
Para prajurit menjabut senjata ketika melihat ratusan orang tiba tiba munjul dari balik awan dan langsung menyerang.
Bola bola api ciptaan Wong bersaudara juga menghujani istana.
Puteri Salju segera mencabut pedang salju dan mengayunkanya, seketika buliran buliran salju bergerak mengejar bola bola api dan memadamkanya.
Sementara itu Kaisar Ciming dan Liming di suruh masuk ke dalam istana dengan kawalan ketat dari para penjaga.
Jaka menyuruh Dewi segera berubah wujud menjadi elang.
Jaka segera melompat ke atas elang dan meluncur menuju angkasa.
Ia kembali berusaha menggunakan ajian penyerap daya untuk menyerap kekuatan pepohonan yang sejuk untuk melawan bola bola api yang terus bergerak dan mulai membakar atap bangunan.
Jaka segera melepaskan energi alam dan berhasil memadamkan api yang mulai berkobar.
Wong Fe dan Wong Fu segera menghentikan aksinya mengetahui pukulan api sudah tak berefek.
Ia kemudian melunjur bersama sambil menyerang Jaka Kelana yang berada di punggung Elang.
Jaka menyuruh Dewi bergerak menjauh dari istana untuk memancing Wong Fe dan Wong Fu keluar.
Sementara Hachi telah merubah wujudnya menjadi manusia utuh, ia mengikuti pergerakan Wong yang mengejar Elang Raksasa.
Sementara Dewi terbang ke wilayah gunung es yang letaknya tak jauh dari istana .
Ia kemudian mendarat dan berubah menjadi manusia.
Wong Fe dan Wong Fu merasa terpukau dengan kecantikan Chin Shuang yang merupakan adik kaisar Liming.
" Wuihhhh, nona Chin akhirnya kita bisa berjumpa denganmu, ternyata benar rupamu sangat cantik, pantas saja banyak pria yang
__ADS_1
mencoba memikatmu, lebih baik kau jadi istriku saja nona Chin! Seru Wong Fe.
Wong fu tak mau kalah ia justru memukul kakaknya dan menyuruhnya memberikan Chin Shuang untuk jadi istrinya.
Keduanya justru berdebat merebutkan Chin Shuang.
Jaka merasa geleng geleng kepala melihat tingkah keduanya yang terlibat baku hantam.
Namun Hachi segera menyadarkanya.
" Dasar ketua iblis bodoh, katanya mau balas dendam malah bertengkar sendiri, lebih baik aku pergi" bentak Hachi.
Wong Fe dan Wong Fu segera sadar bahwa kedatanganya untuk membalas dendam atas kekalahanya.
Mereka menatap dengan tajam wajah Jaka dan langsung melepaskan serangan.
Jaka hanya tersenyum sambil berusaha menghindar, sementara Chin Shuang terlibat pertarungan
Chin Shuang dapat merasakan aura siluman yang keluar dari tubuh Hachi.
" O rupanya kamu dari bangsa siluman nona?" Tanya Shin Shuang.
Hachi pun mulai merasakan bahwa wanita di hadapanya juga memiliki aura yang hampir sama dengan dirinya.
" Aku juga tahu bahwa kamu adalah si elang raksasa kamu juga siluman sama sepertiku,hi hi hi" jawab Hachi.Sambil merubah tubuhnya menjadi ular, Chin Shuang juga kembali merubah wujudnya menjadi elang raksasa.
Kini Elang raksasa perwujudan dari Chin Shuang melawan ular raksasa perwujudan Hachi.
Hachi berusa mematok dengan taringnya, ia juga berusaha menggerakan ekornya untuk menyerang Elang.
Chin Shuan terus menghindari kibasan kibasan ekor Hachi ia juga sesekali mencakar tubuh Hachi menggunakan kuku kukunya yang panjang dan tajam.
__ADS_1
Hachi merasa kewalahan ternyata Chin Shuang begitu lincah dan gesit, ia juga mulai merasakan sakit akibat cakaran dari kaki elang raksasa.
Hachi kini berubah ke wujud manusia, sementara Chin Shuang tetap memilih menjadi seekor elang.
Ia berkali kali menyerang Hachi dengan paruhnya yang tajam, kakinya juga berusaha
mencakar tubuh Hachi.
Namun pergerakan Hachi dengan wujud manusia menjadi sangat cepat dan lincah.
Hachi justru berhasil memukul dada elang dengan jurus Tapak beracun dan melempar tubuh Chin Shuang cukup jauh.
Chin Shuang meringis kesakitan, ia segera mengubah dirinya menjadi manusia untuk menghemat tenaga dalam.
Chin Shuang segera mengambil sebuah guji kecil yang berisi pil anti racun yang selalu ia bawa.
Ia sebelumnya menotok aliran darah di dadanya biar racun tak menyebar setelah itu ia menelan tiga butir pil anti racun.
Hachi tak ingin memberikan kesempatan kepada Chin Shuang untuk mengambil napas, ia kembali melayangkan pukulan ke tubuh Chin Shuang, namun Chin Shuang dengan cepat menghindar dan berhasil memukul perut Hachi dengan sedikit kekuatan dewa angin.
Kali ini giliran Hachi yang terpental, melihat jarak Hachi cukup jauh, Chin Shuang mengumpulkan tenaga dalamnya untuk membuat jurus dewa angin bertambah besar.
Hachi terkejut melihat pusaran angin berjalan ke arahnya semakin lama pusaran tersebut semakin besar.
Hachi kali ini kembali berubah menjadi ular raksasa, ia mengeluarkan bisa dari dalam mulutnya untuk menahan pusaran angin yang terus bergerak ke arahnya.
Dewi sedikit kaget karena jurus dewa angin dapat di tahan dengan bisa ular yang keluar dari mulut Hachi.
Chin Shuang berganti haluan ia mencoba menggunakan jurus dewa gledek, guntur tiba tiba seperti meluncur dari langit dan beberapa kali menyambar tubuh Hachi.
Hachi menjerit kesakitan terkena sambaran petir hingga akhirnya ia kabur lalu menghilang.
__ADS_1