JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Panglima Tirta


__ADS_3

Setelah Raja Ranaya Kandi mangkat kekuasaan Kerajaan Hutan Kayu di berikan kepada Anaknya yang lelaki yang merupakan adik dari Dewi Kumala Sari yang bernama Burnama Kandi, namun selir dari Raja Ranaya Kandi juga memiliki anak laki laki yang sebaya dengan Burnama Kandi dia adalah Damar Kandi. Damar Kandi juga menginginkan untuk menjadi Raja.


Diam diam Damar Kandi mengumpulkan orang orang yang berseberangan dengan Burnama Kandi. Damar Kandi menyusun kekuatan dan kemudian akan membrontak untuk merebut tahta.


Damar Kandi juga memiliki kemampuan kanuragan yang mumpuni karena sejak kecil ia sering mengembara mencari orang sakti dan di jadikan guru. Ada satu guru dari golongan hitam yang sangat menyayanginya yaitu Ki Barunda yang merupakan orang yang sangat di takuti oleh golongan hitam, dia juga yang jadi penguasa bangsa siluman seperti genderuwo dan para siluman kelelawar.


Namun rupanya kegiatan rahasia yang di lakukan Damar Kandi sudah tercium oleh patih Layung Kencana. layung Kencana mendapatkan informasi tersebut dari telik sandi yang di tugaskan oleh Patih Layung Kencana untuk mengawasi Damar Kandi.


Karena sejak dulu antara Burnama dan Damar sejak kecil memang selalu bersaing dalam segala hal. Apalagi sejak Burnama di angkat sebagai raja, Damar memang tidak mengakuinya. Dia bahkan memilih tinggal di luar istana.


Patih layung Kencana segera menghadap raja dan mengabarkan bahwa Damar sepertinya sedang menyusun kekuatan untuk menggulingkan kekuasaan Burnama, namun ternyata Burnama meremehkan apa yang di sampaikan Patih Layung Kencana.


Namun Patih Layung Kencana tak mau kecolongan, walaupun Raja tak menganggapnya sebagai ancaman namun Patih Layung Kencana tetap menyiagakan pasukan jika sewaktu waktu ada ancaman terhadap Raja.


Sementara itu Tirta merasakan tubuhnya serasa melayang dan akan jatuh dia mencoba menggunakan ilmu peringan tubuh agar tubuhnya menjadi ringan dan tidak sakit saat mendarat.


Bulu kuduk Tirta seakan berdiri saat kakinya menginjak di tanah. Dia juga merasa melihat orang orang yang berlalu lalang hampir semua memiliki perawakan yang sama tinggi dan juga besar..


Tirta juga merasakan alam yang berbeda karena walaupun matahari begitu terik namun tubuhnya tak merasakan panas. Tirta terus berjalan tanpa arah dan tujuan dia hanya berjalan mengikuti arah angin bertiup.


Tak lama kemudian derap langkah Kuda dengan jumlah banyak jelas tersengar, ke bulan debu juga berterbangan akibat hentakan kaki kuda yang tergiup angin.


Orang orang juga nampak berbaris di tepi jalan sepertinya akan ada raja atau penguasa yang akan lewat. Tirta ikut bergabung berbaur dengan warga dan berdiri di tepi jalan. Nampak sebuah kereta Kencana berlapis emas dengan di tarik empat kuda putih lewat dengan di iringi banyak prajurit.


" Maaf Ki Sanak, kalau boleh tahu, itu siapa? "


" Kamu tidak tahu, apa kamu bukan orang sini"


" Ia Ki aku kebetulan lewat"


Tirta bertanya kepada warga, rupanya yang lewat adalah Raja dari Hutan Kayu Emas.


Tentunya Tirta terkejut, kini dirinya sadar bahwa ia telah berhasil masuk ke kerajaan siluman Hutan Kayu Emas. Tirta juga bertanya di mana letak Istana.. Sementara itu Nilam juga sudah masuk ke dalam alam siluman, setelah tubuhnya melayang cukup lama seperti masuk dalam lorong yang gelap. Akhirnya ia juga mendarat di sebuah jalan menuju istana.


Dia juga merasakan hawa siluman yang sangat kuat." Dimana aku ini, apakah ini yang namanya alam bangsa Jin? ".Nilam bertanya dalam hati. Tiba tiba saja ada beberapa orang yang lewat nampak membungkuk dan memberi hormat kepadanya.


Tentu saja hal itu membuat Nilam menjadi heran. Bahkan ada salah seorang yang terdengar memanggilnya dengan doro ayu.

__ADS_1


Nilam hanya tersenyum dengan sapaan para warga dan hatinya masih bertanya tanya. Selang tak berapa lama rombongan Raja Burnama juga lewat. Nilam berbaur dengan warga berdiri di tepi jalan.


Rombongan prajurit sudah berlalu, nampak seorang lelaki berjalan seperti mengikuti para prajurit menuju istana. Nilam sangat mengenalinya. Buru buru ia keluar dari kerumunan dan menyeret pemuda yang sedang berjalan.


" Kang Tirta! "


Tentu saja Tirta terkejut ketika ada suara yang memanggilnya, dan tangan yang menyeret bajunya masuk ke kerumunan.


Tirta wajahnya semringah melihat seorang yang menyeret bajunya adalah Nilam.


" Dinda, kamu juga berada di sini? "


" Ia Kang, aku juga di hisap oleh kayu raksasa yang berada di tepi sungai"


Kini mereka berjalan bersama menuju istana. Sementara di istana sendiri sedang di adakan adu tanding oleh Patih Layung Kencana untuk warganya dan nanti ia akan memilih beberapa orang untuk di angkat sebagai prajurit.


Gerbang istana di buka selebar lebarnya hingga rakyat bisa masuk dengan leluasa. Tirta dan Nilam berbaur kembali dengan warga dan ikut menonton pertandingan di sebuah arena yang di bikin panggung.


Nilam memandang ke segala penjuru bangunan istana yang memang berdiri sangat megah bahkan dindingnya nampak di lapisi emas. Namun pandangan matanya terhenti sesaat di kala melihat seorang lelaki yang duduk di kursi kencana di atas panggung, entah kenapa dia merasakan ada getaran dalam dirinya saat memandang wajah lelaki itu.


Ia Nilam segera beralih pandangan ke atas panggung karena pertandingan segera di langsungkan. Para warga berteriak dan bertepuk tangan melihat keseruan antara dua orang yang sedang bertarung.


Setiap satu pemenang dalam tiga pertandingan berturut turut nantinya akan di adu dengan pemeneng tiga pertandingan berikutnya dan puncaknya akan ada satu orang terkuat yang akan di angkat menjadi panglima.


Melihat kesempatan bagus Nilam menyuruh Tirta untuk turut andil, agar nantinya dia bisa leluasa berkeliling istana untuk mencari keberadaan ayahnya Layung Kencana sekaligus akan bertanya mengenai keberadaan Arum Sari.


Pertandingan sudah mulai selesai di babak penyisihan, hingga hanya menyisakan beberapa kontestan lagi. Tirta yang sedari tadi masih menolah terpaksa oleh Nilam di dorong hingga ke depan panggung..


Orang orang yang di tabrak oleh Tirta tentu saja marah dan mengajaknya berduel, keadaan menjadi ricuh..


" Hey anak muda apa kamu mau jadi jagoan di sini"


" Maaf tuan aku tidak sengaja ada yang mendorongku dari belakang".


Orang itu tak perduli dan langsung mengayunkan pukulanya mengarah ke wajah Tirta. Tirta otomatis menangkis dengan tanganya. Karena tenaga dalam Tirta tergolong tinggi hingga pria itu terlempar jauh bahkan sampai ke atas panggung.


Patih Layung Kencana sangat terpukau dengan kemampuan yang di miliki Tirta.

__ADS_1


" Anak muda ayo naik ke panggung saja, aku tahu kamu memiliki kemampuan hebat"


" Maaf Paduka, aku hanya orang biasa dan itu tadi cuma membela diri, Paduka"


" Tidak aku dapat merasakan energi yang sangat kuat dalam dirimu"


Para penonton juga berteriak memberi dukungan untuk Tirta, supaya segera naik ke panggung.


Akhirnya Tirta melompat ke panggung dan ikut dalam adu tanding. Dalam sekejap ia dapat mengalahkan lawan lawanya dan menjadi pemenang. Bahkan Patih Layung Kencana sangat terkesan dengan gerakan Tirta yang sangat ringan dan lincah. ia juga merasakan energi luar biasa bergejolak di dalam diri pemuda yang belum ia kenal.


" Kau hebat anak muda, selamat akhirnya kaulah yang terpilih menjadi panglima"


Tentu saja Nilam sangat bahagia ia lantas naik ke panggung dan memberi selamat atas di angkatnya Tirta sebagai panglima.


Layung Kencana begitu tercengang dengan gadis yang bersama Tirta karena ia wajahnya sangat mirip dengan Nawang Sari anak perempuannya.


" Maaf Paduka, apa yang terjadi kepada Anda?


" Tidak nona, habis wajah nona hampir serupa dengan anaku di rumah"


Namun keduanya segera berpisah karena ada prajurit yang datang dan menyuruh Patih menghadap raja.


Tirta dan Nilam di suruh untuk beristirahat, dan untuk selanjutnya pada keesokan harinya Tirta akan di nobatkan sebagai panglima secara resmi oleh Raja Burnama Kandi.


Sementara itu Nilam terus saja ingat akan wajah Patih kerajaan Hutan Kayu Emas. Namun ia belum mengenal nama sang Patih.


Diapun bergegas keluar ruangan dan bertanya pada prajurit yang sedang berjaga. Namun sebelum prajurit itu menjawab pertanyaannya, temanya memanggil hingga ia pun pergi.


Nilam menuju Kamar Tirta dan mengajaknya berkeliling melihat keindahan istana Hutan Kayu Emas yang sangat megah.


Sementara itu Patih Layung Kencana sudah kembali ke kediamanya bertemu dengan anak dan juga istrinya. Ia kembali teringat akan wajah gadis yang mirip dengan anaknya Nawang Sari. Ia juga menceritakan pertemuannya dengan gadis yang mirip Nawang Sari kepada istrinya.


Tentunya istrinya juga mulai menduga duga bahwa gadis yang mirip dengan Nawang Sari kemungkinan adalah Nilam Sari yang sedang di carinya selama ini"


" Kanda jangan jangan gadis itu adalah kakak dari Nawang Sari"


Tentu saja Patih Layung Kencana kembali teringat saat melihat rupa Nilam Sari memang seperti ada getaran yang sama ketika ia melihat Nawang Sari.

__ADS_1


" Ia Dinda, aku juga jadi berpikir ke situ. Nanti aku akan pastikan hal itu jika bertemu denganya"


Hari berlalu dengan cepat Tirta pun terlihat gagah mengenakan baju kebesaran sebagai panglima. Sementara itu Nilam Sari lebih memilih bergaul dengan para pelayanan istana, dia juga ikut memasak untuk makanan para prajurit.


__ADS_2