JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Mendapat firasat aneh


__ADS_3

Jaka dan Dewi terus melangkah menuju istana Panaruban.


Sementara sebuah kejutan telah di siapkan oleh Raja Rangga Wulung .


Bahkan Puteri Sekar Mayang telah memakai pakaian yang paling bagus dan merias dirinya hingga semenarik mungkin, berharap agar Jaka kelana terpesona oleh kecantikanya.


Jaka dan Dewi semakin curiga melihat para penduduk yang begitu hormat kepada mereka berdua.


Namun di sela sela kebingunganya Jaka seperti mendengar bisikan dari orang yang sangat ia kenal, rupanya suara tersebut mirip suara gurunya Ki Samber Nyawa atau Samber Gledek yang sedang merintih kesakitan.


Jaka pun jadi berfirasat jangan jangan gurunya dalam bahaya, namun suara itu menghilang ketika Jaka dan Dewi memasuki istana dan di kejutkan dengan suara petasan.


Hingga membuat keduanya kaget dan bisikan suara gurunya segera hilang.


" Selamat datang Raja Agung Jaka Kelana Wijaya dan Juga Permaisuri Dewi Kumalasari!"teriak Raja Rangga Wulung.


Suara terompet pun di bunyikan.


Karpet merah di betangkan di sepanjang jalan menuju ruang utama.


Beberapa dayang juga menaburkan bunga kala Jaka dan Dewi berjalan di atas karpet merah.


Semua orang menunduk dan memberi salam hormat kepadanya.


" Lagi lagi identitas kita terbongkar dinda?" tanya Jaka.


Dewi hanya tersenyum sambil mengangguk.


Sementara puteri Sekar mayang telah bersiap mengalungkan bunga untuk menyambut Raja Jaka dan juga Ratu Dewi.


Sekar menatap mata Jaka dengan tajam dengan tatapan liar, Jaka sengaja tidak membalas tatapanya.


Ia harus menjaga perasaan Dewi yang pastinya sudah paham tentang maksud dari puteri Sekar Mayang.


Sekar mengalungkan bunga di leher Jaka dan kemudian memeluk sang Raja.


Dadanya bergejolak ketika besentuhan dengan tubuh sang Raja.


Tanpa malu malu ia pun berbisik.

__ADS_1


" Kanda aku mencintaimu!" ucap Sekar Lirih sambil melepas pelukanya.


Tentu saja Jaka menjadi sangat khawatir jikalau Dewi sampai mendengar ucapan Sekar hingga tak bisa menahan dirinya.


Untunglah Dewi masih bersabar dan tersenyum ketika sekar mengalungkan bunga dan memeluk dirinya, namun hatinya seakan terbakar cemburu melihat perilaku Sekar kepada suaminya.


Sang raja segera menyuruh kedua tamu agung masuk dan di jamu dengan berbagai hidangan khas kerajaan Panaruban.


Sang Raja sangat senang bisa di bertemu dengan Raja Agung Jaka Kelana, semua orang tahu bahwa tanah Nusantara sangat berhutang budi kepadanya yang rela mengorbankan nyawanya ketika menumpas Darma Wisnu dan antek anteknya.


Ketika lagi asyik menyantap suguhan Dewi kali ini juga mendengar bisikan seperti suara Ki Samber Gledek yang meminta tolong.


"Kanda aku seperti mendengar suara guru gledek meminta pertolongan?" ucap Dewi lirih.


Jaka pun segera berkata kepada Raja Rangga Wulung untuk mohon diri balik ke kamar untuk beristirahat.


Sementara di halaman istana nampak suasana meriah raja membuat pesta dan membuat panggung besar untuk para penari lengger. Alunan gamelan terdengar selaras hingga membuat irama yang seakan menarik tubuh untuk ikut menari.


Jaka mencoba bersemedi dan berkonsentrasi menerawang mencari gurunya Ki Samber Gledek.


Jaka nampak kaget melihat ki Samber Nyawa sedang berada di sebuah goa dengan sekujur tubuhnya penuh luka.


Jaka semakin mendalami penerawanganya untuk mengetahui letak goa yang ia lihat hingga dapat segera datang untuk menyelamatkan gurunya.


" Awas kalau Sekar berusaha menjadi pelakor, aku tak segan untuk membuat perhitungan " pikir Dewi sambil menyemberutkan wajahnya.


Jaka membuka matanya dan melihat Dewi sedang melamun dan memasang wajah yang tidak mengenakan.


"Dinda tak usah kau pikirkan tentang puteri Sekar, aku tak mungkin tergoda olehnya, buatku Dinda adalah wanita tercantik di dunia ini!" rayu Jaka,hingga membuat hati Dewi menjadi mengembang.


" Baiknya kita segera tinggalkan tempat ini dan mencari keberadaan guru Samber Nyawa,nampaknya ia dalam bahaya!" ucap Jaka kembali.


Dewi segera mengemas pakaianya dan melilit dengan kain.


Keduanya segera menghadap Raja Rangga Wulung untuk berpamitan.


Raja awalnya nampak berat melepas kepergian Jaka bersama Dewi, namun setelah mengetahui duduk permasalahanya beliau mengizinkan mereka segera pergi untuk mencari gurunya.


Sementara Puteri Sekar Mayang nampak mengurung diri di kamar, ia merasa sangat sedih karena Jaka akan segera meninggalkan istana Panaruban.

__ADS_1


Ia hanya melihat dari jendela ketika sang raja bersama para punggawa melepas kepergian Raja Jaka dan Permaisuri.


Kali ini Dewi pun sengaja mengubah wujudnya di depan semua orang tujuanya tak lain supaya Sekar dapat melihat wujudnya ketika menjadi elang raksasa,hingga tak berani macam macam untuk menggoda suaminya.


Benar saja semua mata terbelalak melihat Dewi Kumalasari yang jelita tiba tiba menjelma menjadi seekor elang raksasa yang sangat mengerikan, bahkan Sekar langsung menutup tirai jendelanya, tubuhnya gemetaran melihat wujud elang raksasa yang sangat mengerikan.


Jaka tidak bisa berbuat banyak dan melarang Dewi mengubah wujudnya di depan semua orang, karena ia tahu maksud dan tujuan Dewi yaitu supaya Sekar melihat wujudnya,hingga menarik perasaan cinta terhadap dirinya.


Jaka hanya garuk garuk kepala, hingga kemudian melompat ke punggung Elang Raksasa sambil melambaikan tangan.


" Selamat Jalan Raja Agung Jaka Kelana" teriak sang raja Rangga Wulung ketika Dewi mulai mengepakan sayapnya.


Sekar kembali membuka tirai dan mengintip dari jendela.


Elang Raksasa mengeluarkan suara yang sangat nyaring dan segera terbang ke angkasa hingga akhirnya melesat cepat dan hilang di balik awan putih yang memenuhi langit.


Semua mata takjub, sekaligus merasa ngeri melihat wujud elang raksasa yang begitu menyeramkan.


Kini mereka pun percaya bahwa elang raksasa benar benar ada dan nyata.


Rupanya semua penduduk sudah banyak yang tahu dari mulut kemulut tentang seorang pendekar muda yang gagah perkasa dengan menunggangi elang raksasa yang sering membantu orang orang yang tertindas.


Jaka segera menyuruh Dewi terbang ke arah hutan yang ia lihat dalam penerawanganya.


Namun karena lebatnya pohon pohon yang tubuh, hingga mengganggu penglihatan Dewi.


Dewi pun segera mengubah wujudnya menjadi manusia.


Keduanya melanjutkan pencarian dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang biasa di gunakan penduduk untuk berburu binatang buas.


Jaka berusaha mencari penduduk atau orang lewat yang mungkin dapat di tanya tentang keberadaan goa yang ia lihat dalam penerawanganya.


Namun karena hutan tersebut letaknya cukup jauh dari Desa hingga tak ada seorang pun yang berada di hutan tersebut.


Keduanya hampir putus asa karena tak berjumpa dengan penduduk hingga akhirnya, tiba tiba Jaka merasa ada sebuah benda yang meluncur ke arahnya.


Jaka dengan sigap menangkap benda yang merupakan sebuah anak panah yang meluncur deras.


Sementara dari semak semak munculah seekor rusa jantan yang langsung berlari ketakuatan.

__ADS_1


" Dinda nampaknya ada orang yang sedang berburu di sekitar hutan, ayo kita cari!" ucap Jaka.


Keduanya masuk ke dalam semak semak untuk mencari orang yang melepaskan anak panah.


__ADS_2