
Pasukan yang di pimpin Jendral Kwan sudah memasuki wilayah yang di pimpin Mhing Chun. Kini banyak penduduk yang ketakutan dan memilih mengungsi ketempat yang lebih aman.
Sementara itu Mhing Chun menyuruh orang kepercaya'anya membawa pasukan untuk menemui Jendral Kwan dan berunding.
Setelah awalnya sempat bersitegang Jendral Kwan akhirnya mau berunding dan terjadilah kesepakatan. Namun rupanya Jendral Kwan memang cerdik. Ia meminta supaya Mhing Chun datang sendiri untuk menemuinya dan ikut bersamanya menemui kaisar Feng.
Utusan Mhing Chun kembali ke istana dan mengungkapkan keinginan Jendral Kwan supaya dia harus datang langsung menemuinya.
Mhing Chun berpikir sejenak namun akhirnya ia membawa pasukanya pergi bertemu Jendral Kwan.
Mhing Chun rupanya mengajukan syarat sebelum ia pergi bertemu Kaisar Feng, supaya ia membantu pasukanya untuk menumpas pemberontakan yang dilakukan Ciming dan para punggawanya yang ingin merebut kerajaanya kembali.
Jendral Kwan meminta waktu sejenak untuk pikir pikir dan berunding dengan para punggawa. Rupanya Jendral Kwan sudah di beri mandat penuh oleh kaisar Feng hingga ia dapat memutuskan suatu hal tanpa harus menghadap Kaisar.
Mhing Chun kembali bersiasat setelah Jendral Kwan mau membantunya. Rupanya diam diam Mhing Chun akan membawa pasukan Jendral Kwan ke arah lembah Iblis dan mengurungnya di dalam lembah tersebut dengan kekuatan yang ia miliki.
Mhing Chun segera menyuruh Jendral Kwan dan beberapa punggawanya untuk ikut ke istana dan menjadi tamu kehormatan.
Jendral Kwan dan punggawanya di jamu dengan mewah. Dia juga memilih dayang dayang istana yang cantik cantik untuk menjadi pelayan Jendral Kwan.
Jendral Kwan dan punggawanya terlena dengan jamuan Mhing Chun terhadap mereka hingga tidak menaruh rasa curiga. Lebih lebih mereka di suguhi dengan wanita wanita cantik yang membuat semakin terlena ingin bersenang senang.
__ADS_1
Sementara itu Mhing Chun mulai beraksi setelah dapat meyakinkan Jendral Kwan.
Ia memasuki ruangan tempat semedi dan memanggil Jin penguasa lembah Iblis yang ia sudah taklukan untuk membantunya.
Jin penguasa lembah Iblis menggunakan kesaktiannya dan mengubah hutan di sekitar lembah Iblis seolah olah nampak seperti sebuah benteng pertahanan. Ia juga menyuruh anak buahnya menjelma menjadi para prajurit hingga tempat itu seolah olah menjadi sebuah kerajaan di tengah hutan.
Keesokan harinya Mhing Chun Membawa sebagian pasukanya bergabung dengan Pasukan Jendral Kwan. Dia juga sudah memberi tahu kepada pasukanya tentang rencana yang akan menjebak pasukan Jendral Kwan di lembah Iblis.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama sampailah pasukan di wilayah lembah Iblis. Jendral Kwan dapat melihat sebuah bangunan besar terlihat berdiri kokoh di atas bukit. Mhing Chun kembali beraksi dengan menyuruh Jendral Kwan mengistirahatkan pasukan dan mendirikan tenda karena waktu sudah senja.
Malam mulai tiba dan gelap menutupi langit. Tiba tiba di saat mereka beristirahat . Api berterbangan di langit dan membakar tenda.
Jendral Kwan marah dan tidak dapat menahan diri. Sementara itu Mhing Chun pura pura menjegah Jendral Kwan untuk menyerang karena akan sangat berbahaya perang di saat waktu malam gelap gulita.
Pasukan Jendral Kwan segera melaju ke atas bukit, sementara Mhing Chun menahan pasukanya bergerak. Mhing Chun tersenyum sinis melihat keberhasilannya memperdaya Jendral Kwan dan pasukanya.
Kini terlihat ribuan anak panah mengarah ke pasukan Jendral Kwan suara jeritan mulai terdengar dari pasukanya . Jendral Kwan terus menyuruh pasukanya Maju mendekati bangunan benteng yang berdiri kokoh . Kini semua pasukan telah memasuki lingkaran yang di buat oleh Jin penguasa lembah setelah memastikan Jendral Kwan dan pasukanya masuk kini Jin tersebut membuat pagar gaib. Tiba tiba saja bangunan yang berdiri kokoh menghilang dan Jendral Kwan dan pasukanya terjebak di dunia lelembut hingga mereka kebingungan menemukan jalan keluar.
Rupanya Mhing Chun sudah memikirkan rencana dengan matang. Ia menyuruh Jin penguasa lembah untuk mengurung mereka hingga beberapa waktu dan memastikan perbekalan mereka habis hingga akhirnya kelaparan.
Di saat bersamaan Mhing Chun akan mengerahkan semua pasukanya untuk menghabisi Jendral Kwan beserta pasukanya.
__ADS_1
Sementara itu Jendral Kwan mulai curiga setelah melihat Tembok yang menjulang tinggi hilang dan kini berubah menjadi hutan belantara. Sekuat tenaga pasukanya mencoba mencari jalan saat awal mereka masuk namun kini yang nampak hanya belukar dan juga pepohonan yang lebat.
Rupanya Jendral Kwan begitu terperdaya dengan tipu muslihat Ming Chun hingga ia hanya membawa sebagian pasukanya dan itu pun hanya pasukan berkuda. Sementara sebagian pasukan ia tinggal bersama kereta meriam mengingat Medan yang kata Mhing Chun tidak dapat di lalui oleh kereta meriam.
Berhari hari mereka mencari jalan keluar namun tidak satupun yang menemukanya. Perbekalan juga mulai menipis hingga mereka mulai berebut makanan. Jendral Kwan mulai cemas melihat para prajuritnya mulai bertengkar berebut makanan. Dia pun berusaha menembus pagar gaib yang mengelilingi untuk memberi kabar Kaisar Feng dengan tenaga dalamnya namun selalu gagal.
Sementara itu Mhing Chun sudah mengepung pasukan Jendral Kwan dan mengarahkan moncong meriamnya ke arah pasukan Jendral Kwan.
Mhing Chun segera menyuruh Jin Penguasa lembah membuka tabir pelindung . Jendral Kwan merasa lega ketika melihat sinar matahari menerangi lokasi hutan yang selama ini selalu gelap gulita. Para pasukanya juga bersorak gembira, karena sudah bisa melihat sinar matahari. Namun tiba tiba saja semua orang terkejut ketika sebuah ledakan yang berasal dari bola meriam meledak di tengah tengah pasukan. Ledakan terus berlangsung cukup lama dan dalam sekejap ratusan orang berteriak. Jendral Kwan mulai panik dengan kondisi tersebut terlebih ketika Mhing Chun menyuruh pasukanya maju untuk menyerang.
Pasukan Jendral Kwan bertempur dengan kondisi yang lemah karena kurang makanan hingga dengan mudah pasukan Mhing Chun dapat memenangkan pertempuran. Sementara itu Jendral Kwan tetap bersikeras ikut berperang namun beberapa pengawal menyuruhnya pergi dan melaporkan kejadian tersebut ke Kaisar Feng.
Akhirnya dengan rasa sedih jendral Kwan memaju kudanya di tengah gempuran pasukan Mhing Chun untuk menjauh. Rupanya Mhing Chun yang sedari tadi mencari sosok sang Jendral melihat panglima perang tersebut berniat melarikan diri , ia segera melompat dari kudanya dan melayang mengejar Jendral Kwan.
" Ha ha ha, dasar Jendral pengejut. Apa tidak malu kamu pergi meninggalkan pasukanmu" teriak Mhing Chun.
Mendengar perkataan Mhing Chun, Jendral Kwan terpancing emosi dan segera mencabut pedangnya menyarang Mhing Chun.
Kini keduanya terlibat pertarungan sengit, namun Jendral Kwan serangannya selalu dapat di patahkan Mhing Chun dengan mudah. Hingga saat yang di nanti Mhing Chun tiba dia melihat Jendral Kwan mulai hilang konsentrasi dan tenaganya sudah terkuras. Di saat itulah Mhing Chun melepaskan pukulan api neraka namun dengan setengah tenaga dalamnya.
Tubuh Jendral Kwan terpental jauh dan seakan melayang masuk ke dalam semak.
__ADS_1
Mhing Chun segera menyuruh para prajurit menangkap Jendral Kwan. Namun saat para prajurit hendak menangkapnya tiba tiba sesosok manusia dengan memakai jubah hitam menolongnya dari kepungan prajurit Mhing Chun dan membawanya terbang. Dalam sekejap orang misterius hilang bersama Jendral Kwan. Bahkan Mhing Chun yang berusaha mengejar juga kehilangan jejaknya.