
Bangunan yang besar dan menjulang nampak berada di antara hamparan kabut putih yang menyelimuti.
Rupanya sudah hampir ratusan tahun Negeri Atas Awan lenyap dan tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar.
Mereka pun seperti saekor katak yang masuk dalam tempurung,hampir selama ratusan tahun mereka hidup terkurung dalam sebuah tabir gaib yang menutupi negeri tersebut.
Menurut cerita yang beredar, dulu raja mereka adalah orang yang sangat haus kekuasaan ,tidak adak satu kerajaan pun yang luput dari serangan mereka.
Hampir semua kerajaan berhasil mereka taklukan ,termasuk Karang Cendana dan kerajaan Jin Hutan Kayu Emas.
Kekacauan pun terjadi dimana mana,hingga akhirnya membuat sang Dewata marah dan mengutuk negeri atas awan.
Setelah di kutuk untuk tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar ,sang raja pun akhirnya menyadari kesalahanya .Ia pun akhirnya menyuruh seluruh rakyatnya untuk meminta pengampunan,setiap hari mereka berdoa dan melakukan persembahan.
Hampir ratusan tahun mereka berdoa agar tabir ya ng jadi penghalang segera di cabut oleh Dewata.
Akhirnya kini doa mereka di kabulkan tabir yang menyelimuti negeri atas awan telah hilang dan mereka pun dapat berinteraksi dengan dunia luar.
Raja Wisnu Darma merasa bahagia karena tabir penghalang telah hilang,ia pun menyuruh para punggawa dan para rakyatnya mengadakan pesta ,untuk merayakan kembalinya negeri atas awan.
__ADS_1
Raja Wisnu Darma juga menyuruh arsitek istana untuk membuat patung raksasa Dewa Wisnu yang akan berdiri di pelataran istana,sebagai ungkapan sukur sang raja kepada sang Dewa yang telah menerima doa doa mereka.
Seiring berjalanya waktu,Raja Darma Wisnu kembali kepada kebiasaanya,ia pun kembali ingin menjadi penguasa di alam jagad raya.
Bukan hal sulit untuk Raja Darma Wisnu mewujudkan impianya,karena ia adalah seorang yang sakti mandera guna.
Bumi pun seakan tahu akan bahaya yang akan kembali menimpa,hingga akhirnya terjadi gunjangan hebat yang membuat manusia dan Jin ketakutan.
Dewi dan Jaka terkejut ketika merasakan tanah yang mereka pijak tiba tiba berguncang,burung burung berterbangan seolah memberi tanda akan terjadi bencana besar.
Binatang buas pun tiba tiba bersuara dan lari tunggang langgang.
Ahirnya Dewi merubah wujudnya menjadi elang dan terbang bersama Jaka ,kembali ke Karang Cendana.
Di sepanjang perjalanan Jaka tak hentinya mengelus dada melihat rumah rumah penduduk ambruk ,bukit yang menjulang tinggi pun longsor dan mengubur desa yang berada di bawahnya,terlihat orang orang juga berlari dan mencoba mencari perlindungan.
Tak henti hentinya Jaka memanjatkan doa,ia pun sempat berpikir bahwa mungkin itu adalah awal dari kehancuran dunia yang sebentar lagi akan kiamat.
Dewi pun terus melesat ,agar cepat sampe di istana,ia juga begitu khawatir akan keadaan rakyat Karang Cendana,yang telah lama mereka tinggalkan.
__ADS_1
Patih Rangga Abang dan Ki Samber Gledek terus memberi intruksi agar para prajurit segera keluar dan berkumpul di halaman istana.
Rupanya akibat guncangan yang cukup besar menyembabkan beberapa pohon tubang dan menimpa atap bangunan.
Bahkan terlihat beberapa genteng yang di jadikan atap meluncur dari tempatnya dan melukai beberapa prajurit yang berada di bawahnya.
Sementara itu di istana Wisma Kencana Resi Somala terlihat sibuk menolong para penduduk yang tertimpa atap bangunan yang roboh,beberapa prajurit pun terlihat mulai berbenah dan membersihkan puing puing tembok istana yang runtuh di beberapa sisi.
Raja Jaya Wijaya dan Dewi Ambarwati berdiri mematung ,mereka tak menyangka bahwa telah terjadi gempa yang membuat istana Wisma Kencana porak poranda.
Sementara itu di kerajaan Hutan Kayu,ratusan prajurit juga terlihat sibuk menggotong beberapa orang yang tewas akibat tertimpa pohon kayu emas yang menjadi simbol kerajaan Hutan Kayu Emas.
Raja Ranaya Kandi pun di liputi rasa was was ,ia pun kembali teringat kejadian yang di alaminya ketika masih remaja,di saat ayahnya bertarung dengan raja dari negeri Atas Awan .Di mana ayah handanya kalah dan harus merelakan Kerajaan Hutan Kayu menjadi abdi setia kerajaan Negeri Atas Awan.
Setelah hampir semua kerajaan di kuasai baik di dunia manusia atau bangsa jin,dan keangkara murkaan meraja lela di mana mana.Bumi pun bergoncang dasyatt ,gunung gunung yang menjadi tiang bumi pun meledak,dan bersamaan dengan itu pulalah konon kerajaan Negeri Atas Awan menghilang.
Raja Ranaya Kandi terduduk di tanah ia pun sempat berpikir ,apakah gonjangan itu suatu pertanda bahwa Negeri Atas Awan telah kembali,.
Ia pun mengelus dada dan wajahnya murung,karena membayangkan kalau dugaanya itu benar maka keangkara murkaan akan kembali menguasai dunia.
__ADS_1