JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Jatidiri Yang Terkuak


__ADS_3

Nilam merasakan kekuatan pedang halilintar mulai melemah sementara itu Ki Munding menyatukan energi keris Pati Geni dengan tenaga dalamnya hingga kekuatanya semakin bertambah. Nilam mulai tersesak oleh pancaran Api yang berkobar sementara pedang halilintar sudah tak mampu membentengi Nilam Hingga ia terus melompat di antara pepohonan menghindari lesatan api yang bersumber di keris Pati Geni.


Nampaknya Tirta yang sedang mencari Nilam mendapatkan petunjuk setelah melihat kilatan dan suara menggelegar dari pedang halilintar. Namun ketika sampai di tempat pertarungan Tirta melihat Nilam kewalahan menghindari luncuran bola api yang mengincar tubuhnya. Tanpa pikir panjang Tirta langsung mencabut Pedang Naga Emas.


Sosok Naga segera keluar melayang di udara membentengi Nilam dari bola bola api. Semburan Api dari Naga Emas dapat menangkal kekuatan Keris Pati Geni.


" Untuk Kanda datang tepat waktu. Kalau tidak mungkin kita sudah tidak bertemu lagi. Rasanya tenagaku sudah habis untuk menghindari api yang terus menghujani ku".


" Makanya kalau pergi pamit dulu, nanti aku kena marah oleh Nyi Andung karena lalai menjagamu"


" Ia kanda aku minta maaf"


Sementara itu Ki Munding dan kebo kenongo serta Logending kaget dengan kemunculan Naga yang entah datang dari mana. Namun Ki Munding paham bahwa itu adalah siluman Naga penghuni pedang Naga Emas.


"Ayo kebo kenongo, Logending cepat kalian padukan kekuatan Lembu sekilan kalian dan menyatukanya dengan Keris Pati Geni . Siluman Naga sangat kuat sedangkan tenagaku sudah mulai terkuras! "


Kebo Kenongo dan Logending segera menyatukan jurus Lembu sekilan namun ternyata Siluman Naga masih terlalu kuat, pancaran api kemerahan dari Keris Pati Geni justru di hisap masuk ke dalam mulutnya.


Sementara itu setelah menghisapnya Naga Emas kembali memutahtahkanya menjadi bola api yang sangat panas menghujani Ki Munding dan juga kedua Muridnya.


Mereka pun kelimpungan sampai harus berguling guling di tanah untuk menghindari api yang akan jatuh menimpanya.


Melihat musuhnya mulai kepayahan, Nilam meminta Tirta untuk menyarungkan Pedang Naga.


" Apa yang terjadi denganmu Nilam, bukankah mereka hampir menyelakaimu? "


" Ia Kang, tapi aku seperti mendapat firasat tentang kakek tua yang memegang keris, mungkin dia mengetahui sesuatu tentang diriku, Kanda"


" Baiklah Dinda"


Ki Munding dan Kebo Kenongo serta Logending terheran heran karena api yang menghunjani mereka tiba hilang begitu juga Sosok Naga Raksasa yang menyerangnya.


Nilam segera melompat dari atas pohon dan mendarat tepat di hadapan Ki Munding.


Untuk sesaat Ki Munding tertegun, kaget melihat wanita yang tiba tiba berdiri di hadapannya. Bibirnya bergerak seakan mau berucap mau tak ada satu katapun yang keluar. Tentu hal itu membuat Logending dan Kebo Kenongo jadi bingung.


" Apa yang terjadi pada guru Kang, ko sampai segitunya melihat wanita itu, dia seperti ketakutan"


" Aku juga tak tahu gending, apa jangan jangan dia terpana dengan kecantikan gadis itu? "


" Ah jangan ngawur nanti guru marah kalau sampe mendengar perkataanmu"

__ADS_1


" Habis aku baru melihat guru seperti itu! "


Sementara Nilam juga merasa bingung melihat Kakek tua di hadapannya tertegun dan sampai matanya berkaca kaca bahkan keris Pati Geni sampai jatuh ke tanah.


" Maaf Ki kenapa engkau melihatku sampai seperti ini, apa kamu pernah melihatku sebelumnya? "


Ki Munding masih terpaku dan tangisnya semakin keras, tubuhnya tiba tiba lemas dan roboh.


Tirta juga merasa heran melihat KI Munding roboh. Untunglah Nilam bergerak cepat menangkap tubuh Ki Munding sebelem jatuh ke tanah.


" Tolong kanda angkat kakek ini dan bawa masuk. Aku jadi semakin yakin bahwa Kakek tua ini mengetahui sesuatu tentang diriku"


Tirta segera membopong tubuh Ki Munding.


Kisanak tolong tunjukan dimana kamar guru kalian. Kebo Kenongo dan Logending yang masih terpaku melihat gurunya kaget dan dengan gugup mereka berlari menunjukan kamar gurunya.


" Maaf Nona, apa sebelumnya kamu pernah bertemu guruku. Kelihatanya dia begitu syok ketika melihatmu? " Kebo Kenongo yang penasaran akhirnya bertanya.


" Maaf Ki sanak aku juga tidak mengetahuinya"


Setelah beberapa saat Ki Munding mulai bisa bersuara.


" Di mana wanita itu Logending? "


" Suruh dia masuk aku ingin bertanya sesuatu"


" Baik Guru"


Logending keluar sementara itu Tirta masih bersama Ki Munding.


" wahai pemuda apa kamu teman dari wanita itu. Kalau boleh tahu siapa nama wanita itu? "


" Oya Ki, perkenalkan namaku Tirta dan temanku bernama Nilam"


"Nilam Sari"


" Ia benar Ki "


Ki Munding segera bangkit dan berlari keluar. Sementara Logending baru sampe di diluar untuk mencari Nilam.


" Maaf Nona guruku memanggilmu"

__ADS_1


Nilam segera bangkit hendak masuk ke dalam rumah namun Ki Munding justru sudah keluar dari kamarnya dan berlari memeluk Nilam.


" Nilam Sari cucuku" Ki Munding menangis tersedu dengan memeluk Nilam.


" Apa maksud Kakek, kakek mungkin salah orang? "


" Tidak sebab wajahmu mirip dengan ibumu Arum Sari, dia adalah ibumu".


" Benarkah itu kek"


Nilam jadi terbawa suasana pipinya juga basah, air matanya menetes. Kebo Kenongo dan Logending tertegun ketika gurunya menyebut nama Arum Sari.


Sementara Tirta tak mau terbawa suasana ia lantas keluar sambil melihat Hutan Kayu yang sangat luas.


Setelah suasana menjadi cair Ki Munding mulai bercerita. " Aku dulu yang membuangmu di sebuah hutan, aku tinggalkan surat agar kalau sudah dewasa jika ingin mengatahui asal usulnya untuk menjadi ke Hutan Kayu. Ini semua adalah kesalahanku yang tidak menyetujui hubungan ibumu dengan seorang pemuda, sebab pemuda itu sebenarnya adalah jin, tapi memang penampilanya sangat rupawan. Suatu waktu ibumu di tolong oleh seorang pemuda saat sedang mencari daun obat, ia bertemu dengan seekor Harimau yang gagal menangkap hewan buruan ya, hingga seketika melihat ibumu, seketika ia hendak menerkam, tiba tiba muncul seorang pemuda yang menolong ibumu.


Hubungan keduanya semakin akrab dan saling jatuh cinta, hingga suatu saat pemuda itu datang untuk melamar ibumu namun aku menolaknya, ibumu yang sangat mencintainya akhirnya pergi menemui pemuda itu dan mereka menikah tanpa restu dariku .


Setelah beberapa bulan berlalu ibumu kembali dengan perut yang sudah buncit. Aku pun menerima ibumu kembali. Namun setelah kamu di lahirkan aku membuangmu dengan mengatakan bahwa saat kamu lahir ayahmu yang membawamu bersamanya. Ibumu sangat terpukul dan kemudian mencarimu dan hingga saat ini aku juga tak tahu keberadaanya..


Ada satu hal yang harus kamu tahu Nilam ayahmu tiba tiba pergi begitu saja tanpa sepengetahuan ibumu. Ayahmu berasal dari bangsa Jin yang tinggal di dalam kerajaan Hutan Kayu Emas dia bernama layung Kencana. Kemungkinan Arum Sari menyusul dan tersesat di sana hingga ia tak bisa kembali. Sekali lagi maafkan perilaku kakekmu ini cucuku"


" Sudahlah kek, aku sudah memaafkanmu. Ini sudah menjadi garis nasib yang harus ku jalani. Aku harus menemukan ibu dan juga ayahku kek. Tolong tunjukan aku di mana kerajaan hutan Kayu emas? ".


" Aku sendiri belum pernah kesana, bahkan aku sudah berkali kali mencoba mencari namun seperti ada kekuatan yang mengaburkan penglihatanku. Hanya orang orang tertentu yang di kehendaki oleh penghuni kerajaan itu untuk boleh masuk".


Ki Munding kembali memeluk Nilam dengan Erat. Kebo Kenongo dan Logending juga menghampiri Nilam dan memeluknya dengan Erat.


" Ternyata kau keponakanku. soalnya saat ibumu pergi kami belum bersama guru. Aku minta maaf atas perilaku kami kepadamu"


" Ia paman berdua aku sudah memaafkanmu"


" Sekarang kami sudah tak menginginkan pedang itu lagi, Nilam. Aku jadi bangga mempunyai ponakan yang sakti. Ngomong ngomong apa Tirta itu kekasihmu? "


" Bukan Paman, dia adalah temanku"


" Dia bohong paman berdua".


Tirta yang sudah memasuki ruangan segera menyahut hingga membuat wajah Nilam tersipu.


" Memang kapan kau pernah menyatakan cinta padaku? "

__ADS_1


Tirta hanya meringis sambil menggaruk kepalanya. Kebo Kenongo dan Logending serta Ki Munding hanya tertawa melihat Nilam dan Tirta yang terus bertengkar seperti anak kecil.


__ADS_2