
Suara terompet tanda di mulainya perang menggema.
Kuda kuda mulai bergerak ke arah medan tempur, hamparan pasir menjadi saksi karena di sini akan akan pertumpahan darah untuk memenangkan peperangan.
Kaisar liming memberi misi khusus kepada ketua iblis merah yaitu Wong Fe dan Wong Fu untuk langsung maju dan berusaha untuk menyarang Kaisar Ciming.
Kaisar Liming beranggapan bahwa setelah Kaisar Ciming terbunuh maka pasukanya akan mudah di kalahkan, karena mental mereka akan jatuh.
Pasukan panah dari kedua kekaisaran sudah mulai melpaskan ribuan anak panahnya, para prajurit dari kedua belah pihak yang sedang berperang di tengah padang pasir satu persatu harus tumbang terkena anak panah.
Darah mulai membanjiri pasir putih yang menghampar hingga berubah menjadi kecoklatan.
Kereta meriam pun mulai di lesatkan terdengar suara ledakan dan teriakan para prajurit yang menjadi sasaran bola meriam yang meledak.
Sepasang pendekar iblis mulai terbang di antara kepala kepala para prajurit yang sedang berperang.
Keduanya mencoba mencari Kaisar Ciming sedang bercibaku bersama Guru Chen merangsak maju sambil menebaskan pedangnya kepada prajurit Kaisar Liming yang berusaha menyerangnya.
Sementara itu Huan Chu terus mengayunkan pedang saljunya dan berhasil melumatkan ratusan prajurit musuh hanya dalam satu pukulan tubuh mereka beku dan tak bisa bergerak hingga kemudian mati karena aliran darah berhenti mengalir.
Sementara itu di pihak Kaisar Liming ada Lindan dengan tongkat pembelah batu yang juga mampu meledakan tubuh prajurit Kaisar Ciming.
Dalam sekecap ratusan nyawa juga melayang dengan tubuh bercerai berai.
Kini keduanya merasa menemukan lawan sepadan hingga akhirnya Huan Chu dan Lindan segera terbang dan memilih tempat untuk memulai pertarungan.
Guru Chen menyadari dua buah kekuatan besar sedang mengarah ke arahnya.
__ADS_1
Dia pun berseru kepada Kaisar agar bersiap menyambut kedatangan sepasang pendekar dari Iblis Merah.
Kaisar segera bersiap, ia dan Guru Chen segera melompat ketika merasakan sebuah gelombang energi mengarah ke keretanya.
Kereta yang di naiki Guru Chen dan Kaisar Ciming segera meledak.
Wong Fe dan Wong Fu tertawa.
" Ha ha ha ha, kali tamatlah riwayatmu Kaisar Ci!" Wong Fe berkata sambil menatap wajah kaisar Ci dengan tajam.
Sementara Wong Fu berusaha menyerang Guru Chen. Keduanya terlibat pertarungan di udara. Kedua kekuatan besar beradu dan justru para prajurit yang harus menjadi korban, karena terkena pukulan yang memiliki tenaga dalam yang sangat dassyaatt.
Guru Chen bergerak meliuk liuk menggunakan jurus taici, sementara Wong Fu menggunakan jurus Cakaran iblis.
Kuku dari kedua tanganya tiba tiba tumbuh memanjang dan dari masing masing ujungnya keluar api yang menyala nyala.
Guru Chen bergerak cepat untuk menghindari serangan api yang keluar dari ujung kuku Wong Fu.
Wong Fe tersenyum melihat Kaisar Ci menggunakan jurus taici. Ia hanya berusaha menghindar dan sesekali pedang kaisar mengenai tubuhnya, namun hanya bajunya saja yang nampak terkoyak.
Kaisar Ci terkejut ketika mengetahui bahwa lawanya kebal terhadap senjata.
Kali ini ia berusaha mengalirkan tenaga Cinya ke pedang yang ia genggam.
Kilatan cahaya berwarna keemasan keluar dari pedang kaisar Ci dan mulai bergerak ke arah Wong Fe.
Wong Fe kini tak membiarkan cahaya tersebut melukai tubuhnya, ia pun mengeluarkan Cakar Iblis dan dari ujung kukunya keluar api dan berhasil menahan kilatan cahaya yang keluar dari pedang Kaisar Ciming.
__ADS_1
Ternyata Wong Fe salah perhitungan bahwa cukup sulit juga untuk mengalahkan penguasa kekaisaran blok barat.
Keduanya terus beradu kekuatan bergantian menyerang dan bertahan.
Beralih ke pertarungan Lindan dan Huan Chu keduanya juga nampak berimbang. Kedua kekuatan yang berasal dari pedang salju dan tongkat pembelah batu masih beradu dan menyebabkan puluhan orang yang di dekat mereka menjadi korban.
" Lindan, kenapa kamu mau membantu Kaisar Li padahal sudah jelas bahwa kepemimpinanya banyak menyengsarakan rakyat" teriak Huan Chu sambil mengayunkan pedangnya.
Lindan"Maaf nona Huan walaupun dia kaisar yang kejam tapi aku harus tetap membela tanah airku dari ancaman Kaisar Ciming yang ingin menguasainya!"
Kedua pendekar aliran putih terus beradu kekuatan untuk membuktikan kemampuan mereka, sampai salah satu pihak menyerah dan mengaku kalah. Sementara itu Kaisar Liming terus berusaha mengharapkan kedatangan adik angkatnya Chin Shuang di medan peperangan.
Karena ia sangat tahu bahwa ilmu kanuragan Chin Shuang cukup tinggi dan sangat membantu untuk memuluskan jalanya meraih kemenangan.
Perang terus berkecamuk hingga tak terasa waktu sudah hampir gelap.
Suara terompet kembali bergema tanda peperangan berhenti. Kedua jendral memberi perintah agar kedua pasukan kembali ke tenda masing masing.
Kaisar Ciming rupanya mulai terdesak begitu pula dengan Guru Chen yang terlihat mulai kelatihan. Keduanya merasa beruntung karena dapat memulihkan kondisinya.
Sementara Wong Fe dan Wong Fu merasa geram karena mereka merasa sudah hampir mengalahkan musuhnya.
Namun karena sudah kesepakatan bahwa perang hanya di lakukan pada siang hari mereka pun segera kembali melayang ke tenda untuk beristirahat.
Lindan dan Huan Chu juga merasa kecewa karena pertarungan mereka harus di akhiri oleh langit yang menjadi gelap.
Suasana di tenda masing masing kekaisaran terlihat sibuk. Para tabib teris berusaha memberikan pengobatan kepada para prajurit yang terluka.
__ADS_1
Mereka telah meracik ramuan obat yang di harapkan dapat meringankan luka para prajurit hingga mereka dapat mengikuti perang kembali di keesokan harinya.
Jendral Chong terus berkeliling untuk mengetahui jumlah pasukan yang gugur dan terluka. Dan menyiasati rencana perang berikutnya yang lebih efektif.