JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kemarahan Raja Sadewa


__ADS_3

Jaka semakin kagum dengan kemampuan Surasena yang mampu menahan ajian pukulan matahari.


Namun sayang seribu sayang Surasena yang memiliki kemampuan di atas rata rata harus berpihak kepada pemimpin yang lalim dan suka berbuat arogan.


Kali ini Surasena maju ke depan dan mengarahkan pukulan tangan besi untuk menyerang Jaka.


Rupanya ia sangat marah, karena peluang untuk membunuh pangeran Nakula sirna.


Jaka kali ini mencoba menghadapi pukulan tangan besi dengan jurus taichi yang sudah cukup lama tidak ia gunakan.


Kali ini Surasena kembali terkejut melihat gerakan Jaka yang sangat lentur, Jaka mampu bergerak menghindari pukulan Surasena hanya dengan gerakan lentur layaknya seperti manusia karet.


" Kurang ajar ilmu apalagi yang diperagakan pemuda ini, hingga pukulanku hanya mengenai ruang kosong!" Gumam Sadewa.


Sementara Jaka merasa bahwa Surasena mulai panik dan semakin emosi, karena pukulanya hanya mengenai ruang kosong.


" Ayo daratkan pukulan tangan besimu di tubuhku!" Jaka berkata sedikit mengejek.


Surasena semakin tidak bisa mengendalikan diri ia terus berupaya menambah kecepatan seranganya, namun Jaka masih bisa menghindar dengan lincah.


" Kurang ajar kalau terus begini bisa bisa aku kehabisan tenaga!" Pikir Surasena.


Sementara kali ini Dewi kembali mencoba jurus pengendali pikiran, namun karena Kuda Merta terus mencoba memprofokasi Dewi dengan rayuan gombalnya hingga Dewi tidak bisa berkonsentrasi untuk menggunakan jurus pengendali pikiran.


" Sial aku tidak bisa berkonsentrasi, dasar bandot cabul,baiklah terpaksa aku gunakan jurus pengubah suhu!" pikir Dewi sambil melompat ke atas pohon.


Kuda Merta tertawa congkak, ia tak mengetahui bahwa dirinya dalam bahaya.


" Ha ha ha ha, rupanya kamu ketakutan hingga kau menjauh, ayo tunjukan kemampuanmu nona cantik!" Teriak Kuda Merta.


Dewi segera menyerap kekuatan tumbuh tumbuhan dan segera mengubahnya menjadi hawa dingin.


" Baiklah rasakan jurusku ini, bandot cabul, hiaaatt!" Dewi berteriak sambil melayang tepat di atas kepala Kuda Merta, kedua tanganya di buka hingga keluarlah hawa yang sangat dingin dari telapak tanganya dan berhasil membuat tubuh Kuda Merta tidak bisa bergerak.


Surasena yang melihat tubuh Kuda Merta beku segera melompat dan menyambar tubuh Kuda merta lalu terbang melompati pepohonan.


Pangeran Nakula berteriak kepada Jaka dan juga Dewi supaya membiarkan keduanya pergi.


Akhirnya Jaka dan Dewi berbalik arah mendekati pangeran Nakula.

__ADS_1


" Terimakasih atas bantuanya, Ki sanak berdua,aku tak bisa membayangkan jika kalian tak datang tepat waktu,mungkin.aku sudah tidak bisa melihat matahari bersinar!"ucap Nakula.


Jaka," Tidak usah berlebihan pangeran, maaf jika kami telah lancang memasuki wilayah Naga Perak tanpa izin!"


Jaka segera bercerita tentang kejadian di pintu masuk saat para prajurit mencegahnya.


Nakula justru meminta maaf dan mengajak Jaka serta Dewi menuju sebuah bangunan yang mirip sebuah istana.


Terjadilah perbincangan antara Pangeran Nakula dan Jaka Kelana. Ketika sudah saling mengenal Pangeran Nakula kaget setelah mengetahui bahwa


Jaka dan Dewi berasal dari kerajaan Karang Kekal.


Bahkan rupanya ayahnya Pandu sangat mengenal sosok raja Jaya Wijaya yang sangat terkenal dengan kepemimpinanya yang arif bijaksana.


Jaka sempat kaget dan tersedak ketika ia tengah minum, bagaimana tidak pangeran Nakula juga bercerita tentang pangeran dan menantu dari sang raja Jaya Wijaya yang menurut cerita bahwa keduanya adalah pendekar pilih tanding yang telah mengalahkan Darma Wisnu, Raja Atas Awan.


" Jangan jangan kisanak berdua adalah Jaka Kelana dan Dewi Kumalasari yang aku maksud!" Ucap Nakula.


Dewi" Jangan berlebihan pangeran namaku Dewi Shuang dan ini suamiku Jaka Umbara, kami hanyalah pengembara biasa, yang kebetulan berasal dari daerah yang sama dengan orang yang pangeran maksud!" Dewi nampak memainkan mata memberi kode kepada Jaka Kelana.


Jaka mengangguk angguk.


Nakula" Baiklah, siapapun kalian berdua aku tetap berterima kasih atas pertolonganya!"


Nakula juga menyuruh prajurit untuk mengantar Jaka dan Dewi menuju kamar untuk beristirahat.


Sementara itu di tengah hutan, Surasena sedang berusaha membantu Kuda Merta melepas hawa dingin yang membekukan aliran darahnya hingga ia tak bisa menggunakan tenaga dalamnya dengan sempurna.


Namun setelah Surasena berhasil mengalirkan hawa murninya ke tubuh Kuda Merta, pelan pelan tubuhnya mulai hangat dan aliran darahnya kembali normal.


"Terimakasih Kakang,sial aku ceroboh hingga menganggap remeh perempuan itu!" ucap Kuda Merta sambil merasa menyesal.


" Sudahlah yang penting kamu baik baik saja, kita harus mencari kuda untuk kembali ke Naga Emas dan melapor kepada raja Sadewa!" jawab Surasena.


Keduanya pun segera melompat menuju jalan yang menghubungkan antara kerajaan Naga Emas dan juga Naga Perak.


Tak berapa lama munculah dua orang yang menunggangi kuda, Surasena dan Kuda Merta segera melompat dan menendang dua orang penunggang kuda hingga terperosok masuk ke dalam semak.


Kedua orang tersebut lansung tak sadarkan diri.

__ADS_1


Surasena dan Kuda Merta menaiki kuda tersebut dan berlari kencang menuju istana Naga Emas.


Raja Sadewa memukul meja yang di penuhi makanan dan minuman yang tersaji, hingga berserakan.


Surasena dan Kuda Merta tertunduk diam, para punggawa juga tak satupun yang berani mengangkat kepalanya.


" Kurang ajar, ini jelas jelas sebuah penghinaan, aku sudah berbaik hati memberikan sejengkal tanah untuk hidup mereka, tapi ternyata mereka mulai berani!" teriak Sadewa dengan penuh kemarahan.


Sementara Pandu bersama permaisuri tak sengaja mendengar anaknya yang sedang berteriak teriak.


Mereka kaget ketika mendengar bahwa Sadewa akan segera menyerang wilayah Naga Perak dan meratakanya dengan tanah.


Permaisuri menangis di pelukan Pandu.


Dada Pandu semakin bergejolak melihat kedua anaknya akan kembali bertikai, ia pun segera keluar dan menuju ruang pertemuan.


Pandu menentang Raja Sadewa yang berniat segera menyerang Naga Perak.


Kata kata ayahnya justru membuat Sadewa semakin marah, ia bahkan tega untuk mengusir atah dan ibunya yang di anggapnya lebih menyayangi saudaranya Pangeran Nakula.


Raja Sadewa dengan tega menyuruh beberapa prajurit untuk menyiapkan kereta dan segera mengantar kedua orang tuanya ke wilayah Naga Perak.


Mendengar hal itu perasaan permaisuri bergejolak, ia tak menyangka anak yang masa kecilnya begitu di manjakan, sekarang mengusir pandu dan juga dirinya.


Permaisuri langsung terkulai lemas di lantai.


Namun Sadewa yang sudah mengetahui bahwa ibundanya sakit, tetap pada keputusanya untuk membawa kedua orang tuanya keluar dari istana Naga Emas.


Raja Pandu yang telah penciun hanya bisa pasrah saat prajurit mengajak dirinya serta permaisuri menaiki kereta dan segera berangkat menuju Naga Perak.


Berita di usirnya Raja Pandu dan Permaisuri membuat rakyat semakin muak dengan kepemimpinan Sadewa.


Mereka pun lebih memilih untuk pergi dan menetap di Naga Perak.


Kesedihan tergambar jelas di wajah Pangeran Nakula saat iring iringan prajurit yang membawa kedua orang tuanya sampai.


Ia tak pernah menduga bahwa Sadewa tega mengusir kedua orang tua kandungnya.


Namun setelah berada di Naga Perak Permaisuri nampak bahagia,melihat anaknya dapat memimpin rakyat dengan bijaksana.

__ADS_1


Permaisuri kini merasa menyesal, karena dulu ia telah melakukan hal bodoh untuk mendukung rencana Sadewa yang ingin menduduki tahta.


__ADS_2