JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kanuraganya Hilang


__ADS_3

Karpala terus saja memainkan tombak kiai saketi hingga membuat Dewi sedikit kesal.


Seranganya selalu di mentahkan oleh kekuatan tumbak kiai saketi.


" Dinda, apakah kamu membutuhkan bantuan? teriak Jaka yang masih duduk sambil menonton pertandingan.


Sementara itu Surasena dan Kuda Merta telah sampai mereka langsung bergerak menyerang Dewi bersama Karpala.


Jaka segera bangkit dan langsung loncat untuk membantu Dewi Kumalasari.


" Dinda biar sepasang tangan besi menjadi bagianku!" teriak Jaka.


Surasena yang merasa di remehkan terpancing emosi hingga segera melepaskan pukulanya ke arah kepala Jaka kelana.


Jaka yang belum menggunakan tenaga dalam kesakitan ketika tanganya kembali beradu dengan Surasena.


" Ha ha h ha" Surasena dan Kuda Merta tertawa melihat Jaka Kelana tanganya kesakitan.


Jaka segera mengaliri tanganya dengan tenaga dalam lalu ia menghentakan kakinya ke tanah dan terbang melayang sambil melepas pukulan matahari tingkat tiga.


Dengan menggunakan separuh tenaga dalamnya Jaka melepaskan pukulan matahari dan berhasil melempar tubuh Surasena.


Sementara itu Kuda Merta langsung meloncat dan bergerak cepat mengarahkan pukulan tangan besi hingga beradu dengan kekuatan pukulan matahari.


Jaka merasa kekuatan pukulan matahari tidak efektif untuk menahan pukulan tangan besi yang semakin kuat hingga Jaka sampe berjalan mundur.


Kuda Merta terus melangkah maju menekan Jaka, Sementara Surasena sudah bersiap untuk kembali melepas jurus tangan besinya.


Surasena melompat ke atas lalu bergerak dengan kedua tangan mengepal dan mengarahkan pukulanya dan tepat mengenai dada Jaka Kelana.


Kali ini Jaka terlempar cukup jauh dan jatuh di semak semak.


Dewi pun kaget melihat Jaka tubuhnya terperosok ke semak semak, hingga membuat konsentrasinya terpecah.


Karpala melihat kesempatan, ketika melihat ada celah, ia langsung mengangkat tombaknya dan melempar tubaknya ke arah Dewi Kumalasari.


Dewi yang tidak terlalu fokus tidak mengetahui bahwa tumbak kiai saketi melesat ke arahnya.


Untunglah Jaka segera melompat dari semak dan langsung menyambar tubuh Dewi.


Tombak kiai saketi menancap di pohon besar dan seketika meledak hingga pohon tersebut meledak.


" Hati hati Dinda, fokus!" ucap Jaka sedikit emosi.

__ADS_1


" Habis aku khwatir sama Kanda!" balas Dewi.


Sementara ketiga orang musuhnya tertawa, mereka mengejek Jaka dan Dewi yang di anggap penakut karena masih berada di atas pohon.


" Ha ha ha ha, mending kau serahkan nona cantik itu dan akan aku biarkan kau pergi dengan selamat!" teriak Kuda Merta.


Muka Dewi berubah memerah, tanganya mengepal berusaha menahan luapan emosi akibat perkataan yang di lontarkan Kuda Merta.


Dewi mempunyai ide untuk membuat tontonan yang menarik.


" Kanda aku akan mencoba menggunakan jurus pengendali pikiran!" Dewi berkata sambil menunjuk Karpala sebagai sasaranya.


Tiba tiba Karpala merasa aneh ia begitu membenci Kuda Merta dan Surasena, bayangan kemarahan yang biasa di lontarkan Surasena dan Kuda Merta terasa memenuhi isi kepalanya.


Tanpa rasa takut kini, Karpala melompat dan mengambil tumbak kiai saketi dan menyerang Surasena serta Kuda Merta.


" Enyalah kalian dari muka bumi, aku sudah muak selalu di paksa untuk menuruti keinginanmu, hiiiiaaatt!" Karpala melompat dan mengayunkan tombaknya ke arah Surasena dan Kuda Merta.


Dewi dan Jaka masih berada di atas pohon untuk melihat pertarungan.


Karpala yang tidak dapat mengendalikan dirinya akibat pengaruh jurus pengendali pikiran menyerang kedua temanya dengan sangat brutal.


Kuda Merta dan Surasena awalnya tak menduga jika, karpala akan berani menentangnya, karena biasanya ia selalu tunduk untuk menjalankan perintahnya.


" Kakang kita gabungan kekuatan jurus tangan besi untuk menghancurkan tumbak sialan ini!" perintah Kuda Merta.


Surasena segera mendekat, keduanya menyatukan kekuatan.


Sementara Karpala yang tidak mengetahui maksud musuhnya, justru menganggap mereka sedang memulihkan tenaga hingga ia kembali melompat sambil melakukan pukulan tombak kiai saketi.


Tombak kiai saketi hampir saja mendarat telak kepala Surasena namun tiba tiba keduanya mengangkat tangan.


Terjadilah adu kekuatan antara jurus sepasang tangan besi dengan kekuatan tumbak kiai saketi, namun tumbak kiai saketi tak mampu membendung kekuatan besar dari jurus sepasang tangan besi.


Tumbak itu pun hancur dan meledak, Karpala terpental dan tubuhnya menghantam pohon besar hingga meremukan tulang tulangnya.


"Aaakkkhhh"Karpala berteriak kesakitan hingga akhirnya tubuhnya terdiam dan akhirnya tewas.


Jaka dan Dewi segera turun berusaha untuk menolong Karpala, namun rupanya nyawanya telah melayang.


" Sekarang giliran kalian berdua"! Teriak Surasena.


Jaka tak mau mengambil resiko ia menyuruh Dewi mundur dan bersiap menggunakan ajian penghancur Karang untuk menghadapi jurus sepasang tangan besi.

__ADS_1


Jaka menarik nafas dalam dalam ,kemudian ia tahan di rongga dada, setelah di rasa mulai penuh ia alirkan tenaganya menuju telapak tanganya.


Surasena dan Kuda Merta berlari sambil mengeluarkan tinjunya ke tubuh Jaka Kelana.


Setelah dirasa jarak kedua musuhnya sudah dekat, Jaka segera melepaskan pukulan penghancur karang dan beradu dengan kekuatan tangan besi.


Hingga ledakan pun terjadi.


"Dooooorrrr"


Jaka terlempar ke belakang namun masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.


Sementara Kuda Merta dan Surasena terlempar hingga berguling guling. Mereka merasa dadanya panas seperti terbakar api.


" Gila ilmu apa yang di gunakan pemuda itu kakang, tubuhku merasakan panas yang luar biasa!" ucap Kuda Merta sambil memegangi dadanya.


" Jangan jangan ini adalah ilmu kuno yang pernah di ceritakan guru!" balas Surasena.


Namun belum sempat mereka berbicara panjang lebar Jaka segera muncul di hadapan Surasena dan Kuda Merta.


" Maafkan aku, aku terpaksa akan melenyapkan kekuatan kalian, biar kalian tak terus membuat ke onaran!" ungkap Jaka.


Surasena dan Kuda Merta sangat terkejut,mereka mencoba bangkit untuk berlari namun tubuhnya terasa tak bertenaga.


" Jangan jangan tuan pendekar lebih baik aku mati dari pada harus kehilangan semua tenaga dalamku!" ucap Surasena dengan suara yang sedikit parau.


Namun Jaka tak memperdulikanya.


Ia lantas bersiap untuk mengeluarkan jurus pengunci tenaga untuk menghilangkan semua tenaga dalam milik Surasena dan Kuda Merta.


Kuda Merta dan Surasena hanya bisa pasrah saat Jaka menotok beberapa bagian tubuhnya dan mencabut semua tenaga dalamnya.


" Maaf aku hanya mengunci tenaga dalam kalian dan yang ku cabut hanyalah jurus tangan besi yang biasa kalian gunakan untuk berbuat onar, akan aku buka kuncianya jika kita bertemu lagi dan kalian sudah berada di jalan kebenaran!" pungkas Jaka.


Jaka juga menggunakan ajian pengubah suhu untuk mengobati rasa panas yang di alami Surasena dan Kuda Merta.


Kini Jaka menyuruh keduanya pergi.


Surasena dan Kuda Merta seperti sapi yang di patis hidungnya keduanya mulai berjalan pelan sambil menunduk hingga akhirnya tubuhnya tak terlihat terhalang lebatnya semak semak.


" Kakang aku belum pernah merasa menjadi manusia sehina ini, kini apa yang harus kita lakukan !"tanya Kuda Merta.


Surasena" Sebaiknya kita menemui guru, siapa tahu ia bisa mengembalikan tenaga dalam kita!" jawab Surasena.

__ADS_1


Keduanya terus berjalan untuk menemui gurunya di lembah jurug pitu.


__ADS_2