
Angin berhembus dengan kencang,Jaka merasakan otot otot di tubuhnya membesar.Kekuatan tenaga dalamnya bertambaj menjadi sepuluh kali lipat.
Kini Jaka mencoba pukulan matahari ,ia mengarahkanya ke tubuh Darma Wisnu yang berdiri dibawah gerbang istananya.
Pukulan matahari tenaganya menjadi berlipat lipat,tembok benteng istana atas awan roboh dan hancur terkena pukulan matahari.
Sementara Darma Wisnu masih kokoh berdiri di antara puing puing tembok yang hancur.Kali ini Darma Wisnu kembali membaca mantera dan menarik busur sentanu.Sebuah anak panah dengan cahaya kemerahan melesat mencoba menembus tubuh Jaka.
Jaka bersiap sambil mengeluarkan ajian penghancur karang.Kedua kekuatan kembali beradu dan menyebabkan goncangan di istana atas awan.Kali ini beberapa atap bangunan istana atas awan mulai berjatuhan akibat gunjangan besar.Bahkan beberapa bangunan roboh dan hancur.
Para dayang dan selir serta Ratu istana atas awan berlari berhamburan menyelamatkan diri.Melihat istananya roboh ,raja Darma Wisnu mulai kehilangan konsentrasi.
Jaka tidak mau menyia nyiakan kesempatan,ia kembali menggunakan ajian penghancur karang.
""""Baaaaaammmm"""
Tubuh Darma wisnu terpental hingga menembus beberapa dinding bangunan.
Kali ini Darma Wisnu merasakan tubuhnya panas ,tulang tulangnya seakan remuk.Darma Wusnu berteriak memanggil para prajurit yang tersisa,para prajurit segera berlari .
Mereka mengepung Jaka Kelana ,hampir ratusan orang dengan senjata lengkap berlari ke arah Jaka.
Sementara Jaka hanya tersenyum,seakan tahu maksud tuanya pedang suci tiba tiba keluar dari tubuh Jaka.
Pedang tersebut terbang meliuk liuk dan membuat seratus prajurit yang menyerang Jaka tergeletak di lantai.
Mereka semuanya tewas ,bahkan beberapa anggota badan terpisah.
Jaka segera berlari mencari Darma Wisnu ,namun sosoknya tak terlihat.
Rupanya Darma Wisnu butuh sedikit waktu,buat menyembuhkan lukanya ,akibat pukulan penghancur karang.
Terlihat juga Darma Wisnu menelan sebuah benda kecil,ia menyebutnya sebagai Kacang Dewa,dengan memakan kacang dewa maka tenaganya juga bertambah menjadi berlipat lipat.
Setelah dirasa tubuhnya kembali bugar dan tenaganya bertambah,Darma Wisnu terbang kembali dan langsung melepkan tinju,untunglah Jaka sigap untuk menghindar.
__ADS_1
Pertarungan semakin sengit ,keduanya saling beradu kecepatan dan bergantian menyerang.
Bahkan karena pergerakanya super cepat ,hanya terlihat sekelebat dua cahaya berwarna putih dan merah yang saling beradu.
Sementara di bawah ,Raja Jaya Wijaya dan Dewi Ambarwati serta para punggawa dan prajurit terkejut melihat dua cahaya saling beradu di angkasa.
Resi Somala yang penerawanganya sangat tajam menjelaskan bahwa dua cahaya yang beradu adalah Jaka Kelana dan Darma Wisnu yang sedang bertarung.
Tentu saja semua yang mendengar merasa takjub sakaligus cemas,mereka berharap dan berdoa agar pertarungan segera usai dan Jaka dapat memenangkanya.
Mereka cemas kalau pertarungan tak kunjung usai dunia akan hancur,karena kini daratan terlihat begitu luas,tak satupun pepohonan terlihat berdiri,semuanya tumbang akibat dasyatnya pertarungan.
Bahkan goncangan demi goncangan masih sering mereka rasakan.Kedua cahaya masih terlihat saling kejar kejaran dan bertabrakan,api juga terlihat menyembur di angkasa ,akibat dua cahaya saling berbenturan.
Semua manusia yang berada di bawah menengadah ke atas menyaksikan dua cahaya yang saling beradu.
Suasana terlihat begitu menyedihkan,tangisan menghiasi seluruh pencuru,anak anak menangis karena kehilangan kedua orang tuanya,mereka berlari kesana kemari.
Sementara itu beberapa orang saling berpelukan ,mereka sudah pasrah kalau ajal menjemput yang penting mati bersama sama.
Kembali ke pertarungan,Jaka dan Darma Wisnu masih terlibat duel yang sangat seru.Keduanya sama sama menunjukan kekuatan yang hampir seimbang.
Darma Wisnu bersiap menyambut energi bergelombang dari ajian penyerap daya,ia juga melepaskan ajian pukulan batu bintang.
Dua kekuatan besar kembali beradu di angkasa,bumi kembali bergunjang hebat,namun orang orang kini sudah terbiasa hingga mereka masih tetap berdiri sambil terus melihat ke atas.
Menyaksikan dua cahaya saling bertabrakan.
Kali ini giliran Darma Wisnu ,ia kembali menarik busur sentanu,dan mengarahkan anak panak tepat di arah jantung Jaka Kelana.
Jaka berusaha menahan dengan ajian penyerap daya,namun kali ini energi dari panah sentanu bertambah berkali lipat ,hingga panah itu berhasil menerobos pertahanan Jaka Kelana.
Untunglah Jaka sedikit mnggerakan tubuhnya,hingga anak panah pun mengenai lengan kirinya.
Tubuh Jaka terpental dan jatuh membentur tanah dengan keras.Tanah berlubang sangat dalam .
__ADS_1
Semua orang terdiam melihat sebuah cahaya putih jatuh dari ketinggian dan membentur tanah .
Ledakan besar juga terdengar ketika cahaya yang jatuh mengenai daratan.
Resi Somala berlinang air mata,hingga membuat semua yang melihatnya menjadi was was.Sementara itu dua sosok bayangan segera terbang mendekati lubang tanah yang menganga.
Keduanya adalah Kiai Agung Prawoto dan Sang Ismoyo,keduanya bergerak cepat masuk ke dalam lobang dan cepat cepat membawa tubuh Jaka ke permukaan.
Dewi Kumalasari dan Dewi Lanjar segera berlari begitu mengetahui bahwa yang membentur tanah dan meledak adalah Jaka kelana .
Keduanya menangis dengan keras,hingga membuat semua orang ikut berlari mendekat.
Dengan cepat Kiai Agung dan Sang Ismoyo segera memberikan hawa murninya,sementara mata Jaka terlihat terpejam,nadinya juga sangat lemah.
Sementara itu Darma Wisnu segera meluncur dan mendarat tepat di hadapan kerumunan ,orang orang yang mengelilingi Jaka Kelana.
Darma Wisnu tertawa terbahak bahak.
"Ha ha ha ha ,mampuslah kau anak muda,sekarang aku lah penguasa tunggal dunia ini ,ha ha ha ha"".
Ucapan Darma Wisnu membuat para prajurit yang masih tersisa marah,rasa takut mereka seakan hilang melihat junjungan mereka di hina oleh Darma Wisnu.
Sontak mereka kembali mencabut pedangnya dan berlari menyerang Darma Wisnu.Darma Wisnu nampak tenang ia justru tertawa..
"Ha ha ha ha ha,mau mati konyol kalian,"!!!ucap Darma Wisnu sambil menghentakan kakinya ke tanah.Tanah seketika terlebah ratusan prajurit masuk dan terkubur di dalamnya.
Sri Lodaya ,dan Ki Padang Jagad merasa geram melihat para prajurit menjadi korban Darma Wisnu.
Keduanya segera melompat dan menyerang Darma Wisnu.
Dewi lanjar juga tak dapat menahan emosi ,ia lantas terbang dan ikut membantu Sri Lodaya.
Terlihat juga Dewi Kumalasari dan Ranaya Kandi ,mereka juga melesat dan menyerang Darma Wisnu.
Kini Darma Wisnu di keroyok lima orang .
__ADS_1
Namun ia masih tetap sombong.""Ha ha ha ha ha,jangan salahkan aku kalau kali ini aku akan membunuh kalian semua,ha ha ha ha ha ""!!!
Rupanya mereka hanya berniat mengulur waktu,untuk memulihkan kondisi Jaka,yang masih tak sadarkan diri.