenyap. Kini muncul beberapa orang dengan perawakan hitam dan berambut gimbal.


Mahluk itu segera menyerang Mahisa dengan bengis.Mahisa yang sudah merasa di perdaya langsung menggunakan pukulan Kawah murka dan membuat kedua musuhnya kalah dan lalu hilang dari pandangan matanya.


Tubuhnya tiba tiba seakan melayang dan kembali ke atas dekat telaga. Mahisa kembali melompat mendekati cahaya keemasan namun tubuhnya kembali terpental.


" Katahuilah manusia seberapa besar usahamu kalau bukan jodohnya niscaya pedang itu tidak akan kau dapatkan".


" Aku tak perduli dan akan terus berusaha" Mahisa tak memperdulikan suara yang terus terdengar di dalam gendang telinganya.

__ADS_1


Ia kembali menggunakan pukulan kawah murka. Namun justru kekuatannya berbalik dan melempar dirinya keluar dari dalam goa.


Nilam dan Mayang terkejut melihat sesosok tubuh terlempar dari dalam goa. Namun Mayang yang mengenali segera menjauhi Nilam dan menyambar tubuh Mahisa.


Mahisa berteriak kesakitan sambil menahan hawa panas karena terkena pukulan kawah murka. Mayang segera membawa Mahisa pergi dengan membopongnya berlari dan hilang oleh pepohonan rimba.


Nilam tak berusaha mengejarnya dan mengawasi Tirta yang masih bertarung melawan naga emas . Tirta mencoba menggabungkan tenaga jurus Dewa Gledek dan kekuatan pedang halilintar. Ternyata usahanya berhasil Naga itu terkena kekuatan gabungan dan membuat tubuhnya hancur berkeping keping. Namun seberkas cahaya nampak keluar dari tubuh naga sebelum hancur dan melesat kembali masuk ke dalam goa.


Tirta kembali meluncur trun ke tanah dan memasukan pedang halilintar ke warangka. Nilam berlari mendekat.


" Kang apa kamu tidak apa apa?"


" Tidak Dinda aku baik baik saja"!


Nilam lantas mengeluarkan kain kecil dari balik bajunya dan tangannya meraih muka Tirta yang di penuhi keringat. Tirta membiarkan Nilam menyeka keringatnya dan memandang Nilam dengan tajam. Ia tersenyum manis melihat Nilam yang wajahnya terlihat gugup.


Ia lantas memegang tangan Nilam dan mengambil kainya.


" Sudah sini aku bersihkan sendiri,sebaiknya kau juga bersihkan mukamu nanti jadi ketutup mukamu yang cantik itu oleh tanah!"


Rupanya muka Nilam terkena tanah saat ia menghindari serangan Mayang hingga terjatuh di tanah berlumpur. Nilam sendiri belum sempat membersihkannya.


Kini Tirta dan Nilam bermasuk memasuki goa untuk mencari pedang Naga Emas dan juga kitab Elang Sakti.


Sementara itu Mayang membawa Mahisa kembali ke dalam goa yang menjadi tempat tinggalnya ia segera merebahkan tubuh Mahisa dan mencoba menyalurkan hawa murni untuk menyembuhkan kekasihnya dari pukulan Kawah Murka.


Wajahnya nampak cemas melihat kondisi Mahisa yang pingsan dan beberapa tubuhnya melepuh. Untunglah di dalam dirinya sudah mengalir tenaga kawah murka hingga pukulan itu tak terlalu berefek fatal kepada pemiliknya .

__ADS_1


Setelah mengaliri Mahisa dengan hawa murni ,Mayang keluar mencari tumbuhan obat untuk mengobati luka di tubuh Mahisa biar tidak infeksi. Mayang juga sekalian mencari makanan untuk mengganjal perutnya yang lapar sekaligus buat Mahisa setelah ia siuman dari pingsanya.


Bersambung


__ADS_2