JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Musuh yang selevel


__ADS_3

Setelah berhasil mengurung Jendral Kwan dan juga Jendral Chong,Dewi Kalinggi dengan buasnya membantai para prajurit yang terus berdatangan menyarang dirinya.


Satu persatu prajurit mati dengan di serap hawa murninya dan membuat kekuatan Dewi Kalinggi semakin tak terhingga.


Sementara itu Mhing Chun masih menghadapi lawan yang terdiri dari Kaisar Ciming dan juga Guru Chen. Mereka terlibat pertarungan yang cukup alot dan membuat sekitar hutan porak poranda akibat pukulan tenaga dalam yang mereka lepaskan.


Di sisi lain Liming yang melihat para petingginya tidak berada di tempat mengambil alih pimpinan untuk terus menggempur para siluman dan juga Ratu Kalinggi. Namun kepanikan semakin terlihat di pihaknya karena musuh yang mereka hadapi hampir tidak berkurang dan justru semakin kuat.


Kalinggi terus tertawa kegirangan melihat ribuan nyawa melayang lewat kedua tangannya.


" Ha ha ha ha,puas puas .Akhirnya setelah sekian lama hasrat bertarungku tersalurkan,ha ha ha ha. Kini majulah kalian semua dan aku akan senang untuk mengahiri hidup kalian,ha ha ha "


Kalinggi terus tertawa cekikikan sambil mengayunkan tongkatnya, suara jeritan para prajurit menggema terkena tongkat berkepala tengkorak yang terus mengeluarkan asap hitam.


Namun akhirnya suara ketawa Kalinggi terhenti dan berubah wajahnya menjadi sedikit pucat ketika melihat seorang pemuda yang sangat ia kenal tiba tiba berdiri di hadapannya


" Apa ,apa ,bagaimana mungkin kamu bisa berada disini pemuda bodoh!" uucap Kalinggi sambil melotot ke arah Jaka Kelana.


" He he he,kenapa Nini peott,apa kamu takut!" balas Jaka sedikit mengejek.


Rupanya Dewi juga sudah berdiri di samping Jaka Kelana dan semakin membuat pucat muka Kalinggi.


" Ini adalah akhir dari hidupmu, nenek peottt! ucap Dewi Kumalasari dengan pandangan sinis.


" Ha ha ha ha ,baiklah mari kita buktikan saja!" Kalinggi segera mengarahkan pukulan tongkatnya ke arah Jaka Kelana serta Dewi Kumalasari.


Melihat hal demikian Liming segera memerintahkan para prajurit untuk menjauh dan berganti menyerang para siluman dengan kembali meraih lonceng dan kembali memimpin doa..


Suara lonceng bersahut sahutan dengan di iringi mantera mantera doa untuk mengusir para siluman. Usaha Liming dan para prajurit berhasil,kini satu persatu mahluk siluman merasa tubuhnya terbakar dengan suara mantera dan membuat mereka satu persatu menghilang.


Sementara itu Jaka dan Juga Dewi sudah terhanyut dalam pertempuran dasyatt melawan Kalinggi.

__ADS_1


Kalinggi juga tak mau bermain main karena ia sudah sangat paham dengan musuhnya yang memang kemampuannya selevel dengan dirinya bahkan mungkin berada di atasnya.


Jaka juga langsung mengeluarkan cambuk api dan berusaha mengincar tubuh Kalinggi,namun pergerakan Kalinggi masih sangat gesit untuk menghindar.


Di saat pertarungan berlangsung Jaka merasa terkejut di saat melihat bayangan wajah guru Chen dalam keadaan luka. Jaka segera memerintahkan Dewi Kumalasari pergi meninggalkannya dan mencari keberadaan Guru Chen. Dewi segera menuruti perintah suaminya dan melesat mendekati Liming.


"Kanda, dimanakah keberadaan Guru Chen?" tanya Dewi.


Liming": Guru Chen sedang membantu Ciming mengejar Mhing Chun dan masuk ke dalam hutan"


Dewi kembali terbang melesat ke arah hutan berusaha mencari keberadaan Guru Chen. Benar saja firasat Jaka,Guru Chen dan Kaisar Ciming dalam keadaan luka parah terkena pukulan Api Neraka milik Mhing Chun.


Mhing Chun:"Ha ha ha ha,sekarang aku puas dapat melihat sang kaisar dan juga gurunya mati bersama sama,ha ha ha ha. Akhirnya kematian guruku terbalas"


Mhing Chun kembali mengumpulkan tenaga dalamnya bertumpu di kedua telapak tangan dan bersiap melepaskan kembali Pukulan Api Neraka. Sementara Guru Chen dan juga Kaisar Ciming sudah pasrah di karenakan keduanya sudah kehabisan tenaga.


Kaisar Ciming:" Guru pergilah biar aku yang akan menghadang pukulan Mhing Chun. Turutilah perintahku Guru!!"


Dengan sisa tenaga yang ia miliki Guru Chen berusaha bangkit melindungi tubuh Kaisar Ci yang tergelepar di atas dedaunan kering. Kaisar Ci menitikan air mata karena merasa dirinya tak berguna .


Mhing Chun segera melepas pukulan Api Neraka. Dari kedua tangannya keluar bola bola api yang siap membakar tubuh Guru Chen. Guru Chen merasakan hawa yang sangat panas semakin dekat dengan dirinya. Namun sebelum pukulan Mhing Chun mengenai tubuhnya Dewi dengan cepat menyambar tubuh Guru Chen dan membawanya terbang.


Kaisar Ciming yang tak kuasa melihat akhir hidup gurunya memejamkan mata namun ia juga terkejut ketika merasa ada tangan yang menariknya dan membawanya terbang.


Dewi Kumalasari:" Guru,Kaisar segera pulihkan tenaga kalian dan biar aku saja yang menghadapi Mhing Chun.


Kaisar Ci dan Guru Chen hanya mengangguk. Dewi Kumalasari kembali melesat menghadang Mhing Chun yang terlihat kesal.


"Kurang ajar tinggal sedikit lagi ahhhhh ahhhh" teriak Mhing Chun sambil terus melepas pukulan Api Neraka menyerang Dewi Kumalasari.


Dewi terus menghindar dan sembari melepaskan pukulan Dewa Angin, namun bola bola api masih mampu menerobos pusaran angin miliknya.

__ADS_1


Dewi menghentakkan kedua kakinya ke tanah lalu meluncur cepat ke udara,kini ia akan menggunakan Ajian pengubah suhu.


Mhing Chun terus mengarahkan bola bola api ke arah Dewi Kumalasari,kali ini Dewi sudah bersiap menyambut bola api dan akan mengubahnya menjadi balokan es.


Mhing Chun terperanjat melihat pukulan Api Neraka justru berubah menjadi bongkahan es. Dirinya semakin kesal dan bersiap mengeluarkan jurus pamungkas ajian penyerap jiwa yang di pelajarinya dari Dewi Kalinggi.


Dewi yang sudah sangat hafal dengan jurus penyerap jiwa, mundur beberapa langkah ia juga bersiap dengan jurus tandingannya jurus penyerap daya.


Dewi menarik nafas panjang dan berkata dalam hati kepada tumbuhan bebatuan agar meminjamkan kekuatan alam kepada dirinya.


Sedikit demi sedikit tubuh Dewi mulai merasakan aliran tenaga dalamnya semakin kuat dan bertambah, lalu ia pun memusatkan inti tenaga dalamnya di kedua telapak tangan dan bersiap menyambut jurus penyerap jiwa.


Asap hitam menyelimuti tubuh Mhing Chun dan mulai terlihat semakin pekat dan membentuk seperti pusaran yang kini melesat ke arah Dewi Kumalasari. Sementara Dewi sudah menunggu ia kembali menghentakkan kakinya dan melayang sambil mengayun kedua tangannya sembari mengeluarkan jurus penyerap daya.


Kedua kekuatan besar beradu di udara dan membuat terjadinya ledakan yang dasyatt,bahkan para prajurit harus menutup telinga akibat dentuman yang keras hampir memecah gendang telinga.


Mhing Chun dan Dewi Kumalasari sama sama terlempar cukup jauh. Mhing Chun berusaha bangkit sambil memegangi dadanya yang kesakitan. Dia segera membaca mantera pancasona supaya lukanya segera sembuh.


Dalam sekejap tubuhnya kembali bugar dan bersiap menyerang Dewi yang masih terlihat terhuyung huyung.


Melihat Mhing Chun bergerak ke arahnya Dewi Kumalasari segera mengambil air keabadian dan meminumnya, tenaga dalamnya menjadi berlipat dan tubuhnya juga terasa begitu enteng untuk bergerak. Mhing Chun terus membombardir pukulanya namun Dewi dengan tangkas menghindar bahkan sesekali berhasil mendaratkan pukulan ke wajah Mhing Chun.


Mhing Chun semakin tidak percaya dengan wanita cantik yang menjadi musuhnya,karena semakin cepat ia menyerang Dewi dengan mudah menghindari serangannya. Mhing Chun mulai berpikir keras untuk mengalahkan Dewi Kumalasari,kini ia terbang ke arah prajurit kaisar Ci dan menyerap hawa murni mereka. Puluhan prajurit dalam sekejap mati dengan tubuh berasap hitam.


Dewi segera memburu Mhing Chun dan menyelamatkan para prajurit dengan pukulan dewa angin yang menggulung tubuh Mhing Chun dan melemparnya kembali masuk ke dalam hutan. Dewi kembali melesat mengejar tubuh Mhing Chun kali ini ia berlari sambil bergerak mengeluarkan jurus pelebur roh.


" Inilah akhir riwayatmu manusia iblis!" teriak Dewi sambil melepas pukulanya tepat di dada Mhing Chun. Mhing Chun berteriak karena tubuhnya merasakan panas yang luar biasa hingga akhirnya tubuhnya meledak menjadi abu yang berterbangan.


Namun tiba tiba angin seakan mengumpulkan abu dari tubuh Mhing Chun dan hampir membentuk seperti tubuhnya semula. Mengetahui hal tersebut Dewi segera menggunakan kembali ajian Dewa angin hingga bercerai berailah abu yang akan membentuk jasad Mhing Chun.


Dengan cekatan ia juga mengarahkan pusaran angin mengarah ke sebuah danau berharap abu Mhing Chun bercampur dengan air dan wujudnya tak bisa kembali.

__ADS_1


Dewi pun merasa lega telah berhasil mengahiri hidup Mhing Chun,kini ia pun bersegera melayang ke arah pertarungan di mana Jaka Kelana masih bertarung sengit dengan Dewi Kalinggi.


__ADS_2