
Malam telah menutupi bumi,udara pun begitu dingin,semilir angin malam berhembus seakan memberi kabar akan datangnya malapetaka.
Ki Samber Gledek nampak gelisah,ia pun merasakan bahwa akan terjadi sesuatu yang melanda.Ki Samber Gledek memejamkan mata,ia memasrahkan semua kejadian kepada sang hyang agung,dan berucap dalam hati agar keselamatan selalu menyertainya dan semua rakyat Karang Cendana.
Ki Samber Gledek keluar dari kamarnya menuju halaman istana ,ia menengadahkan kepalanya ke langit sambil memandang awan hitam yang seperti bergerak mendekati istana.
Hawa siluman semakin terasa bergerak mendekat,Ki Samber Gledek menyuruh prajurit jaga untuk memukul ketongan tanda bahaya.
Suara kentongan mengalun membangunkan semua prajurit,yang terlelap.Mereka berhamburan keluar dari kamar berkumpul di halaman istana.
Ki Samber Gledek menyuruh prajurit bersiap menghadapi ancaman yang bakal terjadi.Ia pun menyebutkan bahwa musuh yang di hadapi bukanlah bangsa manusia,tetapi bangsa jin.
Para prajurit merinding,mendengar bangsa jin yang akan mereka hadapi.Nyali mereka menjadi ciut dan tubuhnya sedikit gemetar.
Tiba tiba munjul ratusan mahluk menyeramkan dari langit,dan langsung menyerang para prajurit ,ratusan serigala juga tiba tiba memenuhi halaman istana.
Mereka menyerang dan membantai para prajurit ,ki samber gledeg segera menggunakan ajian dewa gledek untuk melumpuhkan para musuh.
__ADS_1
Mereka terpanggang oleh kilatan petir yang menyambar dan menghilang.Namun begitu mereka lenyap tiba tiba ribuan orang bertampang menyeramkan munjul bersama Dewi Kalinggi dan Kumambang .Ki Samber Gledeg kembali mengerahkan ajian Dewa Gledeg sampe tingkat pamungkas.Dewi Kalinggi geram melihat anak buahnya terpanggang olah sengatan petir dari jurus dewa gledek.
Dewi Kalinggi segera mengangkat kedua tanganya dan mengeluarkan jurus penyerap jiwa.Asap hitam keluar dari tubuh Dewi Kalinggi dan hampir memenuhi tubuh Ki Samber Gledek.
Dengan cepat ki samber gledeg mengarahkan kilatan petir untuk menyambar asap hitam yang akan menyerangnya.
Dewi Kalinggi semakin menambah kekuatan jurus penghisap jiwa.Asap hitam semakin tebal dan berhasil menggulung ratusan prajurit bersama Ki Samber Gledek.
Mereka tersedot masuk kedalam asap hitam kemudian menghilang.Sementara para prajurit gemetaran melihat teman temanya tersedot asap hitam dan menghilang.Sebagian dari mereka juga berlari meninggalkan istana karang cendana.
Dewi Kalinggi tertawa puas,melihat kemenangan sudah di depan mata,Kumambang pun melonglong membuat merinding bagi siapa saja yang mendengarnya.
Dewi Kalinggi mengampuni mereka dengan syarat agar mereka patuh terhadap semua perintahnya.
suara kokok ayam bersahutan ,hingga membuat sebagian anak buah Kalinggi menghilang.Dewi Kalinggi kembali mengangkat tanganya,asap hitam kembali keluar dan menyelimuti seluruh istana Karang Cendana.
Rupanya ia memagari istana agar anak buahnya bisa tinggal di istana dan cahaya matahari tidak bisa menembusnya.Sementara itu Ki Samber Gledek beserta ratusan prajurit yang tersedot asap hitam tiba tiba berada di sebuah ruangan yang gelap gulita,ruangan itu nampak sangat luas,tapi tak sedikitpun ada cahaya matahari yang menyinari.
__ADS_1
Ki Samber Gledek pun teringat akan alam ilusi
g mampu di ciptakan oleh Dewi Kalinggi.Ia pun berseru kepada para prajurit agar tetap tenang,dan akan berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan mereka semua.
Kalinggi semakin menjadi jadi,ia mengutus para prajurit untuk menjarah penduduk dan membawa gadis gadis untuk di jadikan pemuas napsu para pengikutnya.
Ia juga memberi pengumuman bagi siapa saja yang mau bergabung akan mendapat kesenangan tiada tara .
Tentu saja para pendekar aliran hitam dan para perampok dengan senang hati datang berduyun duyun menuju Istana Karang Cendana.
Para penduduk pun kembali merasakan penderitaan yang sepadan dengan masa kepemimpinan Dasarupa.
Mereka kembali mengungsi mencari tempat yang aman.Tapi tak jarang pula dari mereka yang harus meregang nyawa karena ketahuan akan mengungsi.
Di antara mereka juga rela berjalan melewati hutan untuk menghindari prajurit yang berjaga,tujuan mereka kebanyakan mengarah ke kerajaan Wisma Kencana dan Taruna Jaya.
Raja Jaya Wijaya seakan hatinya teriris ,ketentraman rakyatnya kembali terancam ,sama persis ketika Dasarupa menjadi penguasa.
__ADS_1
Ratusan pengungsi hampir tiap hari berdatangan.Pondok pondok yang di gunakan para pengungsi pada jaman dasarupa pun sudah banyak yang terisi ,suasana di kerajaan Wisma Kencana pun kembali penuh seperti lautan manusia.