
Lana bersama kedua orang tuanya akhirnya kembali ke desa . Sementara Juragan Darso harus bertanggung jawab segala kejahatanya selama ini.
Dia juga harus mengklarifikasi atas fitnah yang sudah menyebar ke seluruh desa. Ki Kuwuh pun bermusyawarah dengan Warga kira kira hukuman apa yang pantas di dapatkan. Ada seorang warga yang memberi usul supaya harta juragan Darso sebagian harus di berikan untuk pembangunan desa serta rumah Ki Kuwuh yang telah ia bakar. Ki Kuwuh juga meminta kepada Tirta untuk memusnahkan ilmu Iblis bayangan, karena karena ilmu itu Juragan Darso yang tadinya baik perilakunya jadi menjadi jahat.
Desa pun kembali damai, Tirta dan Nilam kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini perjalanan mereka berjalan mulus tanpa kendala sebuah Desa yang letaknya dengan Hutan Kayu juga sudah nampak. Nilam segera mempercepat kepakan sayapnya dan tibalah mereka di desa Kayu Waru yang sangat dekat dengan Hutan Kayu yang menjadi tempat kerajaan Jin kerajaan Hutan Kayu Emas.
Tirta dan Nilam mencari penginapan untuk makan karena mulai merasa lapar. Mereka juga akan mencari informasi lebih dalam tentang kerajaan Hutan Kayu Emas.
Setelah bertanya kepada warga akhirnya mereka menemukan kedai makan sekaligus penginapan. Nilam segera memesan makanan dan juga memesan dua kamar untuk mereka beristirahat.
Suasana kedai sangat ramai bahkan setiap bangku hampir penuh di duduki orang yang memesan makanan. Apalagi banyak juga orang yang datang dari luar, mereka juga ingin menuju Kerajaan Hutan Kayu untuk ritual pesugihan.
Nilam dan Tirta menyantap makananya dengan lahap, di sisi lain terlihat dua orang lelaki yang tampangnya seperti pendekar mengawasi. Mereka tertarik dengan pedang yang di bawa Tirta maupun Nikam.
" Kang bukanlah itu adalah Pedang Halilintar dan Pedang Naga Emas. Lihat warangkanya sesuai dengan apa yang guru pernah ceritakan? "
" Ia benar katamu Kebo Kenongo, itu sangat sesuai dengan apa yang guru katakan? "
Rupanya dua orang itu adalah Kebo Kenongo dan juga Logending dua orang pendekar dari bukit saba yang terkenal dengan jurus andalanya Jurus Lembu sakilan. Ilmu yang bisa membuat pemiliknya kebal terhadap senjata, ilmu itu juga dapat menghancurkan batu sebesar Lembu.
Kebo Kenongo dan juga Logending terus bercakap mengenai dua orang muda mudi yang sedang lahap menyantap makananya.
Mereka terus menatap kedua pedang yang terikat di pinggang Nilam dan Tirta.
Tirta dan Nilam sudah selesai makan mereka lantas pergi ke pemilik kedai untuk membayar, Kebo dan Logending terus mengawasi. Kali ini Tirta dan Nilam mulai ada kecurigaan melihat gelagat yang aneh dari kedua orang yang terus mengawasinya.
" Lihat Kanda, kedua orang itu nampak mengawasi kita! "
" Aku juga sedari tadi menaruh curiga kepada kedua lelaki itu, agaknya mereka mengetahui pedang yang kita bawa ini. Sebaiknya kita keluar dari kedai ini dan memancing mereka aku tak mau jika sampai ada keributan dan membuat kedai ini hancur".
" Ia aku setuju, kanda, sekalian kita mencari tahu tentang Desa ini, siapa tahu juga aku bisa menemukan seseorang yang bisa memberitahuku akan asal usul ku? "
__ADS_1
Tirta dan Nilam berjalan berkeliling nampak sesekali mereka juga menyapa orang yang berpapasan, penduduk di desa nampak ramah. Sementara itu Logending dan Kebo Kenongo sudah tak mau menyembunyikan ketertatikanya terhadap pedang Naga dan juga Pedang Halilintar. Mereka segera menghadang jalan Tirta dan Nilam ketiga berjalan di jalan yang sepi.
" Berhenti Kalian dan cepat serahkan pedang yang kalian bawa! " Kebo Kenongo berbicara sambil berkacak pinggang.
" Maaf pendekar ini hanya pedang biasa"
Tirta menjawab pertanyaan sambil menunduk, dia tak ingin ada keributan. Namun Logending justru mencoba merampas pedang yang ada di pinggang Nilam. Nilam yang awalnya hanya menunduk segera menangkis tangan Logending yang akan menyambar pedang di pingganya. Bahkan cepat cepat Nilam mencoba menangkap tangan Logending dan kemudian di pelintir hingga tubuh Logending ikut berputar dan jatuh tengkureb.
Kebo Kenongo justru tertawa melihat Logending berusaha bangun sambil giginya meringis menahan sakit..
" Dasar sialan bukanya menolong malah di tertawakan. Kurang ajar kau nona manis sekarang aku akan menghajarmu"
Tirta menyeret tangan Nilam dan segera membelakanginya.
" Kamu mundur Dinda, biar aku yang menghadapi? "
" Oh rupanya ada yang mau sok jago kang"?
" Lumayan juga ilmumu bocah. Sekarang terima jurusku ini"!
Kebo Kenongo menarik nafas dalam dan menahan nafasnya di dada. Tanganya di kepal. Tirta dapat merasakan tenaga yang luar biasa dari musuh yang sedang ia hadapi.
Namun Tirta juga baru sadar bahwa keributan mereka memicu para penduduk untuk datang. Malah terlihat puluhan orang berkumpul menonton pertarungan antara dirinya dan juga kebo Kenongo. Namun karena jarak mereka yang terlalu dekat jadi akan sangat berbahaya.
" Maaf pendekar kayaknya waktunya kurang tepat aku pergi dulu" Tirta segera mundur dan menarik Nilam dan pergi meninggalkan pertarungan.
Tentunya Logending segera mengejar, sementara Kebo Kenongo segera menarik kembali kekuatanya dan menutup jurus Lembu sekilan. Dia juga ikut menyusul mengejar Tirta serta Nilam.
Setelah memasuki Hutan dan jauh dari desa Tirta dan Nilam berhenti.
" Maaf Pendekar bukanya kami takut, tapi aku hanya ingin melindungi para penduduk dari ancaman ilmu Lembu sekilan"
__ADS_1
" O rupanya kau bukan orang sembarangan , aku jadi ingin menjajal ilmumu" Kini Logending yang berdiri di depan Tirta. Sementara Kebo Kenongo langkahnya di hadang oleh Nilam.
" Jangan kau halangi langkahku Nona, aku tak ingin melukai seorang wanita"
Nilam tersenyum dan memberi isyarat dengan jarinya supaya Kebo Kenongo maju. Namun Kebo Kenongo belum teroancing.
" Baiklah akan ku buat kau babak belur kisanak! " Nilam segera bergerak menghentikan kakinya ke tanah tubuhnya segera naik cukup tinggi badanya memutar dan berhasil menendang kepala Kebo Kenanga.. Tentunya Kebo Kenango yang tak menduga akan di serang secepat itu tak bisa menghindar namun ia masih bisa menagkis dengan tangan kanannya.
Nilam mengalirkan tenaga dalamnya ke ujung kaki, tangan Kebo kenanga mulai terasa berat dia juga mengalirkan tenaga dalamnya ke ujung jari untuk menahan pergerakan Nilam.
Namun Nilam terus memperkuat aliran tenaga dalam hingga Kebo Kenongo sampai terhuyung mundur ke belakang..
" Baiklah kalau itu maumu, Nona aku jadi tak segan lagi".
Kebo Kenongo segera melompat bergerak menggunakan kecapatan tanganya menyerang Nilam. Nilam masih bisa menghindar dan membuat Kebo Kenongo makin bersemangat untuk menyerangnya.
" Ayo Kisanak keluarkan semua kemampuanmu! " Nilam terus memancing dan membuat Kebo Kenongo kembali menggunakan ajian Lembu Sekilan.
Kebo Kenongo berdiri dan memberi isyarat agar Nilam menyerangnya. Nilam segera melepas tendanganya ke arah dada Kebo Kenongo tanganya juga meninju wajahnya.
Namun Nilam kaget ketika tubuh Kebo Kenongo menjadi sejeras baja, hingga ia merasakan kaki dan tanganya linu.
" Ha ha ha, ayo tunjukan semua kemampuanmu nona"!
Nilam kali ini menggunakan jurus Tangan Dewa Beracun.
Dia segera meluncur seperti busur panah tanganya lurus ke depan mengincar dada Kebo Kenongo. Namun pukulan beracun miliknya juga tak ada efek berarti, Kebo Kenongo tetap berdiri diam tak bergerak dari posisinya.
Sementara itu Tirta dan Logending juga sudah berjibaku saling melepas pukulan dan tendanganya, namun mereka masing saling menjajaki kekuatan musuhnya.
bersambung
__ADS_1