JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Bertemu Kakek Tang


__ADS_3

Dengan terbunuhnya ketua iblis merah kini aliran hitam sudah tak berani lagi membuat teror di wilayah li dan Ci. Kekaisaran menjadi aman dan rakyat lebih sejahtera setelah dua kaisar yang berseteru sejak puluhan tahun berdamai.


Kini Jaka dan Chin Shuang telah berada di kerajaan Liming yang kini harus tunduk di bawah kepemerintahan Ciming.


Raja Liming juga nampak lega setelah permusuhan dengan saudaranya berahir. Ia sangat berterima kasih atas jasa jasa Chin Shuang selama mengabdi di kerajaanya.


Sementara itu ibu suri nampak begitu sedih melihat Chin Shuang yang telah ia anggap sebagai anak sendiri akan pergi bersama Jaka kelana ke negerinya yang sangat jauh.


Ibu suri juga tak mau mengikuti egonya setelah Chin Shuang mengingat semua hal tentang masa lalunya.


Apalagi ikatan cinta antara Jaka Kelana dan Dewi Kumalasari memang sangat kuat. Dengan tetesan air mata ibu suri melepas kepergian Chin Shuang bersama Jaka Kelana.


Raja Li juga nampak sangat kehilangan, karena rasa sayangnya sudah seperti saudara kandung sendiri.


Raja li juga banyak menawarkan hadiah untuk bekal selama perjalanan, namun Jaka dan Dewi hanya mengambil sedikit uang untuk bekal perjalanan.


Dewi Kumalasari segera berubah wujud, semua mata takjub sekaligus merinding melihat Chin Shuang gadis yang cantik jelita menjelma menjadi seekor elang besar yang sangat mengerikan.


Jaka segera naik ke punggung elang, Dewi mulai mengepakan sayapnya dan membawa terbang Jaka menuju sebuah desa di mana paman Tang dan bibi Pay tinggal.


Jaka terus memberi arahan supaya Dewi menuju sebuah tempat yang berada di pinggir wilayah kaisar Ci.


Tak butuh waktu lama akhirnya sampelah mereka di desa tersebut.


Agar tidak menimbulkan ketakutan warga seperti biasa Dewi mendarat di sebuah tempat yang agak jauh dari desa.


Jaka menggadeng tangan istrinya yang telah berubah menjadi manusia, ia menyusuri jalan setapak menuju rumah kakek Tang.


Dewi merasakan sebuah hawa dari siluman mendekat.


" Hati hati kanda, ada siluman yang sedang mengawasi kita!" bisik Dewi dengan menempelkan bibirnya ke telinga suaminya.


Belum sempat Jaka menjawab pertanyaan istrinya, tiba tiba munjulah beberapa ekor ular raksasa menyerang keduanya.

__ADS_1


Jaka dan Dewi melompat ke atas pohon menghindari sabetan dari tubuh ular yang menyerangnya.


Rupanya mereka adalah anak buah dari puteri Hachi yang tak terima ratu mereka di kalahkan oleh Chin Shuang.


"O jadi kalian adalah anak buah ular putih, baiklah akan aku buat kalian babak belur seperti puteri hachi,he he he!" teriak Chin Shuang sambil merubah wujudnya menjadi elang.


Elang segera melesat dan mencoba menyerang dengan paruh dan kuku kukunya yang tajam, hingga membuat para siluman tak berdaya.


Sementara Jaka hanya menonton sambil duduk di atas dahan pohon.


Dewi menyuruh para siluman pergi dan tidak lagi mengusiknya, ia juga meminta agar para siluman tidak mencari mangsa dari manusia tapi hanya binatang yang boleh mereka makan.


Tak kala Dewi sedang sibuk memberi nasihat pada siluman ular yang menyerangnya, tiba tiba munjul sosok Hachi yang menyerangnya lewat belakang.


Untunglah Jaka melihat pergerakan Hachi dan berhasil menangkis seranganya.


"Hei jangan curang Puteri Hachi, hiatt!" Teriak Jaka sambil melesatkan pukulan matahari.


Hachi merasa kesal karena jurus kala wisa yang ia lesatkan dapat di tangkis dengan pukulan matahari.


Dewi kaget melihat dua kekuatan meledak di dekatnya, ia segera berbalik badan untuk mengetahui siapa yang hendak menyerangnya dari belakang.


Dewi segera berubah menjadi manusia dan membiarkan anak buah Hachi berlalu meninggalkan ratu mereka.


Sementara Jaka Kelana dan Hachi sama sama mengeluarkan jurus andalan mereka.


Jaka kali melepaskan pukulan matahari tingkat tiga, sementara Hachi mengeluarkan sebuah mustika ular yang ia genggam di tanganya.


Tangan Hachi seketika mengeluarkan cahaya berwarna biru, cahaya tersebut kemudian meluncur dan beradu dengan pukulan matahari.


"Dooor, door ,doooor"


Ledakan beberapa kali terdengar hingga membuat para penduduk ketakutan.

__ADS_1


Sementara kakek Tang yang penasaran mengambil pedang yang ia letakan di di dinding rumah, Wutan juga tak membiarkan ayahnya pergi seorang diri.


Warga desa mulai berani keluar rumah melihat kakek Tang dan Wuhan pergi menuju hutan, mereka juga ikut serta untuk mengetahui apa yang terjadi.


Kakek Tang gemetaran melihat seekor ular raksasa tengah berdiri dengan kepala mengarah kepada dirinya, keterkejutanya belum cukup ketika melihat seekor elang raksasa tiba tiba munjul membelakanginya.


Wutan bergerak cepat menarik tubuh ayahnya yang nampak kaku karena ketakutan. Jaka segera melompat dari sebuah pohon.


" Wutan ajaklah paman Tang menjauh" teriak Jaka.


Wutan terkejut melihat Jaka yang tiba tiba munjul, namun Jaka segera menyuruhnya menjauhi pertarungan.


Sementara warga lari pontang panting melihat saekor elang raksasa bertarung dengan ular raksasa, mereka langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rapat rapat.


Jaka menyuruh Dewi untuk mempercepat pertarungan, ia tak mau membuat warga panik.


Dewi menuruti keinginan suaminya ia lantas mengeluarkan ajian penyerap daya, dengan kekuatan gunung salju yang masih tersisa di dalam tubuhnya Dewi membuka paruhnya, seketika aliran kristal salju keluar dan membuat siluman ular putih membeku.


Siluman ular putih ahirnya menyerah, ia berjanji tak akan mengusik Chin Shuang dan juga Jaka Kelana.


Melihat musuhnya tak berdaya Dewi kembali merubah wujudnya menjadi manusia. Kakek Tang terkejut melihat elang raksasa dapat berubah wujud menjadi manusia,namun Wutan segera menjelaskan bahwa ia adalah istri dari Jaka Kelana yang selama ini berpisah denganya.


Sementara masih mengawasi siluman ular yang telah beku tertutup salju.


Ratu ular masih memelas meminta Dewi mengampuninya.


Dewi merasa bahwa ular putih tulus untuk mengakui kesalahanya hingga ia pun mengeluarkan pukulan dewa gledek untuk memecahkan es yang menutupi tubuh ratu ular.


Hachi berjanji akan menjadi siluman yang baik, ia juga menawarkan bantuan kepada Dewi dan Jaka jika sewaktu waktu membutuhkan bantuanya.


Hachi mengeluarkan mustika dari dalam mulutnya dan memberikan mustika tersebut kepada Dewi.


"Dengan mustika ini kamu dapat memanggilku kapan saja, terimakasih karena sudah mau mengampuni diriku, aku pasti akan kebaikan kalian" teriak Hachi sambil menyerahkan mustika, lalu ia terbang dan menghilang.

__ADS_1


Dewi mendekati Jaka yang sudah menunggu dirinya. Ahirnya mereka berjalan bersama menuju kediaman kakek Tang.


__ADS_2