JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Malapetaka Mahisa


__ADS_3

Mayang tak kuasa melihat Mahisa tiba tiba tubuhnya kaku,hitam dan mengeras seperti batu. Ki Cadas Putih juga nampak menyesal,bagaimana pun Mahisa adalah murid kesayanganya. Namun semua sudah terjadi dan Mahisa sudah terlanjur menjadi batu.


" Maafkan Guru Mayang aku kelepasan,tapi suamimu akan bertahan selama sepekan karena ia memiliki ajian Kawah Murka,ajian Banyu Ireng bisa sirna oleh kekuatan Ajian Penghancur Karang, setau guru yang mempunyai ajian itu hanyalah Raja dari Wisma Kencana Yaitu Jaka Kelana"


Ki Cadas Putih segera pergi bersama Janjang serta Ujang. Sementara Mayang hanya di temani Sarto. Mayang berusaha berkali kali menggunakan pukulan Kawah Murka untuk menghancurkan kekuatan ajian Banyu Ireng. Namun tubuh Mahisa tetap kaku tak bergerak.


Mayang menangis di hadapan suaminya yang sedang posisi berlutut. Sarto menyuruh Mayang membawa tubuh Mahisa pulang kerumahnya . Sarto segera membopong tubuh Mahisa dengan di bantu beberapa orang dan menaikanya ke atas kuda. Mereka mengantarnya sampai ke rumah.


Ibu Mayang juga nampak sedih melihat menantu kesayanganya berubah menjadi patung . Sementara anaknya Mahisa meraba raba tubuh ayahnya sambil memanggilnya berkali kali namun Mahisa diam ,batinya menagis sejadi jadinya melihat anaknya terus memanggilnya. Mayang juga terus saja menangis memanggil namanya .


Suasana kembali mencekam,rupanya Jajang kembali datang dan mencoba merayu Mayang. Namun kali ini ia datang bersama anak buahnya. Mayang tetap menolak hingga mencoba melawan namun dia sudah kehabisan tenaga hingga Jajang dengan mudah melumpuhkannya.


Jajang juga menyuruh anak buahnya membawa serta anak dan juga Ibunya untuk di jadikan tawanan .


Sarto dan beberapa temanya hanya terdiam mereka tak berani dengan Jajang yang ilmunya sangat jauh melebihi levelnya.


Sarto bersama temanya berinisiatif membawa Mahisa ke rumahnya untuk sekedar di rawat. Mereka takut jika di biarkan sendiri akan ada binatang melata yang akan mengganggu.


Mereka kembali menaikan Mahisa ke atas kuda.Mahisa hanya bisa menangis dalam hati dengan semua keadaan yang ia lihat.


Sementara itu Tirta dan Nilam mencoba memikirkan cara agar bisa masuk dengan leluasa ke padepokan Kalajengking Hitam.


Secara tak sengaja lewatlah dua orang muda mudi perguruan Kelabang Hitam yang akan belanja ke pasar yang ada di luar padaepokan.


Tirta memberi isyarat kepada Nilam untuk mengikuti. Setelah di tempat yang agak sepi Tirta segera melesat menotok urat nadi kedunya agar tidak bergerak.


Nilam yang sudah mengetahui maksud Tirta segera membopong tubuh wanita itu dan menukar bajunya. Tirta juga melakukan hal yang sama.


" Maaf ya kang aku pinjam bajumu. Nanti akan aku kembalikan setelah urusanku selesai"


Pemuda itu nampak hanya menggerakkan matanya karena semua nadi telah di kunci oleh Tirta.


Mereka segera masuk ke padepokan dan mulai mencari keberadaan Mahisa dan Mayang.


Awalnya para murid padaepokan agak curiga dengan gelagat aneh kedua orang asing yang masuk padaepokan . Namun Tirta dan Nilam mencoba beradaptasi hingga kecurigaan mereka lama lama hilang.


Nilam dan Tirta juga sedikit memberi lumpur kepada wajah mereka agar tidak terlalu nampak mukanya supaya tak di curigai.


Sudah hampir seharian mereka mencari keberadaan Mahisa dan Mayang namun belum membuahkan hasil. Hingga di hari berikutnya ada woro woro bahwa semua murid wajib datang ke pelataran karena di hari itu akan ada pengukuhan Jajang sebagai ketua perguruan menggantikan Ki Cadas Putih.


Tentunya Tirta dan Nilam menyambut gembira ,ia bergabung dengan murid Kalajengking Hitam berlari kecil ke arah pelataran. Rupanya padaepokan Kalajengking Hitam memang sangat luas hingga Tirta dan Nilam kesulitan untuk mencari Mahisa dan Mayang..

__ADS_1


" Wahai semua muridku ketahuilah pada hari ini aku akan mengangkat Jajang menjadi penggantiku,semoga ia dapat membawa nama perguruan Kelabang Hitam semakin di segani di kalangan dunia persilatan terkusus di wilayah dataran Pasundan".


Semua orang mendengarkan dengan seksama sekaligus melihat prosesi pengangkatan Jajang.


" Kang itu siapa?". Maaf kang saya murid yang baru datang jadi belum tahu"..Tirta bertanya ke orang di sebelahnya


" Itu guru kita Ki Cadas Putih,dan itu yang di angkat menjadi ketua adalah Jajang,karena dia yang berhasil membawa pusaka Tumbak Kayangan. Sedangkan jagoanku Mahisa justru harus mengalami hal tragis ,setelah gagal dari misinya mengambil pusaka,ia justru gini menjadi batu akibat terkena pukulan Ki Cadas Putih dan istrinya akan di jadikan istri oleh Jajang ,serta anak dan juga ibunya di jadikan sandera supaya Mayang mau menikah dengannya".


" Oh jadi begitu ceritanya kang. Kalau boleh tau sekarang Mahisa berada di mana?"


Orang itu pun segera menceritakan bahwa Mahisa bersama Sarto. Tirta segera menyeret Nilam mencari kediaman Sarto. Acara pengukuhan Jajang masih berlangsung hingga Tirta dan Nilam lebih leluasa bergerak.Cukup lama keduanya berputar putar mencari kediaman Sarto hingga akhirnya ia melihat orang yang di cirikan temanya tadi di pelataran.


" Nilam mungkin itu Sarto,lihat rambutnya yang gimbal,kayaknya sesuai dengan omongan orang tadi"!


" Ia benar juga Kang".


" Berhenti To".Tirta memanggil Sarto seakan sudah menjadi teman akrab.


" Siapa ia ,kayaknya aku belum pernah melihatmu?".


Nilam mengawasi keadaan di sekitar.


Tirta segera menotot saraf Sarto agar tidak bisa bergerak.


" Maaf kang,aku tak berniat jahat ,kedatanganku kesini untuk mencari Mahisa"


" Ampun ampun siapa kalian ,aku hanya pengurus kuda ,kumohon jangan bunuh ak""


Tubuh Sarto gemetar bahkan sampai ngompol.


Tirta segera melepas totokanya dan menjelaskan maksud kedatanganya kepada Sarto.


" ia sekarang aku paham,ayo masuklah ke rumah akan aku bawa kalian menemui Mahisa. Tapi isinkan aku untuk ganti celana dulu" Sarto berlari dan membuat Nilam tertawa.


Sementara Tirta yang lebih dulu masuk begitu sedih melihat keadaan Mahisa yang tubuhnya kaku seperti batu bahkan semua kulitnya berubah menjadi hitam.


" Kang apa yang harus kita lakukan untuk menolong Mahisa?"


" Entahlah Dinda aku juga bingung".


Sarto yang mendengar percakapan mereka memberi usul bahwa dia akan menemui Mayang yang mungkin di kasih tau gurunya tentang cara menyembuhkan Mahisa.

__ADS_1


Sarto segera menyelinap menemui Mayang. Setelah berhasil mengecoh para penjaga. Sarto nyelonong masuk ke rumah Jajang dia yang sudah hafal rumah itu segera nyelonong dan masuk ke sebuah kamar.


Di sana Mayang nampak terduduk lesu sambil merenung.


" Mayang Mayang ,saya Sarto " Tentunya Mayang terkejut dan berusaha menyeka airmatanya.


" Oh kamu To. Bagaimana keadaan Mahisa To"


" Mahisa sekarang bersamaku aku yang merawatnya".


" Makasih banyak To atas bantuanmu. Oya tolong sampaikan permohonan maafku kepada Mahisa yang harus terpaksa menerima pernikahan ini,karena jika aku menolak Ibu dan Lilis akan di bunuh"


Sarto mengangguk dan segera menceritakan semua yang terjadi. Mayang terkejut mendengar Tirta dan Nilam berada di perguruan Kelabang Hitam . Sorot mata yang tadinya sayu nampak berbinar.


" Terimakasih Tuhan engkau telah mengutus penolong atas cobaan yang sedang menimpaku?"


" Maksud Mayang bagaimana?"


" Ketahuilah To,Tirta adalah orang yang berhasil mendapat pedang Naga bahkan aku sudah berkali kali di kalahkanya . Bilang sama dia bahwa aji Banyu Ireng dapat di hancurkan oleh ajian Pukulan penghancur Karang yang ia miliki. Cepat bergegaslah kamu pergi dan bilang sama dia".


Sarto segera keluar namun keberadaanya di ketahui oleh anak buah Jajang.


" Apa yang kamu lakukan To!"


" He he ,tidak ada,aku hanya di suruh Ujang untuk mengambil barang yang ketinggalan" Sarto berdalih ia lantas masuk ke kamar Ujang dan mengambil sesuatu.


" Ini barangnya sudah aku temukan. Aku pergi dulu.Da da"


"Dasar bocah gendeng"


Salah seorang menyeletuk lalu tertawa melihat polah Sarto.


Sarto buru buru kembali kerumahnya dan menceritakan apa yang di dengarnya dari Mayang kepada Tirta dan Nilam.


" Tapi maaf tuan dan nona,saya hanya memberi saran sebaiknya kalian membawa Mahisa pada waktu pas puncak acara penobatan Jajang karena pasti nanti semua orang akan berkumpul di sana".


" Top markotop ,kang Sarto ide brilian"


Jaka dan Nilam beristirahat sambil menunggu Sarto yang menuju ke pelataran untuk melihat pengukuhan Jajang sebagai ketua perguruan ,dia akan segera kembali untuk memberi kode agar dengan mudah mereka dapat membawa Mahisa untuk di sembuhkan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2