
sementara itu si lelaki bercaping segera mengeluarkan kepengnya untuk membayar makanan yang ia pesan. Dia pesan makanan dan meminta di bungkus dengan daun jati dan segera memasukan ke buntelan yang ia bawa.
Ketika si pemilik kedai menerima uang pembayaran dan berkedip karena matanya terasa ada yang mengganjal lelaki di hadapannya telah lenyap tanpa tau pergi kemana.
Jaka serta Dewi dan Karto juga tak melihat pergerakan lelaki bercaping yang pergi entah kemana.
";Kanda ayo kita segera cari, lelaki tadi siapa tau dia guru kita atau bahkan si lelaki misterius yang telah membawa Jaka Satria pergi!"
Dewi berucap sambil menarik baju suaminya agar bergegaz. Keduanya segera berpamitan dan melompat dekat kuda di ikat,mereka segera melepas ikatanya dan menarik pelana dengan kencang.
Tak lama Karto dan teman temanya juga menyusul.
Jaka dan Dewi mencoba mencari jejak langkah atau pun apa saja yang bisa di jadikan petunjuk mencari kemana arah lelaki bercaping pergi.
" Sepertinya lelaki tadi mempunyai ilmu meringankan tubuh yang sangat sempurna,hingga bisa melayang seperti burung. Coba saja Dinda masih bisa menggunakan ilmu Malih rupa ,mungkin kita bisa mengejarnya."
Jaka berucap sambil memandang wajah istrinya yang kepanasan terkena matahari yang bersinar dengan bebas tanpa adanya pepohon yang menutupi.
Dewi hanya tersenyum sambil sedikit memonyongkan bibirnya.
Kali ini Jaka seperti merasakan ada sebuah aliran tenaga dalam yang cukup besar bergerak di samping kanannya. Cepat cepat ia meloncat dan terbang mengejar kearah dimana kekuatan itu berasal ,Dewi mengikuti dari belakang .
" Ayo cepat Dinda ,sepertinya tenaga ini semakin jauh aku rasakan"
" Ia kanda ,aku juga merasa kekuatan ini semakin melamah. Jangan jangan ia sudah jauh dan kita tidak bisa mengejarnya" balas Dewi Kumalasari.
Keduanya melompat di atas dahan pohon bergerak dengan cepat layaknya tupai yang melompat berpindah dari ranting-ranting pohon.
__ADS_1
Mereka semakin cepat bergerak berusaha mendekati sumber tenaga dalam yang dirasakan.Akhirnya mereka sampai di sebuah gubuk tua yang berada di tengah hutan. Keduanya segera berdiri di depan pintu.
"Permisi Ki,Nyi apa ada orang di dalam" Jaka menyapa dengan suara pelan,namun cukup lama tak ada jawaban dari dalam rumah.
Dewi semakin penasaran dan mendorong pintu yang kebetulan tidak terkunci.
"Greeeeetttt"
Bunyi suara pintu ketika di buka,keduanya segera masuk dan menyisir keadaan di dalamnya.
"Kanda aku menemukan sesuatu ini sepertinya baju milik anak kita Kanda,ia ini milik Jaka Satria" nampak Dewi berucap dengan pipi yang agak panik melihat baju yang di pakai Jaka Satria saat di bawa oleh lelaki misterius.
Jaka mengamati baju tersebut dan mengangguk tanda mengiakan apa kata istrinya itu.Mereka segera menyisir seluruh ruangan. Tampak di sebuah ruangan terdapat beberapa bekas nasi tercecer di tanah.
" Dinda ini sepertinya bekas makan yang baru saja mereka santap!"
" Entahlah Dinda,tapi mudah mudahan itu benar dan dia bukanlah orang jahat yang ingin melukai Jaka Satria!" timpal Jaka.
Sementara itu nampak dua pasang mata sedang mengamati Jaka dan Dewi dari lubang yang sangat kecil di bawah tanah. Lelaki tua sengaja menutup semua aliran tenaga dalamnya untuk menghilangkan jejak.
Jaka Satria berusaha membuka mulutnya memanggil kedua orang tuanya ,namun si lelaki tua memberi isarat dengan jari telunjuk mengarah ke atas dan menempelkan di kedua bibirnya.
Jaka Satria segera menutup mulut dengan kedua tangan.
Jaka terus berusaha mencari dengan menggunakan penerawangannya namun tidak nampak ada bayangan penampakan yang ia lihat.
"Sudahlah Kanda nampaknya lelaki itu telah membawa anak kita pergi!"Dewi berucap sambil kedua matanya beralih ke setiap arah berharap ada petunjuk yang bisa di peroleh.
__ADS_1
Jaka menyudahi penerawangannya, dan berjalan ke arah sebuah bilik yang sepertinya lama tidak di pakai ,karena banyak sarang laba laba yang bergantungan memenuhi atap.
Kini si lelaki tua nampak gugup melihat langkah kaki Jaka semakin dekat menuju ke arahnya. Jaka Satria seperti tau akan maksud Kakek tua ia lantas menjulurkan satu tangannya keluar rumah dan mengeluarkan sedikit kemampuannya. Tenaga dalam keluar mengarah ke sebuah pohon kecil di belakang rumah hingga tumbang dan menyebabkan beberapa babi hutan yang sedang bersembunyi di balik semak belukar lari ketakutan.
Jaka segera merubah arah dan melompat menembus atap rumah hingga cebol menuju arah suara. Dewi juga berlari keluar melewati pintu.
Mereka mengejar pergerakan di semak semak dan mengira bahwa Si lelaki misterius telah kabut.Keduanya sedikit kecewa karena yang mereka dapati hanya seekor babi hutan yang ketakutan.
" Kanda nampaknya memang lelaki itu bukan orang sembarangan.Kita sudah berhasil ia kecoh.
Sementara di dalam ruang bawah tanah . Ki Semprul memberi isarat kepada Jaka Satria agar menutup aliran tenaga dalamnya dengan rapat supaya kedua orang tuanya tak dapat menemukan mereka. Walaupun Jaka Satria masih di bilang anak ingusan namun dia sudah sangat cakap untuk mengetahui situasi yang ada. Kepandaiannya juga sudah di atas rata rata dalam hal ilmu kadigjayaan. Rupanya Ki Semprul yang selama ini membimbingnya sejak ia bayi dan mengajarkan ilmu kadigdayaan serta ilmu kehidupan pada umumnya.
Jaka Satria tak ingin membuat kedua orang tuanya kawatir ,ia segera mengambil sebuah daun kering dan menuliskan dengan sebuah ranting kecil yang kebetulan berada di sampingnya. Dia kemudian kembali menggerakkan jarinya hingga membuat daun itu terbang keluar bergerak semakin tinggi. Dengan kemampuan yang ia miliki ia bisa menggerakkan daun tersebut untuk jatuh tepat di depan ayah dan ibunya yang masih terlihat kebingungan.
Jaka merasakan ada sebuah dorongan tenaga yang menuju arahnya . Benar saja ada sebuah daun kering yang seperti di gerakan orang dengan tenaga dalam menuju ke arahnya.
" wussssss".
Jaka segera menangkap daun yang seperti mengarah kepadanya. Dia melihat dengan seksama dan membuka daun tersebut.
" Ayahanda,ibunda maafkan aku belum bisa bertemu kalian.Tapi tenanglah aku dalam keadaan baik baik saja,tak usahlah kalian mencariku .Suatu saat aku akan kembali bertemu kalian,kalau sudah waktunya. Biarkan Ananda belajar tentang makna kehidupan langsung dari alam dan isi dunia yang begitu luas.Salam cinta dari Ananda untuk Ayahanda dan Ibunda tercinta. Jaka Satria"
Setelah membaca isi dari daun tersebut mata Dewi berkaca- kaca ada rasa kecemasan yang masih menyelimuti. Namun ada juga rasa bangga kepada anaknya yang nampaknya mewarisi sifat Ayahnya yang suka berkelana dan membantu rakyat yang kesusahan dari pada duduk manis di istana pemerintahan.
Jaka juga tersenyum bangga melihat anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan bijaksana seperti leluhurnya.
Kini Jaka dan Dewi merasa lega setelah membaca surat tersebut dan telah mengiklaskan kepergian anaknya itu. Lantas keduanya kembali ke kuda mereka dan kembali ke istana Wisma Kencana untuk memberi tahu kakek dan juga neneknya yang pastinya sangat khawatir dengan keberadaan cucunya.
__ADS_1
Bersambung.