JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Membebaskan kutukan bagian 6


__ADS_3

Bertarung dengan satu mata membuat Raja Matahari sulit melakukan gerakan yang cepat, hingga Dewi yang telah berubah kembali menjadi manusia berhasil menyarangkan pukulanya ke tubuh Raja Matahari.


" Menyerahlah siluman, atau pergilah jauh jauh dan jangan ganggu ketrentaman warga" Teriak Dewi.


Tentu saja perkataan Dewi membuat panas telinga Raja Matahari.


" Buih, buihhhh, kurang ajar, aku belum kalah nona, lebih baik dirimu yang menyerah dan ikut denganku untuk menjadi budaku, ha ha ha ha! Ucap Raja Matahari.


Dewi terlihat marah, ia kembali mencoba menggunakan ajian penyerap daya dan kembali mengubah suhu buntuk membekukan Raja Matahari.


Raja Matahari terkejut melihat bongkahan es tiba tiba bergerak dan menutupi seluruh tubuhnya.


Namun ia terlambat menggunakan ajian panas matahati untuk melumerkan es yang terlanjur membekukan tubuhnya.


Raja Api mundur sejenak melihat, temanya terkurung di balok es, ia pun hendak berusaha menolong, namun Jaka mengetahui maksud Raja Api, hingga ia menambah intensitas serangan dan berusaha memecah konsentrasi Raja Api.


" Jangan coba coba, kau meninggalkan pertarungan, hiat , hiat!"


Jaka kembali melompat dan bergerak cepat sambil membuka lilitan kain yang menutupi pedang suci.


Pancaran cahanya membuat hampir satu wilayah menjadi terang benderang, Raja Api kaget melihat sebuah pedang dengan cahaya yang sangat menyilaukan mata, ia merasakan energi yang tak terhingga terpancar dari pedang tersebut.


Disaat Jaka akan menggunakan pedang suci untuk menghancurkan tubuh Raja Api, tiba tiba si raja api di liputi awan hitam dan kemudian menghilang.


Jaka pun mengurungkan niatnya dan kembali melilit pedang tersebut dengan kain, hingga langit kembali terlihat gelap.


Sementara kali ini Dewi tak mau memberi kesempatan kepada Raja Matahari, hingga ia pun menggunakan ilmu dewa gledek untuk membinasakan Raja Matahari.

__ADS_1


Namun ternyata kilatan yang menyambar justru membuat bongkahan es yang membekukan tubuh Raja Matahari hancur.


Terlihat sekelebat cahaya keemasan melesat ke angkasa dan kemudian menghilang.


Dewi merasa menyesal karena justru jurus dewa gledek, membuat Raja Api dapat melarikan diri.


" Sudahlah Dinda, tak usah kau kejar, aku takut mereka hanya memancing, supaya kita mengejar dan masuk ke dalam perangkatnya" ucap Jaka sambil menangkap tangan istrinya yang hendak terbang mengejar siluman matahari.


Malam semakin larut dan hawa dingin semakin menusuk tulang, Jaka mengajak Dewi masuk ke dalam rumah Gajah Laya dan kemudian mengunci pintu rapat rapat.


Tanpa mereka sadari ternyata Gajah Laya dan Matoa, masih berada di bawah jendela dengan posisi tiarap, karena merasa silau dengan pancaran pedang suci yang mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata.


" Ki Gajah, Matoa, kenapa kalian tidur di sini?" tanya Jaka.


Gajah Laya dan Matoa kaget, ketika melihat Jaka dan Dewi tiba tiba sudah berdiri di belakang.


" Jaka, Dewi, rupanya kalian sudah berhasil mengalahkan kedua siluman itu?" ucap Gajah Laya.


Gajah Laya terdengar menarik nafas dalam dalam," kayaknya sudah saatnya kita bergerak dan mengadakan perlawanan terbuka kepada Raja Mata Satu".


Jaka" Baiklah Ki Gajah, baiknya kita istirahat dulu dan kita rundingkan besok pagi bersama para penduduk!"


Ki Gajah dan Matoa menyetujui usul Jaka, mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat.


Keesokan harinya Gajah Laya menyuruh para warga berkumpul dan segera berunding untuk mengadakan penyerbuan terhadap Raja Mata Satu.


Jaka dan Dewi di tunjuk sebagai pemimpin, sekaligus guru untuk menempa mental dan kanuragan para penduduk sebelum melakukan pertempuran.

__ADS_1


Hari itu juga Jaka dan Dewi sibuk memberi latihan para penduduk yang dengan sukarela menjadi prajurit untuk ikut bertempur.


Sementara itu di sebuah goa yang letaknya cukup jauh dari desa, nampaklah si Raja Api sedang mencoba menyembuhkan Raja matahari yang terluka .


Raja Matahari terus merintih dan matanya terus mengeluarkan cairan berwarna merah seperti bara api.


" Ternyata mereka benar benar kuat kakang!" Ucap raja api.


" Ia adiku, jangan jangan ramakan Resi Ramadipa akan benar benar terjadi dan kita akan binasa!" Ucap raja matahari.


Setelah berhasil menyebuhkan matanya yang luka, raja matahari segera memanggil teman temanya untuk datang dan membantu mengalahkan Jaka bersama istrinya.


Munculah beberapa sosok mahluk menyeramkan di antaranya ada gederuwo dan banaspati yang datang untuk membantu.


Raja mata satu juga semakin risau, ia berniat kembali mengerahkan separuh pasukanya untuk menakuti para penduduk, supaya tak berani bersatu untuk menggulingkan kekuasaanya.


Kali ini Jaka bersama penduduk benar benar dalam ancaman besar, karena bukan saja Mata Satu yang akan menyerang warga tetapi juga raja api dan matahari sudah mengumpulkan para siluman untuk membantunya mengalahkan Jaka dan membumi hanguskan penduduk.


Rupanya ada sebuah rahasia besr yang selama ini di simpan rapat rapat oleh Matoa.


Dulu Matoa adalah abdi dalem dari Raja Arya Semingkir, ia juga banyak tahu tentang seluk beluk istana.


Ada satu ruangan raja yang di anggap sangat sakral dan tak seorang pun boleh memasukinya.


Di ruangan tersebut terdapat batu yang di beri nama Kalimaya, batu yang mampu menciptakan alam ilusi mampu mengubah sebuah negeri sesuai dengan keinginan pemiliknya.


Tentu saja Jaka dan Dewi serta Gajah Laya terkejut bukan kepalang mendengar cerita matoa.

__ADS_1


Bahkan Jaka menyimpulkan bahwa yang di alami kerajaan saat ini bukan kutukan, tetapi Mata Satu menggunakan kekuatan batu tersebut, agar seolah olah wilayah Semingkir menjadi tandus dan penduduknya menjadi kerdil.


Jaka dan Dewi meminta izin kepada Gajah Laya untuk menyusup ke istana dan menyelidiki kebenaran dari batu kalimaya.


__ADS_2