JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kembali Ke Tanah Tibet


__ADS_3

Malam terasa dingin mencekam Jaka dan Dewi terlelap dalam tidurnya. Tiba tiba Dewi kaget karena teriakan Jaka Kelana yang memanggil manggil nama guru Chen.


Dewi segera mencoba membangunkan suaminya karena Jaka terus menyebut nama Guru Chen yang berada di Nagari Tibet.


Dewi menggoyang goyangkan tubuh Jaka Kelana hingga akhirnya Jaka terbangun.


" Kanda,sesungguhnya apa yang kanda alami? " Dewi Kumalasari berusaha bertanya.


Jaka:"Kanda habis bermimpi bertemu Guru Chen. Dalam mimpi guru meminta tolong dan kedua tanganya di rantai. Sungguh mimpi yang menakutkan!"


Dewi:"Jangan jangan guru dalam bahaya?"


Jaka:" Semoga tidak Dinda.Mudah mudahan Guru Chen dan semuanya dalam keadaan baik baik saja."


Malam semakin larut dan kedua sijoli kembali terlelap. Belum lama Jaka tertidur ia kembali bermimpi di datangi oleh Guru Chen dan kembali meminta tolong.


Untuk kedua kalinya Dewi terbangun dan kembali membangunkan Jaka.


" Kanda apa jangan jangan Guru benar benar dalam bahaya?" tanya Dewi.


Jaka kini mencoba berkonsentrasi dan melakukan penerawangan,namun pandangan batinya seakan di halangi oleh luasnya samudra hingga yang nampak dalam penglihatan batinya hanya lautan yang sangat luas dan nampak membiru.


Fajar pun telah menjelma hingga burung burung berkicauan membuat suasana hutan yang sepi menjadi ramai.


Suara monyet juga terdengar bersahut sahutan.Jaka terlihat melamun memikirkan arti mimpinya. Tentu saja melihat orang yang di cintai murung Dewi berucap bahwasanya ia tak keberatan Jika harus kembali berkelana menuju Negeri Tibet, Dewi juga merasa kangen dengan ibu Suri yang telah ia anggap seperti ibundanya sendiri. Apalagi Dewi juga ingin sekali melihat bongkahan bongkahan salju saat musim dingin melanda negeri Tibet.


Mendengar perkataan lembut istrinya ,hati Jaka menjadi sedikit terhibur. Ia pun lantas berdiri dan memeluk istrinya dengan erat.


" Baiklah Dinda ,jika Dinda mau bertemu ibu suri dan melihat Tibet yang di penuhi salju. Tapi sebelum itu aku akan mencari hewan buruan untuk sarapan perutku mulai keroncongan. Dinda tunggulah di sini sambil mengumpulkan ranting kering!" ucap Jaka yang kemudian pergi mencari hewan buruan.


Dewi pun segera berjalan untuk mengumpulkan ranting kering. Tak selang berapa lama Jaka telah kembali dengan membawa dua ekor kelinci hutan.


Keduanya segera membakar kelinci dan disantap dengan lahap.

__ADS_1


Sambil menyantap makanan Jaka dan Dewi berbincang tentang penundaan mencari keberadaan Dewi Kalinggi. Keduanya baru akan melanjutkan pencarian setelah lebih dulu pergi ke Tibet.


Matahari mulai sedikit terik, Dewi segera berubah wujudnya menjadi Elang Raksasa.


Jaka segera melompat ke punggung.


Dewi segera terbang menuju Nagari Tibet.


Sementara itu di negeri Tibet memang sedang terjadi prahara besar ,Kekaisaran Ci sedang di serang oleh Kaisar Feng penguasa Cina bagian Utara. Rupanya para pengikut iblis merah berhasil menyusup dan mempengaruhi pemerintahan Kaisar Feng hingga akhirnya mau menyerang Kekaisaran Ci yang merupakan relasinya.


Kekaisaran Feng memiliki persenjataan yang lebih maju dan modern hingga mereka mampu mengalahkan pasukan Kaisar Ci.


Ternyata dua kerajaan besar Ciming dan leeming tidak mampu untuk membendung perlawanan dari pasukan Feng.


Lebih lebih Kaisar Feng di dukung oleh perguruan Iblis merah yang di gawangi oleh murid utamanya yang bernama Ming Chun. Dia sangat berambisi untuk membalaskan kekalahan gurungnya Wong Fe dan Wong Fu yang dulu dikalahkan oleh Kekaisaran Ci.


Hampir sepekan pertempuran berlangsung bahkan sang jendral Chong harus meregang nyawa di tangan Ming Chun. Sementara Guru Chen dan juga Kaisar Ciming dan Liming di jadikan tawanan dan akan di jatuhi hukuman mati.


Tentu saja ia bertindak sewenang wenang dan banyak membuat kebijakan yang sangat menyengsarakan rakyat.


Rupanya ambisi Ming Chun tak berhenti sampai di situ ,kini ia juga berkeinginan untuk menjadi satu satunya penguasa di daratan Cina hingga ia juga ingin menguasai kekaisaran Feng dan juga menaklukan kerajaan kerajaan di sekitar semenanjung Tibet.


Sementara Jaka dan Dewi yang sedang dalam perjalanan menuju Tibet harus terkendala dengan cuaca yang ekstrim, angin kencang dan petir terus menyambar nyambar hingga Dewi pun terpaksa mendarat dan mencari Desa untuk sekedar menginap.


Tak butuh waktu lama Dewi melihat banyak bangunan yang berada di atas bukit dia pun segera menukik ke bawah dan merubah wujudnya menjadi manusia.


Angin dan petir masih menggema dan hujan lebat segera mengguyur. Jaka dan Dewi berhasil berteduh di sebuah rumah penduduk yang berada di Kaki bukit.


Rumah yang paling sederhana di antara penduduk lainya. Karena guyuran hujan di sertai angin yang semakin besar Jaka memberanikan diri untuk mengetuk pintu dan meminta agar si pemilik rumah membolehkannya masuk.


Ketika pintu di buka Jaka dan Dewi terkejut bukan kepalang ternyata yang membuka pintu adalah seorang anak kecil dengan badan kurus kering. Anak kecil itu tersenyum dan mempersilahkan Jaka dan Dewi masuk.


Namun keduanya kembali tercengang ketika melihat dua orang anak kecil yang merupakan adik dari si anak yang membukakan pintu.

__ADS_1


Tak terasa Dewi menitikan air mata melihat ketiga anak kecil dengan badan kurus kering seperti kurang makan. Tubuh mereka juga terlihat lusuh dan tak terurus.


Dengan penuh iba Dewi Kumalasari bertanya kemana orang tua mereka.


Si sulung yang bernama Saka menjawab bahwa orang tuanya sudah meninggal dunia,dan kini ia yang berperan sebagai orang tua untuk menjaga adik adiknya.


Saka pun bercerita tentang kedua orang tuanya yang di tuduh sebagai tukang teluh hingga akhirnya para warga marah dan menghukum keduanya dengan cara tubuhnya di ikat dengan batu dan menenggelamkanya ke danau yang terletak di bawah bukit.


Saka juga berkata bahwa sampai sekarang ia terus menunggu jasad ayah dan ibunya mengambang di danau namun hal itu tak pernah terjadi.


Jaka yang tak kuasa mendengar cerita Saka tak bisa menahan diri tubuhnya menggigil menahan aliran darah yang bergejolak.


Dewi berusaha menenangkan Jaka,ia melihat Saka dan kedua adiknya ketakutan melihat reaksi tubuh Jaka yang gemetaran.


Setelah Jaka dapat menenangkan diri dan hujan telah reda, Dewi berinisiatif untuk membelikan makanan setelah melihat di dapur tidak ada sedikit makanan yang tersisa. Bahkan air mata Dewi kembali tumpah ketika melihat apa yang anak anak makan. Ternyata mereka menjadikan Tikus hutan untuk menjadi santapan.


Rupanya bukan hanya orang tua mereka yang di bunuh Saka dan kedua adiknya juga di kucilakan oleh warga, tidak ada satupun warga yang mau membantu memberikan makanan ternyata mereka juga melarang anak anaknya untuk bermain dengan Saka dan kedua adiknya.


Sementara Dewi berusaha membeli makanan di rumah warga. Ternyata setelah cukup lama mencari ia berhasil membawa singkong mentah yang berhasil di beli dari salah seorang warga. Ternyata warga tau bahwa Dewi dan Jaka tinggal di rumah Saka hingga mereka enggan menjual hasil kebunnya yang berupa ubi dan buah buahan padahal Dewi memberi bayaran yang cukup mahal.


Jaka cukup heran dengan hasil yang di dapat Dewi yang hanya pulang dengan membawa Singkong.


" Sudahlah Paman,singkong saja bagi kami sudah sangat lezat. Entah berapa lama kami tak makan singkong. Terimakasih Paman!"Ucap Saka.


Mendengar ucapan Saka Jaka kembali menitikan air mata. Kini hatinya kembali merasa teriris dengan ucapan Saka. Jaka berjanji dalam hati akan membuat Saka dan adik adiknya hidup dengan lebih layak sebagai mana kehidupan para penduduk lainya.


Kali mereka pun makan hanya dengan singkong rebus dan air putih.


Namun kebahagiaan jelas terpancar dari sorot mata Saka dan kedua adiknya, mereka berkali kali mengucapkan terimakasih kepada Jaka dan Dewi,karena baru kali ini ada orang yang peduli dengan kehidupan mereka. Bahkan yang memperhatikan justru orang asing yang baru mereka kenal dan bukanlah para tetangga yang berbuat baik padanya.


"Di jaman sekarang memang banyak terjadi hal seperti ini kadang tetangga justru seperti acuh dengan kita dan justru orang asing yang baru kita kenal bisa seperti keluarga""


" Bersambung"

__ADS_1


__ADS_2