JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Raja Darma Wisnu kembali berseru agar Ranaya Kandi beserta yang lainya menyerah sebelum ia berubah pikiran .Raja Ranaya lebih memilih mati menjadi satria dari pada menyerah.


Tentu saja ucapan Ranaya Kandi membuat Darma Wisnu marah,ia segera menyuruh kalinggi dan lainya menyerang.


Pertarungan kembali di lanjutkan ,namun karena hanya Raja Ranaya Kandi yang masih terlihat bugar ,sementara Dewi Ambarwati Patih Rangga Abang dan Resi Somala sudah mulai kewalahan karena tenaga mereka sudah jauh terkuras.


Hingga akhirnya pukulan Darma Wisnu tepat mengenai ketiga orang yang keletihan dan melempar mereka hingga cukup jauh.


Raja Ranaya Kandi terpaksa harus bertarung sendiri menghadapi ke empat musuh yang memiliki kanuragan yang tinggi.


Bahkan ilmu Darma Wisnu sangat jauh di atasnya, Kalinggi yang masih menyimpan dendam kesumat mencoba menarik masuk tubuh Ranaya Kandi yang terlihat tidak waspada karena tengah melawan kumambang dan Arya Wisapati.


Kalinggi segera bersiap menggunakan jurus penyerap jiwa,asap hitam membumbung tinggi dan berusaha menutupi tubuh Ranaya Kandi.


Raja Ranaya Kandi tiba tiba merasakan tubuhnya menjadi kaku dan sulit rasanya untuk menjauh dari kabut hitam yang mulai menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Ia pun sudah pasrah kalau tubuhnya harus terhisap oleh jurus penghisap jiwa.Sementara itu Dewi Ambarwati hanya terlihat sedih berurai air mata melihat besanya terhisap oleh ajian penghisap jiwa.


Tiba tiba sebuah energi dari atas meluncur dengan cepat dan langsung membuat tubuh Kalinggi terlempar.


Rupanya Raja Siluman Harimau yang melemparnya dengan ajian penyerap daya.Raja Darma Wisnu juga tercengang melihat Dewi Kalinggi tiba tiba terlempar.Asap hitam semakin lama semakin meredup dan hilang .Raja Ranaya Kandi menarik nafas lega,ia pun tak menyangka bahwa dirinya masih selamat dari jurus penyerap jiwa.


Tiga sosok tubuh tiba tiba mendarat dari langit dan tepat berada di samping Raja Ranaya Kandi.


Sri Lodaya pun memberi salam hormat kepada beliau.


Sementara itu Darma Wisnu kembali tercengang melihat ketiga orang yang tiba tiba munjul seperti tamu yang tak di undang.


Arya Wisapati dan Kumambang juga kaget melihat dua orang yang di tawan di penjara istana Atas Awan dapat meloloskan diri.


Sementara Kalinggi terlihat pucat pasi menahan amarahnya,ia seakan tak percaya melihat sri lodaya berhasil keluar dari alam ilusi ciptaanya.

__ADS_1


Ki Padang Jagat tertawa melihat wajah wajah yang seolah tak percaya melihat kedatangan mereka.


Ia pun segera menjajal senjata tumbak yang ia curi dari istana Atas Awan.


Arya Wisapati dan Kumambang tak menyangka bahwa tumbak yang di pegang Ki Padang Jagat memiliki kekuatan yang luar biasa,mereka pun terpental akibat tidak sempat menghindari kekuatan yang terpancar dari tumbak sakti milik ki Padang Jagat.Sementara Raja Harimau menggunakan gada wesi kuning untuk menghantam tubuh Darma Wisnu.Namun gada tersebut dengan mudah di tangkis dengan menggunakan satu tangan ,ia pun melepaskan pukulanya dan mengenai dada siluman Harimau.


Kali ini siluman Harimau mencoba menggabungkan kekuatan ajian penyerap jiwa dan gada wesi kuning.


Ia mencoba menyerap energi alam dan menyatukan kekuatan dengan gada wesi kuning dan mengayunkanya ke tubuh Darma Wisnu.


Kali ini Darma Wisnu menahan dengan sedikit tenaga dalamnya,tanah berlobang dengan sangat dalam dan Darma Wisnu pun masuk ke dalam lubang yang menganga.


Sementara itu Resi Somala terlihat sudah membaik setelah ia berhasil mengobati luka lukanya dengan hawa murni.


Ia pun segera meninggalkan anaknya Dewi Ambarwati dan Rangga Abang yang masih terlihat bersemedi memulihkan kekuatanya.

__ADS_1


Resi Somala menyuruh prajurit untuk terus berjaga sampe keadaan sang ratu dan patih Karang cendana pulih.


Resi Somala terbang mendekati Ranaya Kandi yang tengah bertarung melawan Dewi Kalinggi.


__ADS_2