JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Ingatanya Kembali


__ADS_3

Jaka dan Chin Shuang masih betah berada di goa. Keduanya juga sengaja tak mau membuka batu besar yang menutup mulut goa.


Jaka terus giat berlatih agar semua tenaga dalam yang terkunci segera bisa di gunakan.


Karena menurut guru Chen, bahwa Kaisar Liming pastinya akan meminta bantuan pada para pendekar baik golongan hitam atau putih.


Di antara kelompok golongan hitam ada satu kelompok perguruan yang bernama Iblis merah yang terkenal dengan ketuanya yang merupakan dua bersaudara bernama Wong fe dan Wong fu.


Keduanya di kenal telah bersekutu dengan iblis hingga ilmu keduanya sangat sulit untuk di kalahkan.


Kemungkinan hanya orang yang sudah bisa membuka aliran Ci tingkat pamungkas yaitu level sepuluh.


Itu pun harus di tunjang dengan tenaga dalam yang super besar. Guru Chen sangat mengharapkan Jaka untuk mengembalikan semua tenaga dalamnya hingga titik aliran Ci yang terkunci dengan sendirinya akan terbuka.


Sementara Chin Shuang masih belum mau menunjukan jati diri yang sesungguhnya kepada Jaka Kelana. Namun pelan pelan ingatan Chin Shuang sudah mulai kembali dia sudah bisa mengingat bahwa dirinya bisa berubah menjadi elang raksasa.


Namun Chin Shuang masih lupa mantra yang biasa ia baca ketika mau berubah wujud.


Jaka tiba tiba menemui Wong Fei, ia meminta tolong agar Wong Fei mau membantunya untuk latihan.


Tentu saja Wong Fei menerima dengan senang hati.

__ADS_1


Di saat keduanya terlibat perkelahian secara tak sengaja kumis dan jenggot Wong Fei terlepas, Jaka hanya tersenyum melihat wajah Chin Shuang.


Sementara Chin Shuang tak menyadari kalau Jaka telah mengenalinya.


Ia terus berusaha menyerang Jaka. Tiba tiba Jaka menghentikan gerakanya dan menyuruh Wong Fei beristirahat.


Jaka pergi ke sebuah lorong menuju aliran sungai kecil untuk mencuci mukanya, sementara Chin Shuang menunggu Jaka kembali barulah ia akan menuju sungai.


Jaka kembali dan melempar senyum sampe sedikit memonyongkan mulutnya.


Chin Shuang masih tak menyadari bahwa kumis dan jenggotnya telah terjatuh.


Ia meraba kumis dan jenggotnya yang ternyata telah terjatuh, entah kenapa wajahnya tiba tiba merah, aliran darahnya seakan mendidih, Chin Shuang merasa Jaka telah mempermainkan dirinya.


Chin Shuang tak jadi mencuci mukanya dan justru melompat menyerang Jaka dengan brutal.


Bahkan ia seperti kesetanan, Jaka nampak begitu kaget dengan serangan Chin Shuang yang membabi buta seakan hendak membunuh dirinya.


Jaka juga terpaksa meladeni serangan Chin Shuang, ia kini bergerak dan mencoba menggunakan pukulan matahari yang setelah sekian lama tak pernah di gunakan.


Jaka menganggap bahwa pukulanya tidak akan melukai Chin Shuang, namun tanpa di sadarinya tenaga dalam Jaka sudah hampir sepenuhnya kembali.

__ADS_1


Oleh karena itu pukulan matahari mampu membuat Chin Shuang terlempar hingga kepalanya membentur dinding dengan keras dan tak sadarkan diri.


Jaka tersentak kaget melihat Chin Shuang tidak bergerak, ia buru buru membopong tubuhnya dan membaringkanya di atas batu.


Jaka buru buru menyalurkan hawa murninya untuk menyadarkan Chin Shuang.


Setelah cukup lama mengalirkan hawa murni Chin Shuang mulai membuka matanya, tiba tiba ia berteriak sambil memegangi kepalanya.


Rupanya ingatanya telah kembali Chin Shuang teringat waktu pertarungan melawan Darma Wisnu dan dirinya terlempar. Chin Shuang teringat suaminya Jaka yang juga terlempar sangat jauh.


" Kakang Jaka, kang Jaka" Chin Shuang terus menangis sambil menyebut nama Jaka.


Jaka masih terlihat cemas melihat Chin Shuang masih memegangi kepalanya yang terasa begitu sakit bahkan tubuhnya sampai berguling guling akibat rasa sakit yang di deritanya.


Kali Jaka tak bisa menahan diri ia menghampiri Chin Shuang dan menarik tubuhnya lalu ia dekap dengan erat.


Rasa sakit di kepalanya mulai mereda Chin Shuang dapat merasakan pelukan hangat yang sangat ia kenal.


Kini keduanya larut dalam tangis bahagia, setelah bertahun tahun berpisah akhirnya dapat bertemu kembali.


Rasa rindu yang menggebu gebu karena bertahun tahun terpisah. Keduanya larut dalam lautan asmara yang telah lama mereka pendam selama bertahun tahun.

__ADS_1


__ADS_2