JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Ki Agung Prawoto


__ADS_3

Jaka segera naik ke punggung Dewi yang telah berubah menjadi elang.


Dewi membawa terbang Jaka menuju arah matahari terbit,ia terbang dengan sangat cepat karena telah memakai mustika pemberian ayahnya ,hingga kekuatanya berlipat lipat.


Jaka pun nampak menikmati pemandangan hutan yang seperti lautan berwarna hijau.


Pandanganya pun berhenti menyaksikan bekas bekas letusan Gunung Kawi,ia pun mulai berandai andai,jikalau ia tak dapat menahan kekuatan Dewi Kalinggi pastilah kerajaan Wisma Kencana hanya tinggal nama belaka.Ia juga berpikir kalau itu terjadi mungkin ia akan terkubur bersama semua orang yang berada di istana.


Jaka menghela nafas panjang,ia pun sangat merasa bersyukur masih di beri kesempatan melihat dunia dan masih dapat melindungi orang orang yang ia sayangi.


Dewi tiba tiba menghentikan laju terbangnya,rupanya tempat yang di maksud Resi Suralaya sudah berada di bawahnya.


Tempatnya berada di atas bukit yang menghijau ,Jaka juga tak menyangka bahwa di atas bukit terdapat banyak rumah rumah penduduk.


Jaka pun segera menyuruh Dewi mendarat dan segera merubah wujudnya menjadi manusia sebelum orang orang melihat wujudnya.


Jaka dan Dewi mulai berjalan mendekati perkampungan ,para warga pun memandang mereka dengan senyum.


Jaka sangat terkesan dengan keramahan para penduduk.Ia pun terus mengamati bangunan rumah para penduduk yang terlihat tak biasa.

__ADS_1


Jaka juga melihat sebuah bangunan besar dan megah di tengah kampung,bangunan yang mirip sebuah rumah tapi begitu besar,di atasnya terdapat sebuah tutup yang lancip ke atas dan bawahnya bundar.


Dewi juga nampak begitu takjub dengan bangunan yang ia lihat .


Karena berjalan cukup lama dan perut mulai keroncongan,Jaka pun bertanya ke warga ,apakah ada kedai makanan di desa tersebut.


Warga pun menggelengkan kepalanya,"maaf tuan,di sini tak ada kedai makanan,kalau tuan dan nyai lapar sebaiknya mampir saja kerumahku".


Jaka,"mohon maaf sebelumnya ki,apa itu tidak merepotkan".


"Tentu saja tidak ,justru aki senang kalau dapat membantu sesama,bukankah kita hidup harus saling bantu bagi yang membutuhkan,"ucap lelaki paruh baya sambil mempersilahkan Jaka dan Dewi masuk ke rumahnya.


Seorang wanita keluar dengan membawa makan dan minum,wajahnya sedikit malu malu,karena rupanya ia sudah mengintip dari balik pintu,ia pun terpesona akan ketampanan wajah Jaka.


Dewi juga terkejut melihat rupa gadis yang kepalanya di tutupi kain panjang,begitu cantik,ia pun melirik ke Jaka yang ternyata sedang memandang wanita tersebut.


Dewi menyekipkan tanganya masuk ke dalam pinggang Jaka dan mencubitnya.Jaka pun berteriak,hingga ki kartosuro menanyakan gerangan apa yang terjadi.


Jaka dan Dewi serentak menggelengkan kepalanya,membuat Ki Karto tersenyum.

__ADS_1


Ki Karto memperkenalkan putrinya ,ia bernama Siti Rukayah.Siti pun di suruh duduk untuk menemani kedua tamunya makan,karena Ki Karto harus pergi ke masjid untuk solat asar.


Dewi pun mencoba melunakan hatinya dan mendekati siti,siti yang nampak sedikit gugup akhirnya mulai membuka bibirnya.


Terjadilah perbincangan antara Dewi dan Siti,sementara Jaka terlihat asyik menyantap hidangan yang tersaji.


Suara orang berteriak dengan nada yang aneh membuat Jaka merasa penasaran,ia pun menghentikan makanya.


"Maaf ti,itu seperti suara orang berteriak teriak tapi ko terdengar merdu,apa yang sedang ia panggil,"tanya Jaka pada Siti.


Siti tersenyum,"oh itu suara azan tuan,ia sedang memanggil agar kami yang beragama islam untuk menjalankan solat,".


Jaka pun semakin bingung dan terus bertanya kepada Siti,Dewi juga ikut bertanya seperti apa agama islam itu.


Setelah berbicara panjang lebar Jaka pun menarik kesimpulan bahwa islam banyak mengajarkan kebaikan.Ia pun tak heran dengan sikap orang orang sekeliling kampung Bukit Mulyo,yang begitu ramah.


Dewi pun akhirnya bertanya kepada Siti ,apakah di Bukit Mulyo ada yang bernama Ki Agung Prawoto.


Siti terkejut ketika Dewi menyebut nama Ki Ageng Prawoto,"oh beliau adalah sesepuh sekaligus guru kami,beliau juga yang mengajarkan kami agama islam,beliau tinggal di puncak bukit Mulyo bersama murid muridnya,"ucap Siti menjawab pertanyaan Dewi.

__ADS_1


Siti pun kemudian memohon izin sebentar untuk melakukan sembahyang,dan mempersilahkan Dewi serta Jaka kembali menyantap hidangan.


__ADS_2