
Chin Shuang merasa lega melihat Hachi pergi ia lekas melompat ke arah pertarungan di mana Jaka Kelana sedang berhadapan dengan wong bersaudara yang semakin kuat.
Bahkan pukulan Dewa Gledek sudah tidak dapat melumpuhkan Wong Fe dan Wong Fu.
Mereka juga menggunakan jurus jurus baru yang cukup mematikan.
" Ha ha ha ha, jangan anggap aku akan mudah kalah seperti tempo hari!"Ucap wong fe.
Sambil memperlihatkan gerakan yang aneh, tiba tiba wujudnya berubah menjadi empat.
Sementara Wong Fu sudah mulai bertarung melawan Chin Shuang. Di sela sela pertarungan Wong Fe terus mengutarakan rasa cintanya kepada Chin Shuang, hingga membuat Chin Shuang merasa gerah dan seranganya menjadi membabi buta.
Wong Fu terus berusaha memancing kemarahan Chin Shuang hingga semua seranganya semakin tidak terkendali dan dengan mudah Wong Fu dapat mematahkan seranganya.
Chin Shuang semakin tak bisa mengendalikan diri, bertarung dengan emosi yang meledak ledak membuat tenaganya banyak terkuras, hingga Wong Fu melihat kesempatan untuk menyerangnya dengan jurus tapak iblis, telapak tanganya berubah berwarna merah seperti bara api, kemudian Wong Fu melompat sambil melepaskan pukulanya dan berhasil mengenai dada Chin Shuang.
Chin Shuang terpental tibuhnya seakan mendidih terkena pukulan tapak iblis, sementara Jaka tak ingin melihat istrinya celaka, ia berkomat kamit dan tubuhnya mulai hilang. Dengan ilmu halimun Jaka menghampiri Dewi dan membawanya pergi untuk di obati.
Lagi lagi Wong Fe terperdaya dengan ajian halimun yang di gunakan Jaka.
Wong Fe berteriak teriak.
" Dasar pengejut, segera tunjukan dirimu jika kamu masih mampu melawanku, bedebah!"
Senentara Wong Fu kaget ketika Chin Shuang tiba tiba hilang dari hadapanya.
Wong Fe mencoba menembus dengan mata batin untuk mengetahui keberadaan Jaka, nampuk nampaknya sebuah kabut menghalangi pandanganya.
Ahirnya Wong Fu mengajak Wong Fe kembali menyeng istana Kaisar Ciming.
Keduanya segera terbang dan dalam sekecap mulai menghujani istana dengan bola bola api ciptaanya.
Sementara Jaka membawa Dewi Kumalasari ke puncak Gunung Salju, ia bersegara menyerap energi salju untuk mengalirkanya ke tubuh istrinya agar pengaruh hawa panas dari tapak iblis segera hilang.
Tak butuh waktu lama Jaka segera menyembuhkan luka yang di alami Chin Shuang.
Jaka bahkan menyuruh Chin Shuang untuk berlatih menyerap kekuatan gunung salju untuk menglahkan Wong bersaudara.
Dewi segera meniru gerakan yang di peragakan Jaka Kelana, pelan pelan ia dapat mulai merasakan hawa dingin dari salju tersebut mulai memenuhi tubuhnya.
Jaka mulai mengajarkan bagaimana cara mengeluarkan energi tersebut, Dewi berkonsentrasi dan memusatkan pikiranya, ia mencoba mengumpulkan energi dingin di dalam tubuhnya dan menggerakanya berjalan menuju kedua telapak tanganya.
Jaka menyuruh Dewi menarik napas panjang, kemudian menahan nafas tersebut di dalam dadanya dan perlahan buang melalui mulut.
__ADS_1
Seiring nafas keluar dari mulut dengan perlahan, bersama itu pula buliran buliran salju keluar dari kedua telapak tangan Dewi.
Jaka segera menyuruh Dewi konsentrasi dan dengan menggunakan pikiranya Dewi harus mampu menyuruh buliran salju bergerak sesuai dengan keinginanya.
Dalam sekejap, Dewi sudah
mampu mengendalikan energi tersebut untuk menuruti keinginanya.
Setelah itu Jaka juga melayang di atas puncak gunung es untuk menyerap semua kekutan untuk . Mengalahkan Wong Fe dan Wong Fu yang memiliki ajian api neraka jahanam.
Dewi juga melakukan hal yang sama, keduanya terus menyerap energi gunung salju, hingga memenuhi setiap aliran darah dan memenuhi semua sendi di badanya.
Sementara itu beberapa bangunan nampak sudah terbakar, api berkobar di mana mana. Wong Fe dan Wong Fu tertawa puas melihat kepanikan di istana Ciming.
Jendral Chong segera menyuruh para prajurit menyalakan meriam dan mengarahkan sasaran ke ankasa untuk mengehentikan ulah Wong Fe dan Wong Fu yang terus menciptakan bola bola api untuk membumi hanguskan istana Kaisar Ciming.
Puluhan bola meriam meluncur dan meledak di angkasa. Rupanya gagasan Jendral Chong berhasil keduanya harus bercibaku menghindari puluhan bola meriam yang meluncur mengincar tubuh Wong Fe dan Wong Fu.
Namun tak berapa lama bola meriam habis.
" Ha ha ha ha, Ayo Fe kita kembali membumi hanguskan istana Ciming!" perintah Wong Fu sambil mengeluarkan bola bola api bergerak untuk membakar kereta yang membawa meriam.
Para prajurit kembali terlihat panik, mereka berlari untuk menghindari bola bola api yang terus berjatuhan ke tengah tengah pasukan.
Beberapa prajurit juga berusaha memadamkan api yang mulai menjalar ke gedung utama, mereka bergantian mengambil air dan menyiramkanya ke sumber api.
Wong Fe dan Wong Fu tertawa puas, namun lagi lagi terdengar suara elang raksasa yang terdengar membahana di langit kaisar Ci.
Buliran salju tiba tiba berjatuhan dari angkasa dan membuat kobaran api padam seketika.
" Kurang ajar, mereka telah kembali dan mengusik kesenangan kita kakang!" Ucap Wong Fu.
Wong Fe hanya mengangguk dan memberi isarat kepada pasukanya untuk kembali ke markas.
Namun Dewi segera mengibas sayap dan menggabungkan energi salju dengan jurus Dewa Angin hingga membuat semua pasukan iblis merah membeku.
Sementara Jaka juga tak membiarkan Wong Fe dan Wong Fu pergi setelah mereka membuat banyak kekacauan.
Jaka segera menggunakan ajian penyerap daya dan berusaha membekukan kedua ketua iblis merah.
Wong Fe dan Wong Fu menyatukan tubuh mereka, dengan menggunakan pukulan neraka jahanam keduanya berusaha membuat suhu yang dingin menjadi panas.
Pertarungan kedua kekuatan beradu, hawa dingin dari ajian penyerap daya milik Jaka beradu dengan pukulan api neraka.
__ADS_1
Kali ini kekuatan mereka masih berimbang.
Semua melihat dengan takjub sekaligus cemas melihat kekuatan api dan salju terus beradu di langit.
Kini Elang berusaha membantu Jaka ia kembali menggabungkan kekuatan salju dengan dewa angin.
Buliran salju bergerak bersama pusaran angin mendesir. Dewi segera mengarahkan pusaran angin untuh menambah kekuatan Jaka kelana.
Namun Wong Fe dan Wong Fu masih cukup mampu menahan dengan pukulan panas neraka jahanam.
Hingga akhirnya puteri salju kembali mencabut golok salju, Huan Chu berteriak menyuruh lindan dan Guru Chen serta Jendral Chong untuk membantunya mengalirkan energi pedang salju agar bertambah kuat untuk membantu Jaka dan elang raksasa.
Segera mereka menempelakan tanganya ke punggung Huan Chu.
Tak di sangka kedua kaisar pun keluar dan ikut menggabungkan kekuatan. Huan Chu mengangkat pedang salju tinggi tinggi dan mengayunkanya.
Kekuatan energi yang dasyat keluar dari pedang salju dan meluncur ke angkasa. Kini hawa dingin mulai memenuhi mulai terasa menyebar ke segala arah.
Wong Fe dan Wong Fu mulai kepayahan hingga habislah tenaga dalam mereka dan membuat kekuatan salju bergerak dan membekukan tubuh keduanya.
Jaka melompat ke atas punggung elang raksasa. Kini ia menyuruh Dewi untuk membawa tubuh Wong bersaudara ke atas permukaan laut.
Dewi sudah mengerti maksud suaminya. Ia segera mencengkeram tubuh wong dengan kakinya dan membawanya terbang ke tengah samudera.
Semua orang nampak bingung dan bertanya tanya, kenapa si elang raksasa membawa tubuh wong pergi.
Setelah cukup lama melaju tibalah Dewi di atas samudera Jaka segera menyuruh Dewi melempar tubuh mereka ke laut.
Namun sebelum tubuh tersebut masuk ke dalam air
Jaka segera menghantam tubuh Wong Fu dan Fe dengan pukulan Penghancur batu karang.
Terdengar teriakan memekik sebelum akhirnya tumbuh tersebut hancur berkeping keping dan berhamburan masuk dalam air.
Jaka menarik napas panjang, ia berharap bahwa ketua iblis merah tak dapat hidup kembali dan musnah untuk selamanya.
Semua orang menyambut gembira ketika melihat elang raksasa mendarat di tengah halaman istana .
" Hidup Elang Raksasa"
"Hidup Jaka Kelana"
Terdengar teriakan mengelu elukan elang raksasa dan Jaka Kelana.
__ADS_1