JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Racun Pelemah Saraf


__ADS_3

Setelah bercerita tentang masalalunya,Arya Wisapati mulai penasaran tentang sosok Jaka Kelana.


Apalagi setelah Kumambang membuat cerita bohong tentang silsilah Jaka yang masih keturunan ken Arok.


Arya Wisapati bertanya pada Dewi Kalinggi ,tentang sepak terjang Jaka,rupanya Dewi Kalinggi juga melakukan hal yang sama,ia semakin menguatkan rasa dendam Arya Wisapati kepada Jaka Kelana.


Sementara itu suasana di Kerajaan Karang Cendana sudah kembali normal,rakyat yang mengungsi ke Wisma Kencana sudah mulai kembali ke Karang Cendana.


Jaka pun kembali menjadi Raja ,sementara Ki Samber Gledek di jadikan penasehat istana.


Setelah sekian lama memimpin kerajaan dan rakyat kembali tentram ,Jaka pun kembali mengajak Dewi untuk melihat situasi rakyatnya secara langsung.


Ia pun ingin berkeliling menyisir semua wilayah Karang Cendana dan memastikan semua rakyatnya hidup tenang dan damai.


Dewi Kalinggi pun telah menyiapkan jebakan untuk Jaka,ia akan memancing Jaka dan Dewi untuk keluar jauh dari wilayah Karang Cendana.


Rupanya Dewi Kalinggi akan menyamar menjadi gadis desa,kemudian Kumambang akan pura pura menculiknya dan membawa pergi ke sebuah tempat di mana Arya Wisapati telah menunggu berserta para siluman lainya.


Jaka dan Dewi terlihat sedang berjalan di luar istana ,sambil mengamati kehidupan rakyatnya,ia pun merasa bahagia dapat melihat mereka hidup damai .


Lagi asyik mengamati situasi hiruk pikuk para penduduk ,tiba tiba mereka di kejutkan oleh suara teriakan seorang wanita.


Jaka dan Dewi pun berlari menuju sumber suara,rupanya Kumambang membawa seorang gadis dan berlari melompat di antara dahan dahan pohon.


Jaka dan Dewi berusaha mengejar Kumambang ,hingga jauh masuk kehutan .


Kumambang akhirnya menghentikan langkahnya,ia berhenti di sebuah puncak bukit yang di bawahnya menganga sebuah jurang yang sangat dalam.


Kumambang meletakan tubuh gadis yang di bawa di sebuah batu ,kemudian ia pun pergi.

__ADS_1


Jaka dan Dewi berusaha mendekat untuk menolong gadis yang di bawa Kumambang.Gadis itu terlihat lemas terkulai,Dewi pun segera mendekat dan mencoba memeriksanya ,namun tiba tiba mata gadis itu melotot dan sebuah pukulan hampir saja mendarat di dada Dewi Kumalasari.


Untung saja Dewi bergerak cepat untuk menghindar, Jaka pun terkejut melihat gadis itu menyerang Dewi,ia pun segera melompat untuk membantu Dewi Kumalasari.


Dewi pun mulai mengenali ilmu yang di gunakan oleh gadis kampung tersebut,ia pun berteriak.


Dewi" Kanda itu adalah Dewi Kalinggi,hati hati Kanda,"!


Jaka pun mencoba mengamati gerakan gadis yang menyerangnya,benar saja rupanya kulit yang terlihat mulus mulai mengeriput dan wajahnya pun berubah menjadi nenek tua.


Dewi Kalinggi tertawa puas..


"Ha ha ha ha,dasar bodoh kalian berdua,rupanya begitu mudah kalian aku kelabui,ha ha ha ha,sekarang tempat ini akan menjadi kuburan kalian,ha ha ha ha,keluarlah Kakang Permana,"teriak Kalinggi sambil memanggil Arya Wisapati.


Sesosok lelaki tiba tiba melompat dari sebuah pohon ,dan langsung menyerang Jaka Kelana.


Dewi Kumalasari pun terlibat pertarungan yang sangat sengit dengan Dewi Kalinggi.


Pertarungan Jaka vs Arya Wisapati pun di anggap kumambang dan anak buahnya sebagai tontonan yang menarik.


Jaka dan Arya Wisapati terus bergantian menyerang ,bahkan gerakan keduanya begitu cepat ,benturan tenaga dalam yang maha dasyat pun beradu dan memporak porandakan seisi bukit,batu batu pun hancur berantakan terkena imbas dari pukulan tenaga dalam yang begitu dasyat.


Jaka pun mencoba menggunakan ajian penghancur karang ,namun Arya wisapati gerakanya begitu cepat,ia pun mampu menghindari ajian penghancur karang.


Kali ini Arya Wisapati yang mencoba mengeluarkan pukulan andalanya,pukulan wisa yang dapat meleburkan apa saja yang ia kenai .


Jaka pun mencoba menahan pukulan wisa menggunakan ajian dewa gledek.


Dua energi besar kembali beradu,bahkan Kumambang dan anak buahnya harus menjauh karena semak yang di jadikan tempat sembunyi terbakar terkena samberan kilat dari ajian dewa gledek.

__ADS_1


Arya Wisapati pun mulai mengakui kehebatan Jaka Kelana.


"Anak muda aku akui ilmumu memang lumayan,tapi aku tak akan menyerah untuk mengalahkanmu dan mengahiri hidupmu agar dendamku kepada Ken Arok dan semua keturunanya terbalaskan".


Jaka nampak heran dengan maksud pembicaraan Arya Wisapati.


"Maaf ki aku tak tahu maksud pembicaraanmu,mungkin aki hanya salah paham,dan terhasut oleh Dewi Kalinggi,"ucap Jaka berusaha menjelaskan.


Arya Wisapati semakin jengkel ia pun semakin mempercepat seranganya ,Jaka terus berusaha menghindar dan sesekali menyerang Arya Wisapati.


Dewi Kumalasari terus berusaha menahan serangan Dewi Kalinggi,kali ini iya menggunakan pukulan dewa angin yang membuat porak poranda seisi bukit.


Daun daun kering berterbangan dan pohon pohon tumbang akibat gelombang angin dari jurus pukulan dewa angin.


Kalinggi terlihat marah ia pun menggunakan ajian penyerap jiwa untuk menahan jurus dewa angin.


Gelombang angin pun seketika menghilang terbawa oleh asap hitam yang keluar dari tubuh Dewi Kalinggi.


Ia pun mencoba mengarahkan ajian penyerap jiwa untuk menyerang Kumalasari.


Asap hitam pun mulai bergerak ke arah tubuh kumalasari yang tiba tiba terasa kaku untuk di gerakan.Jaka pun merasakan bahwa Kumalasari dalam bahaya,ia pun segera melompat dan menyambar tubuh istrinya sebelum asap hitam menyelimuti tubuh Kumalasari.


Arya Wisapati pun tak menyiakan kesempatan begitu Jaka kelana terlihat lengah ketika sedang menolong Dewi Kumalasari ,ia pun kembali mengeluarkan pukulan tapak wisa,dan menyerang Jaka dari belakang.


Sementara Jaka yang sedang menyambar tubuh Dewi terpental,bersama Dewi Kumalasari.


Jaka pun merasakan dadanya sakit,bahkan bajunya pun robek dan nampaklah bekas tapak pukulan wisa telihat menghitam .


Mengetahui keadaan sedikit genting Dewi pun berniat membawa Jaka pergi,namun kali ini Kumambang menyuruh anak buahnya melempar jaring yang telah ia mantrai untuk menangkap Jaka dan Dewi.

__ADS_1


Mereka juga menaburkan racun pelemah saraf ,hingga akhirnya Jaka dan Dewi tak sadarkan diri.


__ADS_2