JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kekuatan Gogok Sakti


__ADS_3

Kini mereka bertarung di tengah hutan dan tidak membuat warga desa panik karena suara ledakan yang terjadi akibat benturan tenaga dalam.


Rupanya ada banyak pasang mata yang mengintip pertarungan.


Mereka adalah para pendekar yang bertujuan untuk mendapatkan Gogok Sakti.


Kali ini Dewi Kumalasari. Mencabut pedang kembarnya, bergerak meliuk liuk sambil memutar mutar pedang dengan kedua tanganya.


Arya Bima terlihat tenang dan bersiap menyambut serangan pedang kembar.


Kini ia mengeluarkan tenaga dalamnya yang setara dengan kekuatan sepuluh gajah.


Dewi yang asyik memainkan pedangnya terkejut ketika tubuhnya menjadi berat dan ia justru terlempar.


Sementara Arya Bima masih berkonsentrasi sambil mengerakan kedua tanganya berusaha menyerang Dewi dari jarak jauh.


Dewi merasa kekuatan jurus pedang kembar tak akan mampu menembus pertahanan Arya Bima.


Ia pun kembali menggunakan jurus dewa angin.


Pusaran angin segera ia lepaskan mengarah ke tubuh arya bima,namun dengan hanya mengayun tanganya Arya Bima mampu melemparkan kekuatan Jurus Dewa angin milik Dewi Kumalasari.


" Menyerahlah nona cantik,ikutlah denganku dan aku akan jadikan kau sebagai istriku yang kesepuluh!" teriak Arya Bima.


Dewi semakin terpancing emosi.


Ia pun segera melayang ke udara dan menggunakan jurus pengendali pikiran.


Ia berusaha mengangkat batu besar yang berada di hutan dan melemparnya.


Namun dengan mudah Arya Bima menghancurkan batu tersebut.


Bahkan kini Arya Bima melayang sambil melepaskan pukulan yang bertenaga setara dengan sepuluh gajah.


Dewi tak kuasa menahan kekuatan Arya Bima dan tubuhnya jatuh hingga terbenam ke dalam tanah.


Jaka nampak terkejut melihat tubuh Dewi jatuh dan terbenam ke tanah.


Ia mulai terlihat cemas dan harus segera menolongnya.


Kini Jaka mundur ke belakang dan mengeluarkan jurus penghancur roh.


Seketika sukma jaka keluar dari raganya dan langsung melayang menghantam kedua pendekar kapak sakti.


Kedua pendekar kapak sakti terlempar dan tubuhnya menghantam pepohonan dan kemudian berkelojotan hingga akhirnya diam tak bergerak.


Setelah berhasil mengalahkan kedua lawanya Jaka langsung bergegas menuju kubangan tanah yang membenamkan tubuh Dewi.


Namun rupanya Dewi telah keluar dari kubangan tanah.

__ADS_1


Dewi melayang di udara dengan kedua tanganya di bentangkan ke samping.


Kini amarahnya memuncak dan bersiap mengeluarkan ajian dewa gledeg.


Arya Bima terkejut di saat langit terang benderang tiba tiba angin kencang menerpa di sertai petir yang menyambar nyambar.


Arya Bima segera sadar bahwa itu pasti petir yang berasal dari wanita yang sedang ia hadapi.


Arya Bima terus berusaha menghindar sambil mencoba meraih sesuatu dari balik bajunya.


Dewi Kumalasari terkejut ketika melihat kilatan petir tiba tiba tersedot masuk ke dalam sebuah guci milik Arya Bima.


Kini tubuhnya juga menjadi sangat berat dan terasa ada kekuatan besar yang berusaha menarik tubuhnya masuk ke gogok sakti.


Arya Bima tertawa lepas, melihat gogok sakti sedang berusaha menyedot tubuh Dewi.


" Ha ha ha ha, rasakan kekuatan gogok sakti!" teriak Arya Bima.


Sementara itu Jaka segera menyadari bahwa gogok sakti sedang berusaha menyerap tubuh istrinya.


Ia segera melayang dan menempelkan kedua tanganya di punggung Dewi.


Tubuh Dewi pun mulai sedikit merasa ringan.


Arya Bima terpana melihat gogok sakti seolah kesulitan menyerap tubuh Dewi Kumalasari.


Arya Bima pun menyalurkan tenaga dalamnya untuk berusaha menyerap kedua musuhnya masuk ke dalam gogok sakti.


Namun Pedang Suci yang berada di dalam tubuhnya bereaksi.


Kini dari dada Jaka keluar cahaya yang memancar ke arah pusaka gogok sakti yang di genggam Arya Bima dan membuatnya terlempar.


Para pendekar yang mengincar gogok sakti segera beranjak dari tempatnya dan berlomba untuk mendapatkan gogok sakti.


Arya Bima pun tak membiarkan gogok tersebut berpindah tangan. Ia segera menghentakan kakinya ke tanah hingga tanah kembali terbelah. Para pendekar yang berusaha merebut gogok sakti masuk ke dalam tanah yang menganga.


Arya Bima segera meluncur dan berusaha meraih pusaka gogok sakti.


Namun belum sempat tanganya meraih pusaka tersebut ada sesosok manusia yang berhasil menyambarnya lebih dulu.


Arya Bima terkejut dan melepaskan pukulan yang kekuatanya setara sepuluh gajah, hingga membuat orang yang menyambar pusaka gogok sakti terlempar.


Ternyata beliau adalah Ki Semrawut yang berhasil mendapatkan gogok sakti.


Ia berusaha mendarat dengan kedua kakinya saat kekuatan Arya Bima berhasil melemparnya.


Rupanya cukup banyak pendekar yang mengincar gogok tersebut, hingga Ki Semrawut terus saja di buru oleh para pendekar yang mengincar pusaka gogok sakti.


Sementara itu Arya Bima yang berusaha mengejar Ki Semrawut langkahnya harus terhenti ketika Jaka dan Dewi menghalangi jalanya.

__ADS_1


Arya Bima pun terlihat sangat murka, tanganya di pukulkan ke tanah dan tanah kembali bergelombang mengeluarkan semburan api.


Jaka dan Dewi melayang di udara.


"Dinda gunakan ajian pengubah suhu!" teriak Jaka sambil bertengger di sebuah dahan.


Dewi terus saja melayang di udara, ia menarik nafas pelan dan mulai menarik kekuatan alam yang kemudian ia ubah menjadi hawa dingin yang mampu memadamkan api yang terus berkobar dari dalam tanah.


Sementara itu Arya Bima kembali terkejut dengan kekuatan yang di miliki Dewi Kumalasari.


Kini tubuhnya pun mulai terasa dingin. Ia segera menyelimuti dirinya dengan tenaga dalam.


Sementara Jaka cukup yakin bahwa Dewi mampu mengimbangi kekuatan Arya Bima tanpa pusaka gogok sakti.


Jaka pun berupaya membantu Ki Semrawut melawan puluhan pendekar yang terus berusaha merebut pusaka gogok sakti.


Ki Semrawut terkekeh kekeh melihat Jaka telah berdiri di sampingnya.


" He he he he,terimakasih Jaka sudah mau membantu.Tapi biarlah gogok sakti ini yang akan menyelesaikan semuanya!"


Jaka belum menyadari perkataan Ki Semrawut,hingga akhirnya ia melihat ki Semrawut mengarahkan lubang gogok sakti yang masih terbuka ke arah musuh musuhnya.


Satu persatu para pendekar yang mengincar gogok sakti tubuhnya terasa kaku dan kemudian tersedot masuk ke dalam pusaka gogok sakti.


Jaka sedikit menelan ludah melihat para pendekar berhasil di hisap oleh pusaka gogok sakti yang ukuranya terbilang kecil. Bahkan ukuran gogok sakti hanya kisaran dua kali besarnya dari guci yang biasa ia bawa yang berisi mata air keabadian.


Ki Semrawut kembali tertawa setelah berhasil mengurung para pendekar di dalam pusaka gogok sakti.


Ia kembali melompat ke arah Arya Bima.


" Arya Bima, sekarang kamu rasakan kekuatan gogok sakti!" teriak Ki Semrawut sambil mengarahkan lobang gogok sakti ke arah Arya Bima.


Tentu saja Arya Bima terkejut,ia berusaha mengeluarkan semua kekuatanya untuk menahan energi yang berusaha menarik tubuhnya masuk ke dalam pusaka gogok sakti.


Namun kekuatan yang setara sepuluh kekuatan gajah tak mampu menahanya dan tubuhnya melayang terhisap oleh kekuatan gogok sakti.


Dewi merasa ngeri, ia terbayang ketika gogok sakti berusaha menyedot tubuhnya.


Ki Semrawut kembali terkekeh.


" He he he he, sekarang sudah tak ada lagi Arya Bima yang sombong. Syukur sukur senjata makan tuan, he he hehe!"


Ki Semrawut terus mencela Arya Bima yang sudah berhasil tersedot ke dalam gogok sakti.


Jaka dan Dewi pun menghampiri Ki Semrawut yang terlihat begitu riang.


Sementara itu para warga kini memberanikan diri untuk keluar rumah setelah guncangan dan ledakan tidak lagi mereka dengar dan rasakan.


Apalagi setelah melihat Jaka,Dewi dan Ki Semrawut berjalan ke keluar dari hutan.

__ADS_1


Joko dan Warti pun terlihat bahagia, setelah mengetahui bahwa Arya Bima berhasil di kalahkan.


Ki Semrawut pun pada akhirnya menyerahkan pusaka Gogok Sakti kepada Jaka Kelana untuk di gunakan menangkap Dewi Kalinggi.


__ADS_2