
Jaka terbangun dari tidurnya, karena tak dapat melihat sinar matahari ia tetap mengambil wudu dan menunaikan solat.
Jaka duduk di sebelah Fong Wei yang masih terlelap.
Jaka sengaja tak membangunkan Wong Fei yang masih tidur bahkan mendengkur.
Jaka merasa sering mendengar suara dengkuran yang terdengar keluar dari kerongkongan Wong Fei.
Hingga akhirnya Jaka kembali teringat wajah istrinya. Jaka tersenyum senyum sendiri membayangkan saat saat indah bersama Dewi Kumalasari.
Namun ia mulai berpikir yang buruk seandainya Dewi Kumalasari tidak tertolong dan dia harus meninggalkan dunia ini.
Jaka mulai berandai andai seandainya Dewi telah tiada, apakah kira kira gadis yang mirip dengan istrinya yaitu Chin Shuang mau menggantikan posisi Dewi Kumalasari.
Jaka setiap waktu selalu berdoa agar dirinya cepat di pertemukan dengan istrinya dan seandainya istrinya telah tiada setidaknya dia tahu makam atau kuburanya.
Jaka merasa perutnya mulai lapar, lalu ia bergegas ke sebuah lorong dimana tersedia banyak makanan yang dia bawa bersama guru Chen untuk bekal.
Setelah masakanya matang Jaka makan dengan lahap, ia sengaja menyisakan makanan buat di makan Wong Fei setelah terbangun dari tidurnya.
Jaka keget mendengar Wong Fei kembali memanggilnya dengan pemuda asing.
Tentu saja Jaka segera meletakan mangkuk yang berisi nasi dan sop.
Lalu ia berlari karena takut terjadi sesuatu terhadap Wong Fei.
Jaka bingung melihat Wong Fei masih tertidur, namun kembali Wong Fei mengigau dengan menyebut namanya beberapa kali.
__ADS_1
Bahkan suaranya justru terdengar seperti seorang perempuan.
Jaka mulai curiga bahwa Wong Fei benar benar adalah seorang wanita. Jaka masih ingat tatapan mata Wong Fei yang terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Dari pada terus di selimuti rasa curiga, akhirnya Jaka mendekati Wong Fei yang masih tertidur.
Suara dengkuranya juga semakin keras, Jaka pandanganya terhenti melihat Wong Fei tak memiliki jakun layaknya seorang lelaki.
Tubuhnya mungil tapi dadanya terlihat menonjol layaknya dada seorang wanita.
Jaka terkejut melihat kumis yang tumbuh di atas mulut Wong Fei tiba tiba hilang padahal waktu mau tidur Jaka masih melihat Wong Fei dengan kumisnya.
Jaka berusaha mencari potongan rambut kumis milik Wong Fei kalau dia habis mencukurnya. Namun bukanya bekas cukuran yang ia dapat justru Jaka menemukan kumis palsu yang tergeletak di bawah kepala Wong Fei.
Jaka mencoba menarik jenggot yang menempel di dagu Wong Fei. Ketika ia hendak memegangnya justru jenggot terlepas.
Namun hatinya menjadi berbunga bunga setelah tahu bahwa Chin Shuang mungkin menyamar agar bisa menyelamatkan dirinya dari racun kalajengking biru yang di kirimkan oleh kedua sahabatnya.
Jaka menatap Chin Shuang dengan tajam, kini munjul dalam pikiranya untuk berpura pura tetap tidak tahu dan mengganggap Chin Shuang adalah Wong Fei.
Namun Jaka kembali terkejut karena melihat Chin Shuang memiliki sedikit bulu yang tumbuh di kakinya yang mirip bulu bulu yang di miliki oleh burung elang.
Jaka kini berusaha mengangkat tangan Chin Shuang dan mencari bekas luka di atas ketiaknya.
Jaka tersenyum bahagia melihat Chin Shuang juga memiliki tanda yang sama persis seperti tanda yang terdapat di lengan Dewi Kumalasari.
Kini dia semakin yakin bahwa Chin Shuang memanglah Dewi Kumalasari. Namun ia tidak akan memaksa Chin Shuang menjadi Dewi Kumalasari sebelum ingatanya kembali.
__ADS_1
Jaka membelai wajah istrinya, ingin rasanya ia mendekap dengan erat namun pastilah nanti Chin Shuang akan terbangun.
Jaka tersenyum bahagia melihat wanita yang ia cari cari justru selama ini sudah bersama dirinya.
Namun Jaka buru buru menempelkan kumis dan jenggot ke muka Chin Shuang karena nampaknya ia akan segera terbangun.
Kali ini Jaka berpura pura tertidur dan kakinya sengaja berada di atas kaki Chin Shuang.
Chin Shuang terdengar menguap dan segera membuka kedua matanya.
Chin Shuang mencoba meraba kumis dan jenggotnya, ia lega karena jenggot dan kumisnya masih menempel dengan erat.
Namun Chin Shuang terkejut mendapati Kaki Jaka ternyata berada di atas kedua kakinya.
Sementara Jaka berpura pura mendengkur, Chin Shuang mengangkat kaki Jaka dengan pelan. kemudian ia pergi untuk mencuci mukanya.
Tak lupa ia kembali menempelkan kumis dan jenggot palsunya serta memastikan bahwa sudah benar benar menempel dengan kuat.
Chin Shuang kembali berjalan, sementara Jaka sedikit membuka matanya, ia melihat Chin Shuang kembali berjalan ke arahnya, kini Jaka berpura pura mengigau dengan memanggil nama Dewi Kumalasari dan juga Chin Shuang.
Chin Shuang mendekat ia memandangi wajah suaminya air matanya berjatuhan di bebatuan.
Jaka membuka sedikit matanya dan meihat air mata Chin Shuang berjatuhan.
Jaka juga merasakan hal yang sama namun ia mencoba menahanya. kini ia pura pura tertidur pulas. Sementara Chin Shuang mendekat sambil membelai kepala Jaka Kelana.
Jaka berpura pura tertidur bahkan mendengkur, dalam hatinya begitu berbunga bunga ketika Chin Shuang membelainya dengan penuh kasih.
__ADS_1