JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Jalan Masuk


__ADS_3

Nilam tak sabar ingin segera mencari keberadaan kedua orang tuanya. Namun kerajaan Hutan Kayu Emas tidak bisa di masuki oleh sembarang orang. Karena Hutan Kayu terbentang sangat luas dan tidak ada satu petunjuk di mana gerbang masing ke kerajaan lelembut Hutan Kayu Emas.


Ki Munding yang sudah lama tinggal di hutan kayu bahkan belum pernah melihat ada tanda yang menunjukan gerbang kerajaan siluman itu. Bahkan ia berkali kali mencoba menembus dengan penerawangan namun hanyu kabut pekat yang ia lihat.


Melihat Nilam bermuka kecut Tirta segera menghampiri.


" Tak usah sedih Dinda, kita pasti akan segera menemukan pintu masuk ke kerajaan Hutan Kayu Emas"


" Apa kamu mengetahui sesuatu tentang Kerajaan lelembut itu?


" Ya belum tapi aku akan segera mencari tahu, kamu tunggulah di sini biar aku pergi untuk mencarinya"!


" Tidak aku mau ikut Kang"


ki Munding juga sudah tak bisa menahan Nilam lebih lama tinggal bersamanya, karena keinginannya sudah bulat untuk pergi mencari keberadaan ibunya.


Ia juga menyuruh Kebo Kenongo dan Logending ikut bersama Nilam, sementara dia sendiri akan tetap berada di rumah. Siapa tahu Arum Sari akan pulang.


Berangkatlah Tirta dan Nilam beserta kebo Kenongo dan juga Logending.


Mereka menyusuri jalan setapak yang berada di belakang rumah. Jalan itu mengarah masuk semakin dalam ke Hutan. Bahkan warga sekitar juga tak berani memasukinya karena binatang buas masih banyak berkeliaran.


Kebo Kenongo berada di depan beriringan dengan Logending sedangkan Tirta dan Nilam berjalan di belakang.


Jalan masih jarang di lalui bahkan kanan kiri di kelilingi semak semak dan pepohonan yang besar dan menjulang tinggi. Tiba tiba mereka di kejutkan dengan derap langkah babi hutan yang berlari panik di belakangnya nampak seekor Harimau melompat hendak menerkamnya.


Kebo Kenongo segera mengambil ranting, lalu ia aliri dengan tenaga dalam.


" Wussshhh"


Ranting meluncur tepat mengenai perut Harimau hingga membuatnya terlempar. Harimau mengerang kesakitan lalu kemudian lari masuk ke dalam semak belukar. Mereka pun melanjutkan perjalanan.Sampailah akhirnya mereka mentok di sebuah aliran sungai yang airnya sangat jernih, mereka pun meminum airnya untuk menghilangkan dahaga. Sementara itu Kebo Kenongo dan Logending pergi sebentar untuk mencari makanan berupa buah buahan yang terdapat di hutan. Sementara Tirta dan Nilam menunggu di tepi sungai.

__ADS_1


" Kang Tirta, kira kira di mana letak pintu masuk ke dunia lelembut"


" Aku juga belum tahu pasti, tapi aku akan mencoba melihat dengan mata batinku"


Tirta segera duduk bersila dan memejamkan mata. Penerawanganya melayang mencoba menebus alam lain masuk ke dunia lelembut. Terlihat ada sebuah wilayah yang seperti bukit di penuhi dengan kabut yang sangat pekat.


Tirta mencoba menembus kabut itu dalam penerawanganya namun cahaya putih menyilaukan mengganggu pandangannya.


" Bagaimana kakang, apa kau sudah menemukan petunjuk? "


" Belum dinda pandanganku di halangi oleh kabut yang sangat pekat bahkan ketika aku mencoba menembusnya ada cahaya yang menghalangi pandanganku"


Nilam terdiam sejenak berkonsentrasi mencoba melakukan penerawangan, namun yang ia lihat juga hanya asap putih.


Namun tiba tiba mereka di kagetkan dengan suara orang yang sedang berjalan ke arah sungai, Tirta mengajak Nilam untuk bersembunyi di dalam semak semak. Nampak lah dua orang berperawakan tinggi besar berjalan di atas air menyeberangi sungai di seberang sungai terdapat pohon besar. Setelah kedua orang itu menyeberang sungai nampaknya kedua pohon besar itu bergerak dan kedua orang itu kemudian hilang.


Tirta dan Nilam dapat melihat di balik semak belukar.


" Ia aku juga melihatnya, atau jangan jangan pohon itu adalah jalan masuk ke istana Kayu Emas"


Tanpa menjawab perkataan Tirta, Nilam segera melompati sungai dan berdiri mengamati dua pohon besar yang berada di tepi sungai.


Tapi pohon itu nampak biasa biasa saja dan tidak ada sesuatu yang aneh.


Tirta segera menyusul Nilam.


" Dinda, apa kamu menemukan sesuatu? "


" Tidak Kang, pohon ini tetap di tempat dan tidak bergeser seperti apa yang barusan kita lihat".


" Baiklah aku akan mencoba menyerang mereka dengan tenaga dalamku"

__ADS_1


Tirta segera memukulkan tanganya kepada kayu besar di hadapannya.. Nilam kaget melihat pohon itu bergeser menghindari pukulan Tirta. Namun setelahnya dari dalam tanah keluar akar yang terus memanjang dan berusaha melilit Tirta.


Tirta segera melompat menghindar. Namun akar itu terus memanjang memburunya kemanapun ia pergi. Nilam juga kaget ketika dari bawah kakinya keluar akar yang mencoba melilit kedua kakinya. Nilam segera mencabut pedang Halilintar dan memutuskan akar tersebut, namun begitu putus, akar akan tumbuh lagi bahkan semakin mengincar dirinya.


Tirta dan Nilam memasang sikap waspada keduanya terus mengawasi kedua pohon besar yang menjulang tinggi. Tiba tiba tubuh Tirta terasa berat kakinya seperti ada yang menarik hingga kakinya jalan ke depan dan tubuhnya menabrak kayu .


Saat tubuh Tirta akan menabraknya kayu itu seketika terbelah dan tubuh Tirta masuk kedalamnya. Nilam berusaha mengejar namun kayu itu kembali tertutup hingga nyaris saja Nilam menabraknya.


Sementara itu Kebo Kenongo dan Logending nampak kebingungan melihat Nilam yang sedang melampiaskan kemarahanya pada sebuah pohon di hadapanya.


" Nilam apa yang kamu lakukan dengan pohon itu? "


" Paman Gending, Kang Tirta telah masuk ke dalam pohon ini dan kemudian hilang"


Nilam segera menceritakan ketika pohon itu tiba tiba terbelah saat Tirta hampir menabraknya. Logending dan Kenongo mencoba menyerang akar kembali menjalar keluar hendak mengikat mereka.


Kebo Kenongo segera mengeluarkan jurus Lembu sekilan, untuk memutuskan akar yang mulai melilit tubuhnya hingga hancur berantakan. Logending juga melakukan hal yang sama. Kini pohon bergerak membentuk lingkaran seolah olah mengepung ketiganya.


Mereka melompat tinggi melayang menghindari pepohonan yang hendak menjepit ketiganya di tengah tengah. Nilam juga kembali menggunakan pedang halilintar dan berhasil membuat beberapa pohon yang menyerangnya hancur.


Namun ada satu pohon yang paling besar tiba tiba seperti menyedot Nilam untuk masuk ke dalamnya. Awalnya Nilam berusaha bertahan tetapi karena tarikanya begitu kuat tubuh Nilam pun terhisap masuk ke dalam.


Kebo Kenongo dan Logending menjadi kebingungan karena tak bisa menolong Nilam. Namun anehnya ketika Nilam terhisap pohon kembali ke posisi semula. Logending dan kebo Kenongo berusaha mencari Nilam dengan menyerang pohon dengan kekuatan Lembu sekilan. Namun kekuatanya justru berbalik.


" Nampaknya kita harus memberi tahu Guru Kang"


" Ia aku setuju sebaiknya kita pulang untuk memberi tahu guru"


Mereka pun kembali berjalan ke pondok untuk memberi tahu Ki Munding.


Tentunya hal itu membuat Ki Munding sangat khawatir. Akhirnya Ki Munding memutuskan untuk berangkat bersama kedua muridnya menuju sungai untuk berusaha mencari jalan masuk, menyusul Tirta dan Nilam.

__ADS_1


Ki Munding kali ini tak mau sampai berpisah untuk kedua kalinya dengan cucu yang sejatinya sangat ia cintai.


__ADS_2