
Jaka dan Dewi di bantu Matoa berencana untuk menyusup ke dalam istana, mereka akan mencoba mengembalikan suasana kerajaan Hulu Semingkir seperti sedia kala.
Namun karena mengingat bahwa ancaman dari Raja Mata Satu dan antek anteknya bisa datang kapan saja hingga, dengan berat hati Jaka memohon kepada istrinya Dewi untuk berjaga di rumah Gajah Laya, sementara dirinya bersama Matoa pergi ke istana.
Jaka menggedong tubuh matoa dan melayang seperti layaknya burung.
Tak perlu butuh lama untuk sampe di istana, karena letaknya yang cukup dekat dari desa.
Jaka menggunakan ajian halimun agar leluasa masuk ke dalam istana.
Sementara Matoa menunggu dari samping tembok, sebelumnya Matoa sudah di ajari ilmu telepati hingga Jaka akan mudah untuk menghubungi Matoa dari jarak jauh.
Sementara itu terlihat Raja Mata Satu telah menyiapkan sebagian pasukanya untuk menghancurkan perkampungan yang di ketuai Gajah Laya.
Hingga Jaka dengan leluasa masuk ke dalam istana dengan mulus.
" Matoa di mana ruangan tempat menyimpan pusaka batu kalimaya?" Tanya Jaka.
Matoa,"Di ruangan utama kerajaan terdapat dua ruangan besar yang satu di jadikan untuk kamar tidur raja, dan satunya lagi untuk menyimpan pusaka!"
Jaka segera mengarah ke ruangan utama, dia mencoba masuk ke sebuah ruangan yang ia yakini sebagai ruang pusaka.
Tepat di depan pintu gerbang nampak beberapa prajurit berjaga, namun karena Jaka menggunakan ajian halimun para penjaga tak dapat melihatnya.
Jaka dengan leluasa melewati para prajurit, namun ketika ia hendak memasuki ruang pusaka tiba tiba ada sebuah kekuatan yang melemparnya.
Jaka terhempas hingga membentur dinding, pangaruh ajian halimun sirna hingga wujudnya dapat di lihat prajurit Jaga.
__ADS_1
Mereka kaget ketika mendengar suara benturan dan tiba tiba terlihat sesosok manusia menghantam pagar.
Mereka langsung menyerang Jaka,namun Jaka bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan para penjaga.
Tubuh para penjaga di seret dan di sembunyikan.
Jaka kembali mendekati pintu ruang pusaka dan berusaha menghancurkan pagar pelindung.
Cukup lama ia menggunakan tenaga dalamnya untuk menghilangkan pagar gaib yang menyelimuti namun kekuatan Jaka mental.
Hingga ia mencoba menggunakan ajian penghancur karang untuk meledakan pagar yang melindungi ruangan pusaka, hingga ledakan besar terjadi dan membuat Raja Mata Satu dan para prajurit yang hendak berangkat kaget dan mengurungkan niatnya.
Suara ledakan tidak saja membuat pagar pelindung hancur, tapi ternyata di luar dugaan pintu ruang pusaka juga hancur berantakan.
Jaka segera memasuki ruang pusaka, cukup lama ia mencari batu kalimaya yang di ceritakan Matoa, ia mencoba membuka beberapa kotak kayu yang terdapat di ruang pusaka, namun isinya hanyalah pusaka biasa yang memiliki aura kecil.
Sementara itu Raja Mata Satu segera berlari masuk ke dalam istana bersama para prajurit.
Ia kaget melihat kamarnya acak acakan, wajahnya juga terlihat pucat ketika menemukan ruang pusaka hancur dan batu kalimaya tak berada di tempatnya.
Raja Mata Satu marah dan menyuruh prajurit menyebar untuk mencari penyusup yang berhasil mencuri batu kalimaya.
" Kurang ajar, sipencuri menggunakan ilmu halimun!" pikir sang raja setelah menerawang dan hanya melihat sekelebat bayangan.
Mata Satu segera terbang meluncur mencebol atap istana dan mengejar sosok bayangan yang di lihatnya.
" Mau kemana kau, penyusup?" Teriak Mata Satu.
__ADS_1
Jaka tak menduga bahwa kemampuan manusia kerdil bermata satu sangat hebat, karena dapat melihat bayangan dirinya yang menggunakan ajian halimun.
Jaka" Aku akan membawa batu ini untuk mengembalikan kondisi hulu semingkir!"
Tentu saja ucapan Jaka membuat Mata Satu seperti kebakaran jenggot.
" Bagaimana mungkin, ia tahu akan kegunaan batu kalimaya, pasti Matoa yang telah memberitahunya, kurang ajar!" gumam Mata Satu.
Mata Satu yang marah besar langsung mengarahkan serangan dengan membabi buta, tubuhnya yang kerdil membuat gerakanya terlihat sangat lincah dan cepat.
Bahkan gerakan Mata Satu beberapa kali berhasil mengecoh Jaka, hingga ia terkena pukulan di beberapa bagian tubuhnya.
" Benar benar kanuragan yang luar biasa" Pikir Jaka dalam hati.
Melihat si penyusup masih mampu menahan seranganya Mata Satu segera mengangkat kedua tanganya"Ajian Penyerap Jiwa, Hiaaaattt!"
Jaka terkejut ketika Mata Satu juga memiliki ajian yang sama dengan Kalinggi.
Jaka sedikit mundur ke belakang, ia pun tak mau tubuhnya terserap masuk oleh kabut hitam yang mulai keluar dari telapak tangan Mata Satu, hingga ia pun terbang cukup tinggi dan bersiap dengan ajian penyerap daya.
Mata Satu segera mengarahkan asap hitam untuk menyerod semua kekuatan Jaka dan sekalian membawa ragannya masuk ke dalam ajian penyerap
jiwa, namun sebelum asap tersebut menyentuh tubuh Jaka, ia segera melepas kekuatan penyerap daya.
Ajian penyerap daya mampu mengalahkan ajian penyerap jiwa hingga mata satu terpental.
Mata Satu merasa dadanya sedikit sesak dan kemudian memuntahkan darah segar.
__ADS_1
Melihat Mata Satu terluka Jaka lantas melompati tembok istana untuk menemui Matoa.