JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Membebaskan Kutukan Bagian 2


__ADS_3

Para warga berkumpul di rumah Gajah Laya, nampak Gajah Laya sedang memberi arahan supaya warga tidak larut dalam kesedihan karena sebentar lagi kerajaan Hulu Semingkir akan kembali makmur, dan semua penduduk akan kembali bertubuh normal.


Jaka dan Dewi merasa sedikit cemas, keduanya takut jikalau tidak bisa mewujudkan cita cita warga untuk membebaskan kutukan dari Raja Mata Satu.


Dalam beberapa malam Jaka dan Dewi terus berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, supaya di beri petunjuk untuk mengalahkan Raja Mata Satu yang sakti mandera guna.


Jaka mulai berpikir untuk kembali menyatukan dua senjata yang ia gunakan pada saat menghadapi Raja Darma Wisnu yaitu senjata cambuk api dan pedang suci.


Namun semenjak berhasil mengalahkan Darma Wisnu senjata tersebut juga ikut terpental dan kini tak tahu keberadaanya.


Jaka berusaha menajamkan matahatinya dan berusaha menerawang keberadaan kedua senjata tersebut.


Sementara Jauh meninggalkan wilayah hulu semingkir, orang orang yang tinggal di wilayah gunung Tidar panik ketika tiba tiba ada guncangan besar yang mereka rasakan.


Mereka yang sedang terlelap kaget dan berlarian keluar rumah, karena merasakan gunjangan yang hebat.


Ternyata penyebab gonjangan berasal dari batu tumbal yang bergetar dan terbelah, sesosok cahaya nampak keluar dari batu tersebut dan terbang tinggi melesat dan kemudian hilang di balik rimbunya pepohonan yang tumbuh subur di Gunung Tidar.


Rupanya cahaya tersebut adalah pedang suci yang sudah memiliki ikatan batin dengan pemiliknya yaitu Jaka Kelana.


Sehingga ia dapat merasakan bahwa tuanya sedang membutuhkan bantuanya.

__ADS_1


Jaka masih khusyu mengucap dzikir bersama Dewi di sebuah kamar yang gelap gulita.


Jaka merasakan ada sebuah kekuatan besar yang mengarah kepada dirinya, ia lantas terkejut ketika membuka matanya nampaklah cahaya putih memenuhi ruangan yang gelap gulita hingga menjadi terang benderang.


Nampaklah sosok pedang suci melayang dan berputar putar di depan muka Jaka Kelana.


Dewi juga ikut terkejut dan membuka matanya, karena ia merasa ada sebuah kekuatan besar yang muncul di ruangan tersebut.


Ia gembira melihat suaminya Jaka sudah mendapatkan satu senjata yaitu pedang suci, sekarang tinggal menunggu satu senjata lagi yaitu cambuk api amarasuli.


Namun sampe subuh tiba senjata cambuk api belum juga muncul.


Gajah Laya buru buru menemui Jaka Kelana, setelah sebelumnya ia sedikit khawatir karena melihat sebuah cahaya yang jatuh di kamar Jaka .


Jaka dan Dewi tersenyum.


"Memang ada kejadian apa semalam paman, tidak usah khawatir kami baik baik saja!" jawab Jaka Kelana.


"Aku melihat sekelebat cahaya jatuh di kamarmu, dan cahayanya menerangi seluruh ruangan!" Gajah Laya kembali bertanya.


Jaka segera membuka bungkusan kain dan memperlihatkan pedang suci kepada Gajah Laya.

__ADS_1


" Benda ini paman,yang semalam jatuh di kamarku!" pungkas Jaka berusaha menjelaskan.


Namun karena pedang suci tiba tiba mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata hingga Gajah Laya menyuruh Jaka kembali melipat kainya untuk menutup cahaya yang keluar dari pedang Suci.


Dewi juga memberi tahu kepada Gajah Laya bahwa senjata itu adalah pedang suci yang di gunakan Jaka Kelana untuk mengalahkan Raja Atas Awan yang bernama Darma Wisnu.


Gajah Laya kaget dan tiba tiba dadanya terasa sesak, rupanya ia teringat sosok Darma Wisnu yang sangat kejam, karena dulu rupanya Darma Wisnu juga pernah menghancurkan kerajaan Hulu Semingkir, sewaktu masih di pimpin oleh ayah dari prabu Arya Semingkir.


Dewi nampak cemas melihat Gajah Laya tiba tiba terlihat sesak napas, sementara Jaka segera memberikan hawa murni untuk melonggarkan sesak napas yang di alami Gajah Laya.


Dewi berlari dan mengambil segelas air dan menyuruh Gajah Laya untuk menghabiskanya.


Gajah Laya mulai tenang dan suara napasnya tidak lagi tersengal.


" Jadi sang penyelamat dunia ini adalah dirimu Jaka!" ucap Gajah Laya sambil memegangi kaki Jaka.


"Paman, paman jangan lakukan hal ini, aku hanyalah manusia biasa sama seperti paman, jadi jangan menyembahku seperti ini, sembahlah tuhan alam semesta yang telah meminjamkan kekuatanya untuk melawan angkara murka!" jawab Jaka sambil menarik tangan Gajah Laya dan menyuruhnya untuk berdiri.


Para warga juga seakan tak percaya melihat sang pahlawan yang telah mengalahkan Darma Wisnu ternyata berdiri di hadapanya.


Dewi merasa bangga melihat suaminya di kerumuni warga mereka juga memeluk Jaka dan mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


Kini warga bertambah yakin bahwa negeri mereka akan segera bebas dari kutukan Raja Mata Satu.


__ADS_2