JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Perang melawan Sabrang Lor


__ADS_3

Raden Kian Santang segera mengumpulkan prajurit .Tak kurang dari sepuluh ribu pasukan ikut serta berangkat menuju Sabrang Lor.


Sementara di perjalanan Jaka dan Raden Kian Santang semakin akrab dan saling bertukar pengalaman.


Jaka pun sering mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan islam,karena Raden Kian Santang lebih mengerti tentang Islam.


Sementara Jaka menceritakan tentang kehidupan di masanya dan membuat raden Kian Santang penasaran.


Pasukan terus bergerak menuju istana Sabrang Lor,sementara itu keadaan di dalam istana Sabrang Lor terlihat Raja Wisnu Kencana sedang menyiapkan pasukanya untuk menghadang laju pasukan Pajajaran ,mereka akan menunggunya di bukit yang terletak tak jauh dengan istana.


Berangkatlah pasukan Sabrang Lor dengan hampir semua prajuritnya ikut menuju bukit.


Sesampenya di bukit mereka menyiapkan beberapa jebakan untuk menghalau pasukan Pajajaran.


Para prajurit sibuk mengumpulkan batu batu besar yang hendak di gunakanya untuk menghujani pasukan Pajajaran dari atas bukit.


Sementara pasukan panah juga telah bersiap ,mereka bersembunyi di antara batu batu besar dan sisanya bersembunyi di antara semak semak di sekitar bukit.


Raden Kian Santang memberi intruksi kepada para prajuritnya agar mereka berhati hati melewati bukit yang sebentar lagi mereka lalui.

__ADS_1


Rupanya Raden Kian Santang mengetahui ada banyak jebakan yang musuh siapkan dari atas bukit,ia pun segera memerintahkan beberapa prajurit pilihan dengan dipimpin oleh Jaka Kelana untuk berjalan lebih dulu.


Sementara Raden Kian Santang beserta sisa pasukan menunggu sambil mengawasi keadaan.


Jaka Kelana yang memang sudah banyak pengalaman dengan perang menyuruh pasukanya terus waspada dan memperhatikan puncak bukit ,karena pasti mereka telah menyiapkan batu batu untuk menghujani pasukanya.


Benar saja ketika Jaka bersama pasukanya sudah berada di tengah bukit ,batu batu besar tiba tiba berjatuhan dari atas bukit.


Kuda kuda meringik ketakutan bahkan beberapa prajurit terjatuh dari punggung kuda karena kudanya seperti kesetanan.


Jaka segera melompat dan melayang ke atas bukit bersama para prajurit yang memiliki kanuragan mumpuni,mereka bergerak menyerang para pelempar batu untuk mengurangi korban dari pihaknya.


Raden Kian Santang segera menyuruh pasukan panahnya maju dan melepaskan anak panahnya ke arah semak dan pohon pohon di sekitar bukit.


Ratusan orang terkena anak panah dan terjatuh dari pohon yang mereka jadikan tempat untuk memanah.


Sementara Jaka tak mau membuat Raden Kian Santang Kecewa ia segera membuka gulungan kain dan menggunakan pedang suci.


Cahaya yang di pancarkan dari pedang bergerak dan menembus para tubuh para pasukan panah dan membuat mereka tewas seketika.Ratusan mayat bergelimpangan tertembus cahaya yang terpancarkan dari pedang suci.

__ADS_1


Raden Kian Santang terpukau dengan kekuatan pedang suci yang di miliki Jaka,sementara itu di tempat berbeda Raja Wisnu Kencana juga terpana melihat sebuah radiasi cahaya mampu membunuh anak buahnya dengan seketika.


Jaka kembali melilit pedangnya dengan kain,ia pun tak ingin terlalu banyak orang yang terluka dan tewas akibat cahaya pedang suci.


Mengetahui rencananya gagal Raja Wisnu Kencana segera memerintahkan para prajurit untuk keluar dari posnya dan mengepung prajurit Pajajaran.


Raden Kian Santang menyuruh prajuritnya maju dan menghadang laju prajurit Sabrang Lor.


Pertempuran jarak dekat berlangsung dengan sengit.


Melihat semua pasukan musuh sudah berada dalam satu medan tempur Raden Kian Santang menyuruh ribuan prajurit yang memegang busur ,mengrahkan anak panah mereka ke arah musuh.


Ribuan anak panah meluncur dan menghujani pasukan Sabrang Lor yang terus bergerak berniat mengepung pasukan pajajaran.Tubuh tubuh bergelimpangan akibat terkena anak panah ,darah mulai membasahi medan tempur dan membuat tanah yang jadi medan tempur bewarna merah.


Raja Sabrang Lor mukanya memerah melihat prajuritnya berjatuhan akibat hujan panah yang tiada henti dari pasukan Pajajaran.


Wisnu Kencana segera mencabut keris yang berada di pinggangnya ,lalu ia menggerakan keris ke arah prajurit Pajajaran ,kilatan api yang keluar dari keris milik Wisnu Kencana membuat para Prajurit Pajajaran kocar kacir ,banyak diantara mereka yang hangus terbakar karena tidak mampu menghindari sambaran api yang berkobar ke arah mereka.


Raden Kian Santang tidak tinggal diam ia segera bersiaga mengeluarkan ajian banyu maruta ,dalam sekejap langit berubah menjadi gelap dan hujan pun turun membasahi bukit medan peperangan.

__ADS_1


Keris milik Raja Sabrang Lor tidak berfaedah lagi karena api yang keluar dari dalam keris langsung padam akibat hujan yang berasal dari ajian banyu maruta milik raden Kian Santang.


__ADS_2