JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kegalauan Puteri Sekar Mayang


__ADS_3

Tentu saja kembalinya Pangeran Kamandaka bersama pasukanya sangat mengejutkan bagi Raja Rangga Wulung dan para prajuritnya.


Raja Rangga Wulung sudah cukup kenal dengan Pangeran Kamandaka yang memiliki kanuragan yang terbilang Sakti.


Kini Raja Rangga Wulung nampak semakin hormat kepada Jaka dan Dewi.


Jaka beserta Dewi dan Sekar kembali bergabung dengan pasukan.


Raja Rangga Wulung menyuruh pasukanya kembali ke istana Panaruban.


Ada banyak pertanyaan yang tentu saja hinggap di pikiran sang raja.


Sekar Mayang kini berjalan berdampingan dengan ayahnya, tak henti hentinya mereka berbincang tentang kejadian saat Jaka bertarung dengan Kamandaka.


Bahkan tidak ada satu hal pun yang luput dari cerita Sekar mengenai pertarungan Jaka vs Kamandaka.


Raja Rangga Wulung kembali di kejutkan dengan cerita Sekar bahwa Pangeran Kamandaka sampai berlutut,memohon pengampunan.


Sekar juga bercerita tentang sebuah pedang yang keluar dari tubuh Jaka yang memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan.


Dan ada lagi yang membuat raja Rangga Wulung terkejut, bahwa Kamandaka terdengar memanggil Jaka dengan sebutan Raja,Sekar juga merasa bingung karena ia tidak begitu mendengar dengan jelas, karena jaraknya yang cukup jauh.


Semua rakyat menyambut gembira atas kembalinya pasukan Panaruban, mereka lega perang tidak berkobar hingga ketentraman jiwa mereka tak terancam.


Permaisuri juga sangat bahagia melihat Raja dan Juga puterinya telah kembali dengan selamat.


Seperti biasa setelah prajurit membubarkan diri Jaka dan Dewi di suruh menemui Raja Rangga Wulung.


Segera Jaka dan Dewi bergegas, Raja pun sangat berterimakasih atas bantuanya mengatasi Pangeran Kamandaka.


Jaka dan Dewi merasa tugasnya telah selesai di Panaruban dan berniat kembali melanjutkan perjalanan.


Tentunya sang Puteri Sekar Mayang yang mendengar hal tersebut menjadi sedih, perasaanya harus ia kubur dalam dalam karena Jaka akan meneruskan perjalanan.


" Maaf apa tak sebaiknya Tuan Jaka dan Nona Dewi tinggal beberapa hari lagi di sini, aku takut Pangeran Kamandaka hanya berpura pura dan akan membuat ulah lag!" ucap Sekar Mayang.


Raja pun menyetujui ucapan puterinya dan meminta Jaka serta Dewi untuk tinggal beberapa hari lagi di panaruban.


" Bagaimana Dinda? tanya Jaka kepada istrinya.

__ADS_1


" Ada baiknya kita tinggal sementara hingga situasi di panaruban benar benar aman!"jawab Dewi.


Mendengar ucapan Dewi Kumalasari Sekar nampak berbunga bunga.


Rupanya ia begitu gembira karena dapat melihat lelaki pujaan hatinya, walaupun ia sadar bahwa Jaka telah memiliki istri, bahkan Sekar berpikir bahwa ia pun mau menjadi istri kedua Jaka Kelana.


Jaka dan Dewi segera berpamitan untuk jalan jalan mengitari kotaraja, karena sudah cukup lama tinggal di dalam istana dan belum mengetahui banyak tentang keseharian para penduduk.


Keduanya segera bergegas meninggalkan ruangan, sementara Sekar raut mukanya berubah melihat Jaka dan Dewi keluar sambil bergandengan tangan.


Raja Rangga Wulung mulai curiga dengan tingkah laku puterinya, ia mulai menduga duga bahwa Sekar menaruh hati kepada Jaka Kelana.


" Anaku Jaka sudah beristri, lihat mereka terlihat sangat serasi dan romantis" ucap Raja Rangga Wulung.


Tentu saja Sekar sangat kaget dengan perkataan ayahnya.


"Maksud ayah, Sekar tak mengerti ucapan ayah?" jawab Sekar.


Namun kini Raja Rangga Wulung terus mendesak dan akhirnya puteri Sekar Mayang mengaku.


Raja berpesan kepada Sekar agar segera mengubur perasaanya, jangan sampai membuat istri Jaka marah, karena Dewi juga bukan wanita sembarangan.


Sekar hanya terdiam, ia mencoba untuk mengikuti saran ayahnya, namun hatinya kembali bergejolak dan rasa cintanya semakin menggebu.


Melihat puterinya pergi tanpa pamit, Raja nampak cemas jikalau Sekar berbuat nekad.


Raja pun diam diam pergi untuk mencari Jaka dan Dewi dengan menyamar, agar tidak ada penduduk yang mengenalinya.


Sementara itu Jaka dan Dewi kini menjadi orang yang sangat di kenal di Panaruban setelah berhasil menyembuhkan puteri Sekar Mayang.


Para penduduk sangat antusias ketika melihat Jaka dan Dewi melintas di depan mereka.


Jaka dan Dewi rupanya berhenti ketika melihat anak kecil menangis sendirian tanpa ada orang di sekitarnya.


Dewi segera mendekat dan membopong anak tersebut.


Rupanya anak itu tersesat setelah bermain cukup jauh dari rumahnya, teman temanya sengaja meninggalkanya.


Jaka dan Dewi berusaha bertanya kepada penduduk tentang sosok orang yang di sebutkan anak tadi sebagai orang tuanya.

__ADS_1


Penduduk memberi tahu bahwa Ki Langkir dan istri tinggal di sebuah rumah paling ujung di dekat hutan perbatasan Panaruban dan Kalingga.


Diam diam raja Rangga Wulung juga mengamati dan kemudian mengikuti Jaka dan Dewi yang hendak mengantar anak kecil yang tersesat ke rumahnya.


Setelah sampai anak kecil tersebut berlari ke dalam rumah, keluarlah seorang kakek renta dan seorang nenek tua.


"Terimakasih gusti Jaka dan juga Ratu Dewi" ucap keduanya sambil berlutut di hadapan Jaka dan Dewi.


Tentu saja Jaka dan Dewi keheranan.


" Siapa ,siapa Aki dan Nini ini?"tanya Jaka.


Ki langkir dan istri terus saja berutut.


"Gusti aku berasal dari Wisma Kencana, kami dan semua orang menganggap bahwa gusti berdua telah mangkat, hingga aku memutuskan untuk pindah ke kerajaan istriku di Panaruban!" ucap Ki Langkir.


Jaka dan Dewi nampak kaget, ki Langkir juga bercerita bahwa semua rakyat sangat kehilangan atas berita tentang meninggalnya raja dan gusti ratu.


Jaka menyuruh Ki Langkir bangkit dan memeluknya.


Dewi juga melakukan hal yang sama kepada nyi katmi.


Langkir dan katmi menangis tersedu sedu, mereka tak menduga akan bertemu kembali dengan raja dan ratu mereka yang sangat di rindukan oleh seluruh rakyat Karang Cendana.


Raja Rangga Wulung nampak tak percaya bahwa Jaka adalah Raja Jaka Kelana Wijaya putera Jaya Wijaya.


Ia pun nampak memukul kepalanya, karena tak menyadari bahwa orang telah banyak berkorban untuk Panaruban justru Raja Agung Jaka Kelana dan Ratu Dewi Kumalasari.


Ia pun bergegas untuk kembali dan akan membuat kejutan untuk mereka.


Setelah cukup lama singgah di rumah Ki Langkir, Jaka dan Dewi berpamitan.


Dewi juga nampak memberi sekantong uang untuk nyi katmi, uang itu merupakan hadiah dari raja Hulu Semingkir.


Sementara itu Raja Rangga Wulung telah membuat pengumuman bahwa orang yang telah menolong puterinya adalah Raja Agung Jaka Kelana, penguasa kerajaan Karang Cendana.


Tentunya semua prajurit dan penduduk tercengang mendengar hal tersebut tak terkecuali Puteri Sekar Mayang dan juga Ibundanya.


Kini Raja Rangga Wulung pun telah menyuruh para punggawanya untuk membuat kejutan untuk Raja Jaka dan juga permaisuri.

__ADS_1


Jaka dan Dewi segera pamit dan berjalan kembali ke istana Panaruban.


Di sepanjang Jalan kali ini penduduk nampak menghormatinya dan nampak sungkan tidak seperti tadi saat Jaka dan Dewi keluar dari istana.


__ADS_2