JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Sepasang Pendekar Dari Ujung Kulon


__ADS_3

para pendekar telah berkumpul di gunung Arjuna untuk meperebutkan Pedang naga emas dan Kitab Elang Sakti yang berada di dalam dasar jurang lembah Arjuna.


Mereka saling bertarung satu sama lain untuk menjadi pemenang dan berhak untuk memasuki dasar jurang lembah Arjuna guna menemukan keberadaan Pedang Naga Emas dan juga kitab Elang Sakti.


Walaupun sudah banyak sekali korban yang harus mati sia sia,namun mereka tetap tak perduli demi mendapatkan ilmu tingkat tinggi yang tentunya bisa memimpin dunia persilatan.


Bahkan sudah beberapa kali pemenang yang berhasil menuruni lembah Arjuna justru harus mati di dasar jurang karena tidak berhasil menemukan pusaka tersebut. Disamping itu belum satupun pendekar yang mampu untuk kembali Karena jurangnya sangat dalam dan jaraknya sampai ribuan meter dari puncak kawah Arjuna.Di puncak Arjuna kini emat orang pendekar sedang beradu kesaktian untuk membuktikan siapa yang terkuat di antara pendekar persilatan dan berhak mengambil pedang Naga Emas.


Dua orang pendekar dengan perawakan tinggi besar yang menamakan diri sebagai Pendekar Kembar dari Utara melawan sepasang pendekar dari ujung kulon. Sementara di sekitar pertarungan beberapa tubuh manusia tergeletak dan juga ada yang terluka cukup parah . Mereka rupanya juga ikut andil untuk mendapatkan pedang naga emas dan harus mengakui kehebatan ke empat pendekar yang sedang bertarung.


puncak gunung Arjuna porak poranda pohon pohon tumbang dan tanah berlobang akibat adu tanding yang belum juga mendapatkan pemenang. Kedua belah pihak memiliki kekuatan yang berimbang.Hingga pada akhirnya sepasang pendekar dari ujung kulon menggunakan ajian pamungkasnya yaitu ajian kawah murka. Pukulan yang memiliki kekuatan panas bumi setara kawah gunung Merapi.


Sementara sepasang pendekar dari Utara juga menggunakan ajian pamungkasnya yaitu ajian cakar setan. Secara tiba tiba tubuh sepasang pendekar dari Utara ,terbelah masing masing menjadi empat . Kini mereka menjadi delapan orang dan meengepung pendekar dari ujung kulon.


Namun satu persatu tubuh mereka terbakar dan meledak terkena jurus kawah murka. Hingga akhirnya kedua pendekar dari Utara harus kehilangan nyawa dengan tubuh terpanggang.


Setelah kemenangan mereka dapatkan,sepasang pendekar ujung kulon tertawa dan melihat lawan lawannya dengan sinis."Kakang akhirnya kita menjadi pemenangnya dan akan menjadi pendekar terkuat di Jawa Dwipa" Mayang berkata dengan congkak.


" Ia Dinda,kita akan menjadi sepasang pendekar yang akan menguasai dunia persilatan .ayo kita segera masuk ke lembar Arjuna dan mengambil pedang serta kitab Elang Sakti" jawab Mahisapati yang merupakan kekasih dari Mayang.


Keduanya segera melompat dan menuruni jurang yang berada di lembah Arjuna.Dengan ilmu peringan tubuh yang mereka miliki kedua pendekar dari ujung kulon tidak mendapatkan kesulitan berarti. Akhirnya keduanya sampai di dasar jurang. Dasar jurang di selimuti pepohonan yang rimbun dan juga banyak di huni oleh ular besar dan juga hewan melata lainya.

__ADS_1


Mahisa menyuruh Mayang berhati hati agar tidak kedatangan mereka tidak di ketahui oleh ular ular yang ukuranya sama dengan pohon kelapa. Mereka tak mau menyia nyiakan tenaganya . Keduanya mendarat tepat di atas batang pohon sambil mencari keberadaan goa tempat di mana pedang Naga Emas dan kitab sakti berada.


" Hati hati Dinda lihatlah di sekeliling goa ,banyak tulang belulang manusia yang menjadi korban dari penunggu goa !"


Sementara Mayang hanyak menggaguk dan pandanganya terus tertuju ke mulut goa dengan sikap waspada.


Kini Mahisa melompat dari pohon berjalan pelan menuju mulut goa.


" Hati hati Kanda!"


Suara dari Mayang membuat keberanian Mahisa semakin besar ,ia mantap memasuki goa. Tapi belum juga kakinya menyentuh mulut goa tiba tiba ia merasa sebuah kekuatan maha dasyat melesat ke arahnya. Mahisa mencoba bertahan dengan mengerahkan tenaga dalamnya namun karena besarnya tenaga yang menyerangnya tubuhnya terlempar tepat di depan para ular raksasa yang sedang berlindung di bawah pohon.


Ular raksasa terkejut dengan benda yang jatuh di depannya ,tentu saja setelah menyadari ada mangsa di depannya ular itu menjadi beringas dan mencoba mematuk Mahisa dengan kepalanya.


Dalam sekejap seekor ular raksasa kepalanya terputus dan menggelepar di tanah.


Malihat kwanya binasa teman temanya segera datang untuk menyerang Mahisa dan Mayang. Kini sekitar lima ekor ular raksasa terus melncarkan serangan dengan kepala dan juga menggerakkan ekornya.


Terlihat seekor ular berhasil,menjepit tubuh Mahisa dengan melingkari tubuhnya.


Mahisa mulai merasa sesak untuk bernafas. Iapun lantas menggunakan kembali pukulan kawah murka hingga membuat tubuh ular hancur berkeping keping.

__ADS_1


Mayang juga melakukan hal yang sama untuk mengalahkan kawanan ular yang menyerangnya. merekapun menemui ajal dengan badan tercerai berai.


Dengan sikap waspada keduanya lalu masuk kedalam goa,namun hal serupa terjadi dari dalam goa seperti ada kekuatan dasyat yang melempar mereka berdua.


Sampai beberapa kali mencoba tubuh mereka selalu terlempar dan sampai kurun waktu yang cukup lama,akhirnya keduanya memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Sementara itu Nilam telah berpamitan untuk ikut bersama Tirta ke gunung Arjuna. Ya walaupun awalnya Nyin Andung keberatan namun akhirnya merelakan kepergian cucunya. Karena selama puluhan tahun Nilam selalu bersamanya menemani di setiap waktu.


Sebelum benar benar pergi bersama Tirta Nyi Andung menceritakan rahasia yang ia simpan kepada Nilam tentang asal usulnya. Ternyata Nilam adalah seorang anak yang ia temukan di dalam hutan saat ia masih bayi. Ia menemukan Nilam saat sedang mencari daun obat untuk membuat penangkal racun. Kala itu ia mendengar suara tangisan bayi. Lantas Nyi Andung mencari sumber suara dan menemukan Nilam dengan terbungkus kain.


Ia juga menemukan sebuah surat di sebelah bayi Nilam yang berisi tulisan terimakasih buat siapa saja yang mau merawat anaknya. Di surat tersebut juga tertulis bahwa Bayi Nilam bukan anak haram dari hubungan gelap,tapi kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Ia terpaksa membuang bayinya karena karma yang harus mereka terima ,atas segala kesalahannya dimasa lalu, dalam surat itu juga berpesan setelah Nilam dewasa jika ingin mengetahui asal usulnya untuk mencarinya di sekitar wilayah Hutan Kayu.


Dimana di wilayah itu terdapat kerajaan siluman yaitu Kerajaan Kayu Emas,yang sudah sangat terkenal baik di golongan bangsa lelembut ataupun bangsa manusia.


Setelah kisah dari neneknya tentu saja kedua mata Nilam beruraian tangis ia juga terisak Isak karena sedari dulu neneknya tak pernah bercerita.


Tirta juga merasa sedikit pilu ia juga rupanya menahan berat rasa rindunya untuk bertemu kedua orang tuanya. Namun ia mencoba tegar walaupun matanya mulai sedikit memerah. Nyi Andung memeluk Nilam ,ia juga ikut sedih dan menangis.


Namun pada Akhirnya Nilam dan Tirta pergi meninggalkan Nyi Andung. Nyi Andung juga akan kembali ke rumahnya. Dia juga akan mengunakan hari tuanya untuk menolong masyarakat yang mungkin membutuhkan pertolongannya.


Mohon dukunganya kepada pembaca setia Jaka Kelana dan Elang Raksasa.terimakasih.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2