JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Goa lawang sewu


__ADS_3

Setelah merobohkan beberapa pohon kecil yang menghalangi mulut goa,bergegaslah Ki Wangsa berjalan mendekati mulut goa yang tertutup oleh batu besar.


Jaka serta Dewi segera menyusul dan membantu Ki Wangsa yang sedang kepayahan berusaha menggeser batu besar yang menutup mulut goa.


Jaka segera menggunakan tenaga dalamnya dan berusaha menggeser batu penutup mulut goa.


Tak butuh waktu lama ,batu penutup segera bergeser mulut goa terlihat menganga.Ki wangsa segera menyuruh Jaka dan Dewi untuk memasuki goa sementara dirinya masih terlihat mengatur nafas yang berantakan akibat menggeser batu penutup mulut goa.


Jaka dan Dewi masuk ,mereka nampak kebingungan harus memulai pencarian dari lorong yang mana,karena goa itu memiliki banyak lorong yang sama persis .


Bahkan lorong lorong saling bersambung antara satu dan lainya,hingga membentuk sebuah labirin yang memanjang.


Jaka segera mengambil gulungan kambing dan membukanya,ia mencoba mencari petunjuk untuk memecahkan labirin di goa lawang sewu.


Sementara itu Ki Wangsa seakan terpaku memandang lorong goa yang yang begitu banyak,ia pun hanya menggaruk garuk kepalanya karena kebingungan.


Setelah sekian lama mencari ,akhirnya Jaka menemukan sebuah tulisan yang isinya adalah bahwa goa lawang sewu hanya dapat di masuki oleh seseorang dan dengan cara berjalan mundur,matanya pun harus di tutup dengan kain.


Orang yang masuk harus mengandalkan instingnya,di dalam petunjuk juga terdapat tulisan yang berbunyi bahwa orang yang masuk labirin belum tentu bisa keluar dengan selamat.


Tak mau menunggu lama Jaka segera memohon izin kepada Dewi Kumalasari dan Ki Wangsa untuk segera memasuki lorong labirin.


Dewi berusaha tegar dan akan menerima segala kemungkinan yang terjadi.Jaka segera mengambil sedikit kain yang di gunakan untuk melilit pedang suci ,ia segera mengikatkan di kepalanya guna menutup kedua matanya.

__ADS_1


Ia mulai berjalan mundur dan menggunakan insting sambil sedikit meraba dinding goa.Setelah beberapa saat berjalan mundur Jaka di kejutkan dengan ribuan semut yang tiba tiba muncul dan menggerayangi tubuhnya,bahkan Jaka hampir saja membuka tutup matanya.


Namun buru buru ia mengurungkan niatnya ,rupanya Jaka teringat tulisan di kulit kambing yang menyebutkan bahwa bagi siapa saja yang membuka kedua matanya saat memasuki labirin ,maka ia akan tercebak di dalam labirin untuk selama lamanya.


Jaka kelana kembali mengencangkan ikatan kain untuk menutup matanya,ia pun kembali menggunakan instingnya dan kembali berjalan mundur,sementara semut semut yang menggerayanginya ,kini mulai berangsur angsur lenyap.


Jaka juga berusaha mengusap bagian lenganya yang terasa penuh dengan semut yang merayap dan menggigit lenganya.


Jaka terus berjalan mundur tiba tiba tubuhnya terasa melayang ,kali ini ia tak berusaha menolak dan mengikuti kemana energi yang menariknya.


Sampe akhirnya tiba tiba terdengar suara yang menyuruhnya melepas kain yang menutupi matanya.


Jaka berusaha tidak menghiraukan suara yang terus memanggilnya,ia terus melangkah mundur sampe akhirnya,tubuhnya membentur dinding goa.


Jaka berusaha meraba dinding dan mencari lorong ,namun kali ini lorong telah lenyap dan yang ada hanyalah dinding goa yang tak berlobang.


Kali ini Jaka mencoba menuruti suara yang memanggilnya ,ia membuka kain yang menutupi matanya dan mencoba mengamati ruangan yang tak memiliki celah.


Jaka terkejut ketika melihat sebuah kotak kayu yang memancarkan cahaya,ia segera mendekat dan membuka kotak kayu yang berisi cambuk api cemeti amara suli.


Ketika Jaka membuka kotak tersebut terdengar suara rintihan orang meminta tolong,yang berasal dari balik dinding goa.


Suara tersebut juga menyuruh Jaka Kelana untuk mendekati sebuah batu kecil dan menggesernya.

__ADS_1


Jaka segera menuju batu kecil yang tak jauh dari tempatnya berdiri,tanpa pikir panjang ia pun menggeser batu tersebut,dan akhirnya dinding goa terbuka .


Jaka terkejut melihat sesosok wanita yang rupawan di dalam sebuah kerangkeng besi,perempuan itu terus merintih dan berteriak agar Jaka mau menolongnya.


Jaka berusaha mengamati sosok perempuan yang meminta pertolonganya,ia pun mulai berpikir bahwa perempuan di hadapanya adalah Mak Lampir yang di tawan oleh Kiai Agung Prayogo.


Jaka pun teringat bahwa ia harus berhati hati untuk mengambil Cambuk Api Amara Suli ,dan jangan sampe kekuatan api yang keluar dari Cambuk Api melunturkan mantera yang mengurung Mak Lampir.


Jaka segera memutar badanya dan keluar dari ruangan tersebut ,ia pun kembali menggeser batu dan membuat dinding goa kembali tertutup.


Sementara kotak kayu telah terbuka dan Cambuk Api terbang melayang di atas kotak kayu.


Tanpa pikir panjang Cambuk Api segera ia pegang.Jaka pun merasakan kekuatan yang sangat dasyatt ketika tanganya menggenggam gagang cambuk.


Bahkan Cambuk Api di liputi api yang berkobar dan memancarkan panas yang luar biasa.Jaka pun mengaliri tubuhnya dengan tenaga dalam untuk menahan hawa panas yang menyelimuti ruangan tempat ia berdiri.


Rasa penasaran membuat Jaka segera mengayunkan tanganya dan mencoba kekuatan cambuk api.


Api yang menyala nyala menyebar dan mulai membakar dinding goa,tanpa sengaja Jaka pun menyentuh batu dan menggesernya sehingga dinding goa kembali terbuka,dan kekuatan panas yang berasal dari Cemeti Amara Suli segera melunturkan mantera pelindung .


Mak Lampir tertawa terkekeh kekeh ia pun segera menghacurkan kerangkeng besi dan menghancurkan dinding goa .


Menyadari bahwa Mak Lampir telah kabur Jaka berusaha mengejarnya,namun Lampir menyadari bahwa kekuatanya belum pulih setelah lama terkurung di dalam kerangkeng besi,ia pun memilih kabur.

__ADS_1


Jaka kembali berusaha mengejar Lampir namun ia kehilangan jejaknya.


Jaka segera menyadari bahwa hutan di penuhi api akibat aura panas yang terpancar dari cambuk yang ia pegang,Jaka cepat cepat kembali ke dalam goa dan mengambil kotak kayu dan memasukan Cambuk Api kedalamnya dan menutup rapat rapat.


__ADS_2