JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Dasarupa vs sri cempaka


__ADS_3

sri cempaka terus mengayunkan pedangnya membabat musuh dengan tanpa ampun..


kini ia juga dapat melihat dasarupa bertarung dengan raja dan ratu kerajaan wisma kencana..


Ia pun terbang ke tengah tengah pertarungan..


Dasarupa kaget melihat wajah sri cempaka,ia sama sekali tak menduga bahwa istrinya masih hidup..


Ia pun seolah tak percaya,melihat dasarupa terpana dengan kehadiranya,sri cempaka tak menyia nyiakan kesempatan..


Ia segera membabat tubuh dasarupa dengan kedua pedangnya..


sri cempaka kaget ,ketika pedangnya patah ,ketika di tangkis oleh kedua tangan dasarupa..


Sudahlah dinda,kau tidak bisa melukaiku hanya dengan sebuah besi..


mending kau balik saja ke karang kekal,aku akan sangat gembira,,ha ha ha..


Dasarupa pun kembali bertanya kepada sri cempaka ,tentang anaknya..


namun ia tidak peduli dan terus menyerang dasarupa..


kini raja jaya wijaya dan dewi ambarwati pun ikut menyerang ..


mereka akhirnya menggabungkan kekuatanya,dan melepaskan pukulan tenaga dalam ke arah dasarupa.


Kali ini dasarupa terpental ,ia pun jatuh di kerumunan prajurit yg sedang bertarung..


Ia segera bangkit dan terbang mendekati ketiga lawanya ..


kali ini ia nampak bringas ..

__ADS_1


ia pun sudah melupakan cintanya kepada sri cempaka dan dewi ambarwati.


Dasarupa begitu berambisi menghabisi ketiganya..


beberapa pukulan pun berhasil mengenai ke tiga lawanya itu..


raja jaya wijaya tidak kuasa menyaksikan dewi ambarwati dan sri cempaka menjadi bulan bulanan..


Ia segera menggunakan ajian halimun,seketika tubuhnya hilang dari pandangan mata..


Dooorrr..


sebuah pukulan dengan tenaga yg besar tepat menghujam di dada dasarupa ..


kali iya meringis kesakitan ,darah hitam pun terlihat menetes..


Dasarupa malah tertawa,,ha ha ha ha..


Dasar pengecut kau jaya wijaya beraninya main petak umpet denganku..


sebuah pukulan kembali mengenai tubuh dasarupa ..


kali luka di dadanya semakin membesar..


Namun seketika angin semilir menerpanya dan menyembuhkan luka dasarupa..


Langit merah mulai berwujud tandanya matahari akan segera tenggelam..


suara terompet berbunyi..


sesuai aturan yang telah mereka sepakati bahwa hari pertama melakukan perang sampai matahari terbenam..

__ADS_1


Baru hari keduanya mereka akan melakukan gerilya sampe ada satu pihak yang memenangkan pertandingan..


para pasukan dari kedua belah pihak pun mundur..


Dasarupa terlihat geram,,ia pun mengumpat dan berjanji bahwa esok pagi adalah akhir dari kehidupan jaya wijaya..


Ia pun segera terbang menuju kemah..


sementara ,raja jaya wijaya dan dewi ambarwati serta sri cempaka berjalan pelan menuju tenda..


Rupanya mereka mengalami luka dalam akibat pukulan dasarupa..


Sri lodaya pun berlari begitu melihat ibunya berjalan dengan tertatih tatih..


Ia pun memapah ibunya ,dan membawanya masuk ke tenda pengobatan..


sambil memapah ibundanya sri lodaya terus menanyakan,apakah luka itu akibat pertarungan dengan ayah dasarupa..


sri cempaka terdiam ,namun air matanya tiba tiba berjatuhan ketika sri lodaya terus mencecarnya dengan pertanyaan yang sama..


sri cempaka dadanya nampak penuh menahan amarah,ia kembali mengingat masalalu..


Sri lodaya pun mengerti,ia pun bersujud di kaki sri cempaka,sri lodaya bersumpah akan membalas sakit hati ibunya,walaupun ia harus membunuh ayah kandungnya sendiri..


sri cempaka pun semakin larut dalam kesedihan..


ia pun akhirnya jatuh di pangkuan sri lodaya..


Sri lodaya segera membopong tubuh ibundanya memasuki tenda, untuk mendapatkan pengobatan..


sementara pasukan dari kencana banyak yang gugur ,,mayat mayat di kumpulkan oleh para prajurit mereka di kubur secara masal..

__ADS_1


puluhan ribu orang harus meregang nyawa,pada awal peperangan ..


padahal dasarupa belum mengerahkan semua pasukanya..


__ADS_2