JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Racun Bidadari


__ADS_3

Ki Rampan sudah tidak merasakan sakit di dadanya ,tubuhnya juga terasa ringan setelah mendapatkan hawa murni. Tirta juga merasa senang karena dapat menyadarkan Ki Rampan untuk kembali ke jalan kebajikan.


Ki Rampan berjanji akan memberikan semua harta hasil rampokan kepada penduduk di sekitarnya yang dulu menjadi korban kebiadabanya. Ki Rampan juga menyuruh para wanita yang ia culik dan di jadikan budak napsu bersama anak buahnya untuk kembali dan membekali mereka dengan banyak kepeng uang dan juga emas rampasan. Tak lupa ia juga menyuruh para gadis untuk membagi hartanya yang ia kasih kepada para handai Tolan.


Sungguh pemandangan yang cukup mengharukan seorang perampok yang sudah puluhan tahun di takuti penduduk kini telah insaf,bahkan ia menyedekahkan seluruh harta untuk kembali di bagikan ke penduduk.Ki Rampan juga berniat untuk meminta maaf secara langsung kepada warga yang dia rampok. Pikirnya ampunan yang maha kuasa lebih mudah dari pada kesalahannya terhadap sesama manusia yang bisa lebur jika yang bersangkutan sudah memaafkanya.


Anak buah Ki Rampan juga di perintahkan untuk kembali ke keluarganya masing masing dengan membawa harta untuk di bagikan kepada masyarakat di sekitar. Walaupun sebenarnya itu juga bukan harta yang halal tapi setidaknya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.


Kini telah musnahlah Rampok yang sangat di Takuti yaitu Ki Rampan. Kali ini Tirta ,Toro dan Ki Rampan menaiki kuda menyusuri hutan menuju persembunyian Toro dan para warga. Ki Rampan mau membagikan harta bedanya serta meminta maaf kepada Ki Kuwuh dan juga warga yang ketakutan karena ulahnya selama ini. Bahkan mereka harus tinggal di dalam hutan belantara meninggalkan Desa yang sudah di huni selama puluhan tahun,hingga desa tempat asal seperti kuburan yang tak berpenghuni.


Matahari mulai condong kebarat,sampelah ketiganya ke pemukiman warga.


Beberapa pemuda nampak terkejut dengan kedatangan Ki Rampan ,mereka segera siap siaga bahkan nampak salah seorang pemuda berlari untuk melaporkan kejadian itu kepada Ki Kuwuh.


Ki Kuwuh dadanya berdebar kencang mendengar laporan si pemuda bahkan ia menyuruh para wanita dan anak anak untuk masuk kedalam rumah.


Mereka berjalan bergegas di pelataran tempat para lelaki berkumpul mengepung Ki Rampan yang rupanya seorang diri.


Tirta dan Toro sengaja berjalan pelan di belakang untuk memberi kejutan kepada Ki Kuwuh dan juga teman temanya.


" Rampan apa kamu belum puas untuk merampok harta kami.Kami sudah menyerahkan semua harta yang kami miliki.Kasihanilah kami yang masih ingin hidup melihat indahnya dunia ini" Ki Kuwuh berkata dengan terbatah bantah,badanya juga sedikit gemetar karena takut.


Para pemuda juga sudah siap siaga dengan senjata di tangan mereka.


" Maaf Ki Kuwuh kedatanganku kali ini bukan untuk merampok.Aku hanya meminta maaf kepadamu dan semua warga atas perilaku bejatku selama ini. aku ingin hidup menjadi orang baik di sisa hayatku yang sudah peot ini" Ki Rampan berkata dengan lantang dan matanya berkaca kaca mengingat kejadian di masa lalu saat merampas harta dan membunuh para penduduk.Ia lantas melempar pedang halilintar tepat di hadapan Ki Kuwuh.

__ADS_1


" Aku benar mau tobat,Ki. Kalau kiranya kalian semua tak mau memaafkan diriku,silahkan itu pedangku cabutlah dan tusukan tepat mata sebelah kiri ku!"


Semua orang hanya terdiam mendengar pengakuan Ki Rampan,mereka masih tak percaya jika dedengkot bromocora yang menggegerkan seluruh wilayah benar benar mau bertobat. Sementara itu Ki Kuwuh tubuhnya bergetar mengingat kejadian di masa silam ketika anak gadisnya di perkosa oleh anak buah Ki Rampan lalu di binasakan dengan sangat keji.


Ia melangkah ke depan mengambil Pedang Halilintar lalu mencabutnya, namun pedang itu bukanlah pedang sembarangan ,baru saja Ki Kuwuh menyentuh gagang tangannya seakan menempel dan seperti ada kekuatan yang menyerap keluar dari tubuhnya. Ki Kuwuh lantas berusaha melepas genggamannya.


Ki Kuwuh dadanya masih bergejolak terbayang wajah anaknya saat di rudapaksa,lantas ia mencabut pedangnya dan berjalan dengan amarah yang memenuhi perasaanya.


Ki Rampan sudah pasrah jika harus mati di tangan Ki Kuwuh. Semua orang nampak tegang melihat langkah demi langkah Ki Kuwuh yang semakin dekat dengan kepala Ki Rampan yang sudah berlutut menghadap ke arah warga,matanya terpejam.


Sementara itu Tirta dan Toro yang baru sampai juga nampak diam melihat pemandangan di hadapan mereka. Namun Tirta dalam hatinya yakin bahwa Ki Kuwuh orangnya bijak dia pasti mau memaafkan kesalahan Ki Rampan. Benar saja tubuh Ki Kuwuh lunglai saat hendak menusukan pedangnya yang runcing ke mata sebelah Kiri Ki Rampan .


Ia membuang pedangnya sambil menangis dan meronta memanggil nama putrinya.


mendengar perkataan Ki Kuwuh hati Ki Rampan terasa teriris ,ia juga dulu menyaksikan kebiadaban anak buahnya saat merudapaksa anak Ki Kuwuh dan lalu membunuhnya.


" Wahai para warga ayo siapa lagi yang mau membunuhku ,aku persilahkan,aku tidak akan melawan.Aku benar benar ingin bertaubat atas semua kesalahanku" Ki Rampan kembali berlutut dan memejamkan mata.


Semua orang nampak terdiam hingga tiba tiba seorang wanita tua berjalan dengan pisau di tangannya menuju Ki Rampan yang sedang berlutut." Ayo silahkan Nini hujamkan pisau itu tepat di area bola mata hitam di sebelah kiri ku,biar aku bisa membayar semua kesalahanku kepadamu.Di saat bersamaan saat pisau di layangkan ke mata Ki Rampan,semua orang terkejut mendengar suara anak kecil berteriak.


" Jangan ,jangan Bu" wanita itu menoleh dan melihat anaknya berlari jatuh bangun. Wanita itu lantas membuang pisaunya. Ternyata Ki Rampan teringat atas kejadian tempo hari ,dimana di kala ia bersama anak buahnya habis merampok ia mendapati seorang anak yang hendak di terkam saekor Harimau.


Ki Rampan lantas menolongnya dan membawa anak itu keluar dari hutan untuk kembali ke rumahnya. Anak kecil tadi juga belum sempat bercerita kepada ibunya. Rupanya bapak anak tersebut juga di bunuh oleh Ki Rampan. Namun akhirnya anak itu bercerita bahwa Ki Rampan telah menolongnya dari serangan Harimau.


Kini semua warga telah memaafkan kesalahan Ki Rampan. Ki Rampan juga menurunkan dua buntelan kain yang ia bawa di atas kuda.

__ADS_1


" Ki ini adalah hasil rampasan . Terimalah untuk menebus semua kesalahanku selama ini. Ini kayaknya lebih jika di bandingkan harta yang aku jarah dari kalian semua"


Ki Kuwuh dan para penduduk tercengang ketika Ki Rampan membuka kedua buntelan . Toro yang sedari tadi terdiam berlari menuju buntelan dan menyuruh teman temanya maju untuk membagi semua harta Ki Rampan dengan adil.


Ki Rampan sudah lega ketika warga mau memaafkan semua kesalahannya. Melihat semua sudah kembali berbahagia dan penduduk memutuskan kembali ke desa ,Tirta berpamitan dengan semua warga untuk kembali melanjutkan perjalananya. Di saat Tirta melangkah ke atas kuda pemberian Ki Rampan,kakinya terhenti karena panggilan Ki Rampan.


" Tirta ,bawalah Pedang Halilintar ini,dia akan jauh lebih bermanfaat dari pada masih bersamaku. Anggaplah ini hadiah atas apa yang telah kau perbuat kepadaku. Aku pun akan dengan senang hati membantumu jika kau dalam kesulitan ,cabutlah pedang halilintar sebagai tanda ,maka aku akan datang membantumu"


Ki Rampan memeluk Tirta. Toro dan Ki Kuwuh juga semua warga juga ikut secara bergiliran.


Tirta pergi menaiki kuda dengan membawa cukup banyak harta pemberian Ki Rampan yang tentunya akan ia kasih kepada warga miskin yang ia temui.


Matahari telah terbenam,Tirta sudah jauh meninggalkan desa. Kini ia menyusuri jalan menuju sebuah desa yang mengarah ke gunung . Tibalah ia di sebuah desa yang bernama Desa Turi . Dia mencari tempat untuk menginap.


Tiba tiba dari kejauhan nampak orang berlari kearahnya.


" Hei,pemuda sebaiknya kau tinggalkan desa ini . Desa ini tidak menerima orang asing,pergilah sebelum kedatanganmu di ketahui oleh Bidadari Beracun ia sangat berbahaya .Ayo cepat pergilah sebelum terlambat" lelaki tadi tiba tiba berteriak dalam sekejap mata lelaki itu kejang dan tidak bergerak.


Tirta terkejut ia mencoba memeriksa .


" Rupanya orang ini mati karena racun. Siapa kiranya orang yang tega melakukan semua ini" Tirta mengamati namun tidak nampak ada tanda keberadaan orang lain di sekitarnya.


" Tuan ayo silahkan masuk,singgahlah digubuku ini " tiba tiba Tirta kembali di kejutkan dengan suara orang yang menyuruhnya masuk. Dua orang pria nampak keluar untuk menggotong lelaki yang telah tewas. Seorang wanita bercadar keluar dan mengajak Tirta masuk ke dalam rumah yang memang mirip seperti penginapan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2