
Hari telah menjelang malam,Jaka dan Dewi telah usai melakukan sholat. Kini mereka sedang mencari cara untuk membebaskan Kaisar Ci dan Gurunya serta para punggawa lainya. Hingga munculah ide dari Dewi Kumalasari untuk membuat kegaduhan di mana dia akah menggunakan jurus pengubah Suhu untuk membakar pepohonan di sekeliling penjara .
Sementara itu Jaka segera menggunakan jurus Rogosukma untuk menembus jeruji penjara dan memastikan dimana letak penjara dari Kaisar dan juga Guru Chen.
Sukma Jaka segera menembus jeruji dan melayang melewati penjagaan menuju lorong yang memiliki penjagaan super ketat.
Setelah menjelajah cukup lama,akhirnya ia melihat sebuah penjara yang di lingkari api yang berkobar. Nampaklah sang Kaisar dan Guru Chen sedang terlelap. Jaka menembus api dan mencari sosok sang Jendral,namun ia tak menemukanya.
Jaka pun mulai percaya cerita paman Tang bahwa Jendral Chong gugur di medan perang .Namun entah kenapa hatinya masih meyakini bahwa Jendral Chong masih hidup.
Sementara itu Dewi juga melakukan hal yang sama sukmanya segera keluar dan melayang di sekitar gerbang penjara. Dia lantas membaca mantera dengan di sertai gerakan dari jurus pengubah Suhu.
Api mulai membakar daun daun kering hingga akhirnya menjalar ke pepohonan. Kini para penjaga di gerbang mulai panik dan berteriak. Para prajurit yang berjaga di dalam sontak berlarian dan berusaha memadamkan api. Hanya tersisa beberapa orang yang berjaga di lorong tempat kaisar di penjarakan.
Dewi tersenyum puas dan Sukmanya segera kembali ke Raganya begitu pula dengan Jaka.
Keduanya tak menyia-nyiakan kesempatan. Jaka segera melepas gembok dan berlari melumpuhkan penjaga. Kasiar Ci dan Guru Chen dan yang lainya terkejut ketika dua orang berpakaian prajurit membuka pintu dan menyuruh mereka keluar. Jaka dan Dewi yang berpakaian prajurit juga memberikan beberapa senjata berupa pedang kepada para tahanan.
Kaisar Ci mencoba bertanya tentang kedua orang prajurit yang menolongnya,tapi Jaka tidak mengukap jati dirinya dan justru berlari keluar . Para prajurit yang sedang berusaha memadamkan api terkejut melihat para tahanan keluar. Kini pertarungan tak dapat terhindarkan. Dewi segera mencabut pedang kembarnya yang telah lama ia tidak gunakan. Dengan beberapa gerakan ia sudah merobohkan puluhan musuh .
Pertarungan yang tak berimbang ,walaupun Jaka cs kalah jumlah tapi kanuraganya di atas rata rata hingga merekapun dapat melibas habis prajurit yang jumlahnya sekitar Seratus orang,sementara Jaka dan Para tahanan berjumlah sekitar kurang lebih dua puluh orang.
Setelah memastikan semuanya tewas dan tidak ada yang tersisa merekapun merampas semua kuda dan di bawa pergi sekaligus menjadi tunggangan ya.
Rupanya Guru Chen dan juga Kaisar Ci masih hafal betul dengan gerak silat dari Jaka dan Dewi hingga identitas si penolong segera di ketahui. Lagi lagi kaisar Ci merasa berhutang nyawa kepada Jaka,karena untuk kesekian kalinya dia diselamatkan dari kematian yang segera akan menjemput.
__ADS_1
Jaka dan Dewi mengajak kaisar dan gurunya bersama semua orang menuju rumah kakek Tang untuk kemudian menyusun rencana.
Semua warga desa menyambut kaisar mereka dengan gembira.Namun Jaka segera memberi tahukan bahwa semua warga harus merahasiakan keberadaan Kaisar untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan terutama untuk keselamatan jiwanya .
Hari saat yang dinanti telah tiba Ming Chun segera menyuruh sang Jendral untuk menjemput tahanan untuk segera di hukum mati. Jendral Mung Yi yang merupakan saudara perguruan Ming Chun segera berangkat dengan membawa limaratus orang prajurit.
Mereka akan sampai dalam waktu sehari.
Sementara itu Kaisar Ciming kini memberi tugas kepada Jaka dan Dewi untuk memberitahukan tentang keberadaan dirinya kepada Jendral Chong . Tentu saja semua orang terkejut ketika mendengar Jendral Chong masih hidup. Rupanya sang Kaisar lah yang telah membuat berita palsu tentang kematian sang Jendral supaya Ming Chun menganggap bahwa Jendral Chong sudah mati. Padahal ia berada di satu tempat bersama pasukannya dalam persembunyian sambil terus mengumpulkan kekuatan.
Jaka kelihatan semringah setelah mendengar cerita dari Kaisar Ci bahwa Jendral Chong masih hidup. Ia pun segera mengajak Dewi Kumalasari untuk menemui sang Jendral. Sementara itu Mung Yi bersama prajuritnya terus memacu kudanya menuju penjara tempat tahanan Kaisar Ciming.
Mereka kini sedang beristirahat sambil memberi makan kuda tunggangannya agar bisa berjalan lebih maksimal mengingat jalan masuk hutan cukup terjal.
Dewi pun segera terbang rendah. Namun ia segera terbang tinggi ketika mengetahui bahwa asap tersebut berasal dari rombongan prajurit yang sedang istirahat dan terlihat memutar mutar beberapa ekor babi 🐷 untuk santap siang.
Jaka:"Celaka Dinda nampaknya mereka utusan dari Ming Chun yang akan menjemput para tahanan. Itu artinya kita harus melakukan sesuatu sebelum mereka sampai ke lokasi.
Dewi belum memahami ucapan suaminya namun pelan pelan ia paham setelah Jaka menyuruhnya memutar arah ke lokasi penjara.
Jaka dan Dewi mencari pakaian bekas yang di pakai Kaisar Ci dan juga Guru Chen. Mereka membuat seolah olah bahwa kaisar Ci dan semua tahanan mati terpanggang dalam kobaran api 🔥🔥🔥.
Setelah memastikan semuanya beres, Jaka dan Dewi kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat dimana Jendral Chong dan pasukanya bersembunyi.
Sementara itu Mung Yi segera memerintahkan pasukanya melanjutkan perjalanan. Matahari sudah condong dan sebentar lagi akan terbenam . Mung Yi dan pasukanya mulai memasuki Hutan . Semua mata terpana ketika melihat bangunan kokoh yang di jadikan tahanan rata dengan tanah dan hangus. Mayat mayat juga bergelimpangan dengan darah masih cukup segar.
__ADS_1
Mung Yi segera menyuruh prajurit berpencar untuk mencari keberadaan Kaisar dan juga barang kali masih ada orang yang hidup untuk di mintai keterangan. Namun usaha mereka sia sia tidak ada satupun orang yang masih hidup bahkan beberapa prajurit berteriak dan mengabarkan kepada Mung Yi bahwa para tahanan termasuk kaisar Ci dan anak buahnya mati terpanggang 🔥🔥🔥.
Mung Yi segera memastikan kebenaranya, ia juga terkejut melihat seorang mayat yang gosong memakai cincin dan pakaian yang biasa di kenakan kaisar Ciming.
Mung Yi segera menyuruh anak buahnya membawa jasad Kaisar Ci dan akan mereka bawa ke istana sebagai bukti.
Sementara itu Jaka dan Dewi terus melintasi hutan dan menelisik untuk menemukan tempat Jendral Chong.
Cukup lama Dewi berputar putar untuk memastikan lokasi,hingga akhirnya pandanganya terhenti kesebuah lokasi yang cukup luas ditengah hutan di mana tempat itu seperti lapangan dan ada tenda tenda yang berdiri yang jumlahnya cukup banyak.
Dewi pun segera mendarat dan berubah menjadi manusia. Kini keduanya berjalan menuju lokasi dengan waspada . Rupanya ada banyak pasang mata yang mengawasi Jaka dan Dewi yang bersembunyi di semak dan juga di atas pohon 🌲🌲. Mereka juga bersiap membidikan anak panahnya kepada dua orang yang sedang berjalan menuju persembunyian Jendral Chong.
Jendral Chong yang sedang istirahat di dalam tenda terkejut ketika Wutan datang dan melapor bahwa ada dua orang asing yang sedang menuju kesini. Jendral Chong segera bangkit dan membawa pedangnya dan mengajak Wutan.
Sementara itu anak panah mulai di lesatkan Jaka dan Dewi terus berusaha menghindari puluhan anak panah yang hendak merobek tubuhnya,bahkan mereka terpaksa menggunakan ajian Dewa Gledek untuk menghancurkan anak panah yang jumlahnya sangat banyak.
Jendral Chong tentu saja terkejut ketika kilatan petir berhasil menghanguskan ratusan anak panah yang di lesatkan anak buahnya. Ia juga teringat akan kejadian tempo dulu dimana Jaka atau orang asing mampu mengalahkan ribuan orang tentara Liming dengan hal yang sama. Jendral Chong segera berteriak.
"Hentikan serangan.Dia bukan musuh"
Tentu saja para prajurit segera menghentikan serangan. Jendral Chong segera melompat dan memberi hormat kepada dua orang yang menggunakan penutup muka .
" Pemuda Asing dan nona Chin Shuang apakah aku tidak salah tebak" ucaap sang jendral.
Jaka dan Dewi membuka penutup wajahnya dan akhirnya mereka berpelukan. Wutan juga tidak dapat menyembunyikan kebahagiaanya melihat Jaka yang sudah ia anggap sebagai saudara.
__ADS_1