
Kelahiran anak pertama yang diberi nama Jaka Satria tentu saja membuat bahagia Sang Raja dan permaisuri ,Kakek Wijaya dan istrinya juga nampak sangat bahagia terlihat dari wajah keduanya yang nampak berseri seri. Setiap hari keduanya bercengkrama dengan cucu semata wayangnya ..Dan kadang Dewi Arimbi juga tidur bersama Jaka Satria di kamarnya.
Waktu terus bergulir ,menit menjadi jam dan jam terus berdetak hingga menjadi hari dan seterusnya.Tak terasa Jaka Satria sudah berumur setahun dan mulai bisa berjalan walaupun masih tertatih dan kadang sering jatuh.
Rupanya keanehan mulai tampak pada Jaka Satria ,hampir setiap malam ia terjaga dan seperti berbincang dengan mahluk yang tak terlihat. Kadang ia tertawa terbahak dan secara tiba tiba menangis dengan keras.
Jaka dan Dewi juga cukup kebingungan ,ia sudah berupaya dengan segala kepandaian yang dimilikinya untuk menerawang ,sebenarnya apa yang telah terjadi dengan anaknya,namun yang dapat mereka lihat hanya nampak cahaya putih yang terang benderang berada tepat di hadapan Jaka Satria.
Cahaya itupun akan beranjak hilang ketika hari sudah subuh,dan seketika itu Jaka Satria baru bisa tidur dengan pulasnya.
Jaka juga beberapa kali mencoba bersemedi,memohon petunjuk kiranya apa gerangan yang selalu datang untuk menemui anaknya,namun ia hanya mendapat firasat bahwa cahaya itu bukan berniat jahat pada anaknya,tetapi justru sebaliknya. Cahaya itu merupakan pembimbing atau pengemong Jaka Satria.
Namun begitu keras usaha Jaka untuk dapat menembus cahaya dan melihat siapa sosok sesungguhnya cahaya tersebut ,kedua mata Jaka terasa panas.Hingga ia pun harus mengurungkan niatnya. Sesekali Jaka dan Dewi pernah berusaha menyatukan kekuatan mencoba menerobos cahaya tersebut,namun lagi lagi usaha mereka menemui kegagalan. Keduanya justru merasakan dadanya terasa sakit seperti di tusuk jarum,semakin keduanya mencoba menembus cahaya,semakin sakit pula kedua dadanya seperti jarum yang ditusukan semakin dalam.
Jaka Satria semakin terlihat lucu dan menggemaskan ,bahkan tidak sedikit para dayang berebutan ingin menggendong dan mencium Jaka Satria karena memang terlihat sangat menggemaskan.
Jaka dan Dewi sengaja membiarkan Jaka Satria bersama para emban dan dayang ,agar terjalin keakraban dan tidak melihat seorang dari kastanya ,ya walaupun hanya emban ,dayang atau prajurit namun kita memiliki hak yang sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.
Bulan terus berganti dan kini Jaka Satria telah menjelma menjadi kanak kanak. Keistimewaannya nampak mulai terlihat,ketika ia bermain dengan anak sebayanya.
Ia seperti mewarisi sifat kepemimpinan kakek dan sekaligus ayahnya yang arif dan bijaksana.
__ADS_1
Jaka Satria selalu membuat Kawanya merasa betah jika bermain bersama.Para prajurit juga sangat menghormati Jaka Satria ,walaupun dia masih kanak-kanak tak sedikit tutur kata yang terlontar layaknya orang tua yang sedang menasehati anaknya.
Kakek Wijaya juga sudah menduga bahwa cucunya itu mempunyai keistimewaan sejak ia dilahirkan.
Kala itu di suatu pagi yang cerah terdengar burung burung berkicau di atas dahan pohon.Tiba tiba ada prajurit datang melapor.
Prajurit" Maaf paduka Raja,di luar gerbang ada kekacauan ,seorang lelaki tua renda memaksa masuk dan mencari Jaka Satria"!.
Tentu saja laporan prajurit membuat Jaya Wijaya menjadi penasaran.
Jaka Satria:" Tenang saja kek.Kakek tidak usah takut,mungkin ia hanya ingin berjumpa denganku,kek?
Tentu saja Jaya Wijaya tersentak kaget mendengar pertanyaan cucunya.
Jaya Wijaya spontan berteriak melihat cucunya berlari ke arah gerbang istana.
Di depan gerbang terjadi pertarungan antara seorang lelaki melawan puluhan prajurit jaga. Gerakan pria itu sangat gesit dan cepat ,hingga berhasil membuat puluhan prajurit yang mengepungnya babak belur.
" Hentikan,hentikan" terdengar suara bocah berteriak.
Mereka yang sedang bertarung kaget dan berusaha menoleh ke arah suara.
__ADS_1
Jaka Satria berlari dan menerobos gerombolan prajurit yang mengacungkan pedang mereka kepada pria tua yang mereka keroyok.
Jaka Satria:" maafkan kelakuan para prajurit Kek,mereka hanya menjalankan tugas".
Kakek misterius:" ehmmm apakah kamu si Jaka Satria,bocah ganteng?"
Jaka Satria:" ya kek,saya Jaka Satria.Ada urusan apa yang membuat kakek berada di sini?"
Kakek misterius:" He he He he,tentunya aku ingin mengajakmu ke pondoku dan menjadikan kamu menjadi muridku.Apakah kamu bersedia,cucuku?"
Jaka Satria nampak berpikir sejenak.Belum sempat ia melontarkan kata katanya si Kakek misterius melompat mendekati Jaka Satria . Dia lantas memukul Jaka Satria hingga tak sadarkan diri dan membopongnya terbang meninggalkan Istana Wisma Kencana.
Jaya Wijaya yang sudah cukup renda berlari pelan dan akhirnya sampai di depan gerbang.
Para prajurit nampak kebingungan,mereka merasa bingung harus berbuat apa ,karena Jaka Satria berhasil di bawa kabur oleh Kakek misterius.
Jaya Wijaya mencoba bertanya, tubuhnya lunglai dan jatuh ketanah mengetahui cucu kesayanganya di bawa kabur oleh orang misterius.
Dia segera menyuruh prajurit melaporkan kejadian itu kepada Raja Jaka Kelana.
Bersambung.
__ADS_1
Maaf teman teman baru on lagi ..minta dukunganya untuk penyemangat membuat karya yang lebih baik lagi..terimakasih..