
Ki Baruna dan juga Sembadri mengerahkan semua anak buahnya mencari keberadaan Gogok Sakti. Bahkan sudah beberapa kali mereka mencoba memasuki kerajaan Karang Cendana,namun kedatangan mereka dapat di ketahui oleh Jaka Kelana.
Oleh sebab itu akhir akhir ini Jaka Kelana menjadi khawatir ,ia kembali teringat saat saat terahir berhasil memasukan Kalinggi ke dalam Gogok sakti namun di saat dia akan memusnahkan pusaka tersebut tiba tiba ada guncangan hebat tanah yang menjadi pijakan Jaka Kelana terbelah ,Gogok Sakti jatuh masuk kedalam lubang tanah.Setelah Gogok Sakti masuk kedalam tanah itu kembali menutup seperti semula.
Saat itu Jaka sudah mencoba menggunakan ilmunya menembus tanah mencari keberadaan pusaka Gogok Sakti,namun keberadaanya lenyap entah kemana.
Setelah kejadian itu ia juga sering bermeditasi untuk mencari petunjuk namun belum ada titik terang tentang keberadaan pusaka Gogok Sakti.
Di tempat lain Ki Baruna bersama Sembadri sangat antusias mendengarkan laporan dari salah satu anak buahnya yang mengatakan bahwa dia merasakan sebuah energi tarikan yang sangat kuat di sebuah hutan tak jauh dari kerajaan Karang Cendana.
Ki Baruna mencoba melihat dengan penerawanganya,namun yang ia lihat hanya kabut hitam yang begitu pekat .Namun ia meyakini bahwa apa yang ia lihat adalah perwujudan dari diri Dewi Kalinggi yang masih terkurung di dalam pusaka Gogok Sakti.
" Nyai ayo segera kita pergi menuju tempat yang aku lihat dalam penerawanganku ,siapa tahu itu memang guru Kalinggi"
" Baiklah Kang Baruna "..
Keduanya lantas pergi menuju hutan. Setelah di pastikan tempatnya Ki Baruna memusatkan pikiranya berkonsentrasi untuk merasakan energi dari gurunya Dewi Kalinggi.
" Tidak salah lagi Nyai,aku pastikan ini memang energi Guru Kalinggi"
" Betulkah itu Kakang?"
Ki Baruna tak menyahut dan langsung menembus tanah yang ada di bawahnya untuk mencari keberadaan pusaka Gogok Sakti.
" Ha ha ha ha,aku telah menemukanya Nyi"
Nyi Sembadri semringah melihat Ki Baruna yang tiba tiba keluar dari dalam tanah dengan menggegam pusaka Gogok Sakti di tanganya..
Setelah berhasil mendapatkan pusaka itu keduanya lantas menghilang kembali ke wilayah Hutan Kayu Emas.
Sementara itu Jaka dan Dewi Kumalasari sudah bersiap dengan kudanya hendak menuju Jawa bagian Timur menemui Kiai Agung Prawoto.
Namun sembari berjalan mereka akan mampir ke hutan yang berada di sebelah Timur istana untuk mengecek keberadaan Pusaka Gogok Sakti.
" Dinda nampaknya energi dari pusaka Gogok Sakti telah lenyap,biasanya aku masih dengan mudah merasakan energi dari Dewi Kalinggi ,namun sekarang aku tak lagi dapat merasakannya"
" Apa ia Kanda" Dewi Kumalasari lantas memejamkan matanya ia juga berusaha mencari energi dari Dewi Kalinggi namun sama dia tak dapat merasakan energi itu.
" Celaka Kanda,apa ini artinya bahwa ada seseorang yang sudah berhasil menemukan keberadaan Pusaka Gogok Sakti dan membawanya pergi?"..
"Entahlah Dinda,tapi yang pasti selama dunia ini belum kiamat Iblis tak bisa mati karena Allah telah memberinya umur yang kekal sampai datangnya Kiamat"
" Ia kang aku juga pernah mendengar Kiai Agung berkata tentang hal itu.Sebaiknya kita harus cepat menuju tempat Guru dan berusaha mencegah bencana yang besar yang mungkin akan kembali timbul akibat kebangkitan Dewi Kalinggi"
Keduanya segera memacu kudanya menuju ke arah matahari terbit.
__ADS_1
Di tempat berbeda di wilayah Hutan Kayu,Ki Munding nampak termenung ia rupanya rindu akan kehadiran cucunya Nilam Sari yang belum juga ada kabar beritanya.
Sementara itu Kebo Kenongo dan Logending nampak duduk di samping gurunya ,keduanya berusaha menghibur gurunya yang sedang termenung.
Namun tiba tiba Ki Munding terkejut mendengar ada suara orang yang mengetok pintu.
" Kebo coba kamu lihat siapa yang datang !"
" Paling warga desa yang hendak meminta bantuan guru"
Kebo Kenongo berdiri berjalan untuk membuka Pintu.
"Gretttt"..
Begitu pintu terbuka Kebo Kenongo kaget matanya seakan hampir copot melihat sosok yang berdiri di depan pintu.
" Guru,Logending ,cepat kalian kesini"
Kebo Kenongo berteriak .Ki Munding dan Logending segera bangkit berjalan menuju pintu.
Keduanya juga terkejut melihat sosok yang berdiri di hadapan Kebo Kenongo.
" Ayah ".
Arum Sari segera berlari memeluk Ki Munding dengan sangat erat.Ki Munding hanya terdiam mematung seolah tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.
" Arum kaukah itu nak?"
" Ia ayah aku anakmu Arum"
Ki Munding kembali memeluk Arum Sari dengan erat.
Sementara itu Tirta lebih memilih duduk di halaman rumah,ia tak mau kalau harus melihat untuk kesekian kali suasana yang pasti akan menguras air matanya.
Nilam dan Nawang juga bergantian berpelukan dengan Ki Munding dan juga kedua pamanya..
Sementara itu Ki Baruna dan Nyi Sembadri sedang berusaha membuka Pusaka Gogok Sakti yang rupanya sudah lama tidak di buka hingga keduanya harus menggabungkan tenaga dalamnya.
Pelan pelan tombol penutup mulai bergerak dan Ki Baruna berhasil mencabutnya.
Asap hitam pekat keluar dari dalam pusaka Gogok Sakti hingga memenuhi ruangan.Nampak juga beberapa sosok tubuh manusia yang berhasil di bawa oleh anak buah Ki Baruna untuk di ambil hawa murninya supaya untuk di serap oleh Dewi Kalinggi agar kekuatanya cepat kembali.
Asap Hitam menghilang dan munculah sosok nenek tua buruk rupa dengan tawa yang cekikikan.
" Hi hi hi hi hi,Baruna,Sebadri,apakah kalian berdua yang sudah mengeluarkanku dari pusaka sialan ini?"
__ADS_1
" Ia betul Guru. Aku juga sudah menyiapkan tumbal untuk di serap hawa murninya,ada dua orang perjaka dan tiga orang gadis yang masih perawan "
" He he he h e,Bagus Baruna kau memang muridku yang paling setia"
Kalinggi berjalan mendekati tumbalnya dengan cepat di mengambil hawa murni dari korbanya dan mulai merasakan tubuhnya kembali bugar. Kulit keriputnya juga perlahan lahan kembali kencang seperti layaknya seorang gadis muda.
" He he he he,tenagaku telah kembali kini saatnya aku membalas dendam kepada Jaka Kelana dan juga Dewi Kumalasari serta semua keturunannya"
Energi Kalinggi telah kembali memancar ke semua penjuru bahkan bisa sampai menembus alam manusia.
Raja Burnama Kandi beserta Patih Layung Kencana juga dapat merasakannya,apalagi lagit yang nampak cerah tiba tiba di tutupi oleh awan hitam yang begitu pekat .
" Paman Patih ,apa sebenarnya yang akan terjadi?"
" Entahlah Raja ,tapi tentunya ini adalah pertanda buruk,kita berdoa saja semoga tuhan melindungi Paduka dan semua rakyat Hutan Kayu Emas"
Sementara di alam manusia langit yang nampak cerah juga tiba tiba di tutupi asap hitam..
Ki Munding dan juga Tirta beserta semuanya juga dapat merasakan hawa yang sangat kuat berada di wilayah Hutan Kayu.
" Celaka celaka,dunia dalam bahaya,sosok iblis telah kembali" Wajah Ki Munding pucat pasi.
" Apa maksud ayah?"
" Nak,dunia dalam bahaya,Ratu kegelapan telah kembali!"
Semuanya menjadi tercengang dengan penjabaran Ki Munding mengenai kebangkitan Dewi Kalinggi Ratu kegelapan yang menjadi guru dari semua pendekar ilmu hitam baik di kalangan Jin atau manusia.
Rupanya pedang Halilintar dan juga Pedang Naga Emas juga bergerak bergerak seperti merasakan energi dari kekuatan Dewi Kalinggi.
" Ki,pedang Naga juga bergerak gerak"
Nilam Sari juga menyahut ketika pedang halilintar yang berada di pinggangnya bergoyang goyang.
" Ia tak salah lagi Ratu Kegelapan telah kembali"
Nampak Burung dan kelelawar juga berseliweran seperti menjauh dari kawasan hutan Kayu. Serigala yang biasanya bersuara pada malam hari juga terdengar melolong bersahutan.
Para penduduk di sekitar Hutan Kayu juga nampak kawatir dengan keanehan yang banyak terjadi. Bahkan hewan ternak juga bersuara seperti ketakutan.
Di tempat lain Jaka dan Dewi Kumalasari juga merasakan bahwa Aura Dewi Kalinggi telah kembali.
" Celaka Kanda,sepertinya Dewi Kalinggi telah berhasil keluar dari pusaka Gogok Sakti"
" Ia Dinda itu artinya kita berdua harus bersiap melindungi semua orang dari segala huru hara yang akan kembali di timbulkan oleh Dewi Kalinggi dan juga para pengikutnya"
__ADS_1
bersambung