JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Juragan Darso


__ADS_3

Nilam membawa Jaka terbang menuju hutan kayu. Namun di tengah perjalanan Nilam mendengar suara orang berteriak minta tolong bahkan teriakan bukan hanya seorang saja melainkan bersahut sahutan.


Asap juga mengepul dari bawah dan mengganggu jarak pandang Nilam saat terbang.


" Kanda sepertinya ada ribut ribut di bawah,lihatlah desa itu sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi?".


Jaka segera menyuruh Nilam untuk terbang agak rendah ,suara teriakan semakin jelas,bahkan kini nampak orang orang berlarian seperti ketakutan.


" Dinda, aku akan memeriksa keadaan di bawah,kamu carilah tempat yang aman untuk berubah wujud,baru kemudian kau susul diriku"


Nilam memelankan kepakan sayapnya setelah jarak cukup rendah Jaka segera melompat turun menuju Desa untuk melihat apa yang terjadi. Baru saja ia mendaratkan kakinya di tanah tiba tiba seorang anak berlari dan menabrak dirinya.


Anak itu pun kesakitan dan menangis.


" Apa yang sedang terjadi di sini dik?"


Anak itu menghentikan tangisnya dan mengamati Tirta.


" Ampun ampun tuan jangan bunuh aku"


Anak itu memelas kepadanya dengan wajah ketakutan . Tiba tiba terdengar suara derap kuda mendekat,tubuh anak tersebut gemetaran. Jaka segera membopong anak tersebut dan melompat ke atas pohon yang berada di seberang jalan.


" Tenanglah dik,aku bukan orang jahat. Kamu ngga usah takut"


"Apa benar engkau bukan orang jahat Ki sanak?"


" Ia percayalah. Sebenarnya apa yang terjadi dengan desa ini?"


Anak itu tak menjawab dan hanya diam badanya gemetaran melihat empat orang di bawahnya berada di atas kuda. Keempat orang itu membawa pedang di tanganya.


" Sial kemana anak itu Kang. Kita harus menemukanya kalau tidak kita akan di marahi juragan!"


Tirta mencoba menenangkan anak itu.


" Tidak usah takut aku aman bersamaku"

__ADS_1


Anak itu mulai tenang namun tiba tiba ia melihat ular sedang berjalan di daunan hingga ia menjerit. Tentu saja keempat orang yang di bawah segera menengadah ke atas.


" Itu itu anak itu ada di atas"


Tirta segera menangkap ular kecil yang berjalan di daun dia melemparnya ke bawah dan mengenai salah seorang yang berada di bawahnya.


" Kurang ajar kau,apa kamu sudah bosan hidup?"


Tirta menyuruh anak yang ia tolong untuk tenang dan berpegangan erat pada dahan pohon. Ia lantas melompat dan mendarat di hadapan ke empat orang penunggang kuda.


" Maaf tuan tuan,sebenarnya apa yang kalian inginkah dari bocah itu?"


Keempat orang itu hanya diam dan langsung menyerang Tirta.


" Dasar orang tidak ada sopan santun di tanya baik baik malah mengajak bertarung" Jaka kembali melompat ke atas pohon.


" He anak muda,turunlah jika kau berani!"


"Ha ha ha,ayo naiklah kesini jika kalian memang laki laki"


Jaka mengejek mereka hingga salah satu orang hilang kesabaran ia melompat dan menapakan kakinya di punggung kuda hingga sampailah ia di atas pohon.


" Weleh weleh,ada bidadari turun dari kayangan Kang"


Nilam menatap ketiga orang itu dengan tajam,kemudian ia bergerak melompat dan menendang ketiga orang itu secara bergantian. Seranganya yang begitu cepat membuat ketiga musuhnya tak bisa menghindar mereka terpental dan masing masing orang terluka,darah keluar dari mulut mereka.


" Kang jangan jangan wanita itu bukan manusia. Sebaiknya kita pergi saja?"


Mereka segera berlari dengan meninggalkan kudanya . Salah seorang yang tadi jatuh dari pohon ketakutan setelah teman temanya kabur .


" Ampun,ampuni saya nona,aku mengaku kalah. Aku hanya di suruh oleh juraganku.Kalau aku menolak dia akan membunuhku"


Nilam memandang dengan sinis hingga lelaki itu ketakutan.


" Baiklah cepat tinggalkan tempat ini sebelum pikiranku berubah" Nilam mengancam,lelaki itu segera naik ke kudanya dan memutar arah kemudian memacu kudanya dengan kuat.

__ADS_1


Sementara Tirta masih bersama anak yang ia tolong." Nama kamu siapa dik?"


" Saya Lana paman.Paman ini siapa?"


" Oh Lana ya, panggil saja Aku paman Tirta dan itu teman paman namanya Bibi Nilam"


Ketakutan Lana sudah berangsur hilang,dia pun segera menceritakan semua yang terjadi di desanya itu.


Rupanya sebenarnya Lana adalah anak dari seorang Kuwuh di desa. Namun ayahnya telah di fitnah oleh juragan Darso yang memang mengincar jabatan ayahnya. Apalagi juragan Darso juga diam diam menaruh hati kepada ibu Lana. Hingga warga mulai terhasut apalagi Darso juga merupakan orang terkaya di desa itu ,banyak anak buah bayaranya yang terdiri dari para jawara.


Lana bercerita di saat ia sedang barsama ayah dan ibunya tiba tiba Darso bersama anak buahnya di bantu beberapa warga menerobos pendopo ." Anak buah ayahku mereka bunuh,sedang ayahku di jadikan tawanan dan di masukan ke penjara sedang ibuku di paksa menikah. Awalnya aku juga ikut di tangkap dan akan di jadikan sandera supaya ibu mau menikah dengan juragan Darso . Rumahku juga mereka bakar,untunglah aku bisa meloloskan diri di bantu warga yang mendukung ayahku, aku tak tahu nasib mereka sekarang ,paman"


Tirta mengusap kepala Lana yang bercerita sambil berurai air matanya ,nampak jelas kesedihan di dalam hatinya. Nilam berusaha menghibur Lana dan berjanji akan membantunya membebaskan Ayah dan ibunya dari tawanan juragan Darso.


" Lana apa kamu punya kerabat yang bisa menampungku,karena aku tak mungkin mengajakmu bersama ke rumah Juragan Darso karena sangat berbahaya?"


 " Ada bi,ada si mbok yang mengasuh waktu aku kecil dan rumahnya ada di desa sebelah"


Tirta dan Nilam mengantarkan Lana Ki tempat simbok yang mengasuhnya waktu kecil,lalu dia meminta Lana untuk memberi tahu ciri ciri ayah dan ibunya yang di tawan oleh juragan Darso.


" Hati hati paman,bibi. Semoga kalian berhasil menyelamatkan orang tuaku"


" Kamu bantu doa ya,biar di lancarkan semuanya?"


" Aaaaamiiiin,paman Tirta"


Tirta dan Nilam segera menghentakan kakinya seketika tubuhnya malayang dan dalam sekejap mereka hilang dari pandangan mata. Sementara itu keempat orang yang di tugaskan mencari Lana justru harus mendapat hukuman setelah gagal membawa pulang Lana bersamanya.


Mereka di cebloskan ke tahanan bareng sama Ayah Lana.


" Kenapa kalian malah di tahan oleh Darso bukankah kalian sudah menjadi antek anteknya"


" Maafkan kami Ki Kuwuh, kami khilaf habis juragan Darso mengancam "


" Ia sudahlah aku sudah memaafkan kalian. Yang penting kita harus mencari cara untuk keluar dari sini aku akan berusaha menyelamatkan istriku"

__ADS_1


Mereka segera menyusun rencana agar bisa keluar tanpa di ketahui para penjaga. Tirta menyuruh Nilam menunggu di luar sementara ia masuk untuk melihat situasi. Dia segera menggunakan ajian selimut asap agar dirinya tak dapat di lihat. Dia pun berjalan mengitari rumah juragan Darso untuk mencari letak penjara yang menahan Ki Kuwuh dan juga istrinya.


Bersambung.


__ADS_2