
Jaka melompati tembok yang menjulang tinggi, namun rupanya Matoa sudah tidak berada di tempat.
Jaka menjadi sedikit cemas, jikalau Matoa sampe di tangkap para prajurit.
Ia kembali melompat dan berdiri di atas tembok, untuk mengamati situasi, terlihat Matoa sedang di seret beberapa prajurit dengan tangan terikat.
" Celaka, Matoa tertangkap, aku harus segera menolongnya dan membawanya pergi dari sini, sebelum Mata Satu memulihkan lukanya" Pikir Jaka.
Jaka segera bergerak, ia kali ini menggunakan jurus taichi, pergerakanya yang cepat tak mampu di lihat oleh para prajurit yang sedang membawa Matoa.
Mereka kaget, ketika tubuh mereka tiba tiba terkena hantaman dan membuatnya terlempar jauh.
Jaka langsung menyambar Jaka dan melayang meninggalkan istana Hulu Semingkir.
Namun karena tenaga dalamnya sudah terkuras hingga Jaka memutuskan untuk mendarat dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Di sisi Lain, Raja Mata Satu telah memulihkan tenaganya, ia segera melakukan penerawangan, munculah sosok Jaka bersama Matoa tengah berjalan beriringan di sebuah hutan yang tak dari istana.
Mata Satu segera menyuruh prajurit membawa kuda dan mengejar Jaka serta matoa.
Mata Satu Juga turun langsung. sementara separuh pasukanya di suruh menuju kediaman Gajah Laya dan separuhnya lagi mengejar Jaka yang membawa batu Kalimaya.
Mata Satu juga memberi tahu gurunya agar datang membantu dan menangkap Jaka Kelana yang telah berhasil mencuri batu Kalimaya dari istana Hulu Semingkir.
Raja Api segera menyuruh anak buahnya mencari Jaka dan Matoa di hutan dekat istana.
Berangkatlah siluman banaspati dan genderuwo untuk menangkap Jaka dan Matoa.
__ADS_1
Jaka merasa aneh ketika dirinya dan Matoa hanya berputar putar di sebuah pohon yang paling besar di antara yang lain, hingga Matoa merasa takut, karena ia merasa bulukuduk berdiri.
" Tampakan dirimu dan tak usah kau mempermainkanku!" Teriak sambil memukul pohon yang berada di hadapanya.
Munculah siluman banaspati dan genderuwo yang langsung menyerang.
Seperti biasa Matoa bersembunyi di malik semak, sementara Jaka harus menghadapi serangan banaspati dan genderuwo seorang diri.
Jaka kali ini tak mau, menunda waktu, ia tak mau berlama lama karena pastilah Raja Mata Satu akan mengerahkan prajuritnya untuk mencarinya di hutan.
Jaka langsung melepas pukulan matahari tingkat tiga dan langsung mengarahkan pukulanya, hingga mengena di tubuh para siluman.
Para siluman merasakan tubuhnya panas dan langsung pergi ke alamnya.
Benar saja begitu para jin melarikan diri terdengar puluhan prajurit dengan menunggang kuda mendekat dan telah mengepung Jaka dan Matoa dari segala arah.
Mata Satu juga nampak berdiri di kudanya dan menyuruh prajuritnya untuk menangkap Jaka dan Matoa.
Rupanya Jaka sudah berhasil menyatukan pedang suci masuk ke dalam tubuhnya.
Mata Satu bersama para prajurit terkejut ketika dari tubuh Jaka, keluarlah sebilah pedang dengan di liputi cahaya putih yang sangat menyilaukan mata.
Cahaya tersebut memancar ke segala arah dan kilatan cahaya menyambar ke segala penjuru membuat para prajurit jatuh dari atas kuda,Mata Satu sendiri kesulitan menghadapi gerakan pedang yang menyerangnya dengan cepat.
Sementara Jaka membawa Matoa menggunakan tenaga dalamnya untuk berlari kembali ke perkampungan menuju rumah Gajah Laya.
Cukup lama Jaka berlari hingga menguras tenaga, namun ia lega ternyata tenaganya masih mampu untuk berlari cepat hingga tiba di rumah Gajah Laya.
__ADS_1
Dewi terlihat cemas ketika Jaka terlihat ngos ngosan dan tiba tiba jatuh tersungkur. Untunglah Jaka hanya kelelahan dan kehabisan tenaga sehingga Dewi pun tak merasa khawatir.
"Tenanglah Dinda, aku hanya kehabisan tenaga dan perutku terasa sangat lapar, karena seharian belum makan" Ucap Jaka hingga membuat Gajah Laya dan warga yang semula cemas menjadi tertawa.
Sementara Dewi segera memapah suaminya masuk ke dalam rumah, ia lantas menyuruh Jaka untuk bersila.
Dewi memberikan hawa murninya supaya tenaga Jaka cepat pulih.
Matoa juga langsung berlari ke dapur dan menyiapkan makanan untuk Jaka dan juga dirinya yang sudah kelaparan.
Setelah di rasa sudah stabil, Jaka menyuruh Gajah Laya untuk memanggil semua warga dan bersiap menghadapi serangan Raja Mata Satu bersama prajuritnya.
Jaka juga menyuruh para warga untuk bersiap di pos masing masing sesuai dengan tugasnya.
Sementara itu Mata Satu semakin terlihat kesal, begitu mengetahui pedang yang mengalahkan anak buahnya tak bertuan, sedangkan Jaka dan Matoa sudah menghilang.
Takala pedang Suci lenyap, Mata Satu berseru kepada prajurit yang masih hidup untuk menyerang perkampungan, ia juga memerintahkan seorang senopatinya untuk membawa semua prajurit menghancurkan desa tempat Gajah Laya menghimpun kekuatan untuk memberontak.
Matahari sudah mulai tenggelam, hingga suasana mulai remang remang, Jaka terus memerintahkan semua pasukan bersiap menyambut kedatangan para musuh.
Para warga siaga di pos masing masing dan bersiap menghadang pasukan mata satu, jebakan jebakan juga sudah di pasang di sepanjang jalan yang mengarah ke desa tersebut.
Gajah Laya juga sudah memakai seragam perang dengan lengkap, tubuhnya yang besar dan tinggi tentu saja membuat dirinya akan di takuti oleh musuh musuhnya yang bertubuh kerdil.
Namun ternyata di luar dugaan, ketika malam telah larut munjulah puluhan siluman dengan di pimpin Jin api dan matahari yang membuat kocar kacir warga.
Jaka menyuruhnya supaya tetap tenang dan bersiap di pos untuk menyambut pasukan Mata Satu.
__ADS_1
Sementara para siluman biar dia dan Dewi yang akan mengurusnya.
Raja Api bersama ke lima temanya menyerang Jaka, sementara Dewi harus menghadapi lima siluman yang di pimpin Raja matahari.