
Rombongan pasukan wisma kencana sudah semakin jauh menuju lokasi peperangan,.
Terlihat wajah wajah,yg gagah dengan baju kebesaran ,serta tersirat wajah wajah penuh harap ..
Berharap kemenangan,agar kedamaian kembali terwujud.
Terlihat jaka dan dewi sambil memegang pelana kuda,mereka terlibat perbincangan.
Dewi,kanda maaf kanda,,?
Jaka,ada apa dinda.
sambil mengerutkan kening ,jaka pun terlihat penasaran ,.
Ada apa gerangan ,tidak biasanya wajah dewi kumalasari terlihat gugup..
Akhirnya dewi pun mengatakan,bahwa ia ingin berpamitan dengan kedua orang tuanya,..
serta mau minta bantuan langsung secara tatap muka,dengan kedua orang tuanya,,..
Jaka pun memandang wajah istrinya yg sedikit gugup,ia malah tersenyum..
Jaka akhirnya mengajak dewi,mempercepat lari kudanya untuk mendekati kereta kuda ,yg di tumpangi raja jaya wijaya beserta ratu dewi ambarwati..
Mengetahui jaka dan dewi mendekat ,akhirnya raja jaya wijaya menghentikan seluruh pasukan..
Jaka akhirnya berbicara kepada ayahnya,mengenai rencana dewi kumalasari,untuk pergi ke hutan kayu emas,..
Akhirnya kedua orang tuanya pun memberi izin,dewi semula ingin berangkat seorang diri,namun kedua mertuanya menolak..
__ADS_1
Akhirnya berangkatlah ia bersama jaka kelana,.
setelah mereka berpamitan ,kedua kuda di titipkan kepada prajurit.
kemudian mereka pergi ,dewi membawa jaka terbang melesat menuju hutan kayu...
Raja jaya wijaya pun akhirnya menunda perjalanan ,hingga menunggu anaknya kembali.
para prajurit pun terlihat sibuk membuat tenda,mengingat matahari juga hampir terbenam..
Ribuan tenda berjejer di pinggir jalan,terlihat bebedapa tenda besar membentang hampir memenuhi bahu jalan..
Tenda yg di buat khusus buat sang raja dan para punggawa istana,..
Terlihat asap mengepul dari dari asap pembakaran ,para prajurit juga sibuk membuat masakan..
Mereka di suruh memperbanyak makan daging biar asupan energi dan stamina terjaga..
Bagaimana pun stamina dan mental menjadi faktor utama ,jadi sang raja sangat menganjurkan makan bergisi dan terus membina mental para prajurit..
Di sisi lain jaka dan dewi sudah memasuki kerajaan hutan kayu emas..
Raja dan ratu menyambut kedatangan mereka dengan gembira.
Dewi pun segera mengutarakan niatnya datang ke hutan kayu..
Ayahnya pun berjanji akan mengerahkan pasukan berapapun yg dewi minta ,untuk membantu memenangkan pertandingan,,..
Raja pun memberikan sebuah cincin kepada dewi.
__ADS_1
cincin yang biasa di pakai oleh ayahnya,cincin itu berguna untuk memanggil ,para prajurit bangsa jin dan melipat gandakan kekuatan yang memakainya..
karena ,kedua orang tua dewi masih kangen,akhirnya mereka pun bermalam dan baru akan kembali esok hari..
sementara suasana di kemah,terlihat resi suralaya,sedang berpatroli sambil membaca lontar kuno..
Rupanya jauh jauh hari ,ketika ia sedang bersemedi ia bermimpi bertemu resi suralaya..
Ia berucap agar selalu melindungi sekitar istana atau pun kemah ,saat terjadinya peperangan..
Terutama waktu malam hari untuk menghindari gangguan dari siluman,anak buah dewi kalinggi..
Ternyata benar dugaan sang resi,beberapa siluman banaspati terlihat terbang mendekati kemah prajurit..
Rupanya mereka di suruh nini kalinggi, untuk mengacokan situasi, berharap pasukan raja jaya wijaya ketakutan..
sehingga mental mereka jatuh.
sehingga dengan mudah dasarupa dan pasukanya dapat mengalahkan mereka..
Mereka semakin mendekati kamp prajurit,namun setelah berhasil mendekat ,tiba tiba mereka merasakan panas yang luar biasa..
Resi suralaya juga terlihat semakin khusu membaca isi dari lontar suci..
sementara para prajurit ,terlihat biasa biasa saja tanpa mengetahui kejadian yang terjadi..
para banaspati pun terlihat kebingungan,mengetahui ada kekuatan yang melindungi kemah prajurit..
Akhirnya mereka pun pergi menuju ,tuanya dewi kalinggi...
__ADS_1