
Jaka sudah bisa beradaptasi, dan bergabung dengan para pemuda serta para prajurit Kaisar Ciming.
Di suatu pagi Wu Tan tiba tiba datang menemui Jaka. Dia juga terlihat tergesa gesa. Wu Tan memberi tahu Jaka, bahwa Jendral Chong We akan datang untuk melihat latihan. Guru besar Chen yang merupakan guru dari Kaisar Ciming juga ikut hadir. Ia ingin mencari para pemuda yang berbakat dan akan ia bimbing langsung untuk latihan di padaepokanya.
Jaka terlihat semakin bersemangat, ia berpikir mudah mudahan menjadi salah satu orang yang di pilih guru Chen. Wu Tan segera menyuruh Jaka dan para pemuda yang akan menjadi prajurit untuk segera berkumpul. Mereka juga di suruh memperagakan jurus jurus yang telah mereka kuasai.
Sementara itu Jendral Chong dan Guru Chen terus memperhatikan para pemuda yang sedang berlatih.
Jendral Chong berbisik kepada Guru Chen, sambil menunjuk seorang pemuda yang berkulit agak sawo matang.
Jendral berkata bahwa mungkin ia adalah keturunan dari paduan Tionghwa dan Java. Sebuah pulau nan jauh di seberang yang terkenal melahirkan pendekar pendekar yang sakti mandraguna.
Guru Chen tertarik, ia memperhatikan gerakan Jaka, entah kenapa Guru Chen juga merasakan bahwa Jaka bukanlah sekedar pemuda biasa.
Guru Chen melihat ada sesuatu yang istimewa pada dirinya.
Jendral Chong juga tertarik, melihat pergerakan Jaka juga terlihat lebih cekatan. Ia juga tertarik karena Jaka juga warna kulitnya paling berbeda dengan kebanyakan, matanya juga tidak sipit.
Jendral Chong segera mendekati Wu Tan, ia bertanya mengenai asal usul pemuda di depanya, yang berkulit sawo matang, sambil menunjuk ke arah Jaka.
Wu Tan tersenyum, ia justru bertanya kepada sang Jendral, tentunya mereka berbicara dengan bahasa Tibet.
"Jenral, apakah anda tertarik dengan pemuda itu?" tanya Wu Tan.
__ADS_1
Jendrang Chong" Bukan cuma diriku prajurit Wu, Guru Besar juga tertarik, ia melihat bahwa pemuda itu memiliki aura yang berbeda."
Wu Tan segera menjelaskan bahwa pemuda tersebut bernama Jaka, ia berasal dari luar Tibet, ia di temukan oleh ayahnya ketika sedang mencari kayu bakar, sekujur badanya penuh luka, bahkan yang lebih mengerikan hampir semua tulangnya retak, dan beberapa uratnya putus.
Menurut ayahku, ia kemungkinan jatuh dari tempat yang cukup tinggi.
Namun ketika di tanya, Jaka hanya menjawab asal negerinya, ia tak mau bercerita banyak mengenai apa yang terjadi.
Jendral Chong begitu kaget mendengar cerita Wu Tan.
Ia menggeleng gelengkan kepala, Jendral Chong tak habis pikir, bagaimana mungkin dengan luka yang begitu parah ia masih bisa hidup dengan normal.
Kini ia semakin yakin bahwa Jaka memang istimewa.
Guru Chen kembali melihat gerakan Jaka, ia memperhatikan dengan seksama.
Dengan mantap ia menunjuk ke arah Jaka, supaya dirinya maju dan menunjukan kebolehanya di depan Jendral Chong dan dirinya. Jaka segera maju, setelah memberikan salam hormat, Jaka segera memperagakan jurus jurus yang ia pelajari.
Jaka terlihat semakin menjiwai setiap gerak jurus jurusnya, Jendral Chong dan Guru Chen memperhatikan dengan seksama.
Tanpa di sadari Jaka, gerak jurusnya juga berpadu dengan gerakan silat dari negerinya, hingga membuat orang orang yang melihat menjadi kebingungan, karena gerakan Jaka sangat berbeda dengan gerakan kungfu milik orang tibet.
Guru Chen semakin yakin kalau Jaka juga memiliki tenaga chi yang hebat, ia mulai menduga duga bahwa aliran tenaga chi milik Jaka terkunci akibat luka yang ia alami.
__ADS_1
Guru Chen segera menghentikan gerakan Jaka.
Jaka di suruh kembali ke barisan.
Guru Chen berbisik pada Jendral Chong bahwa pemuda yang bernama Jaka harus menjadi salah satu orang yang di pilih karena ia sangat tertarik dengan Jaka Kelana.
Akhirnya Jendral Chong memberikan secarik kertas yang bertuliskan nama nama yang di pilih oleh Guru Chen untuk ia latih menjadi pendekar hebat.
Dan akan di jadikan ajudan untuk mengawal Kaisar Ciming.
Beberapa pemuda mulai maju kedepan setelah namanya masuk dalam daftar.
Jaka juga merasa percaya diri, ia dapat melihat sorot mata Guru Chen yang memang tertarik dengan dirinya.
Jaka segera maju dan berkumpul dengan para pemuda yang di pilih oleh Guru Chen.
Akhirnya terpilihlah sekitar lima puluh orang pemuda dari sekitar dua ribu orang pemuda yang mengikuti latihan.
Pemuda yang tidak terpilih otomatis akan menjadi prajurit. Sementara Jaka dan 49 temanya akan ikut ke padaepokan Guru Chen.
Tak di sangka Kaisar Ciming juga datang untuk melihat latihan para prajurit yang baru saja di lantik.
Ia juga mengucap selamat atas terpilihnya lima puluh calon ajudanya yang baru.
__ADS_1