JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
kemenangan jilid 3


__ADS_3

Sri Lodaya terlihat menangis di depan jenazah ayahnya,rupanya ia mengumpulkan potongan tubuh ayahnya yang bercerai berai.


Walaupun ia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari Dasarupa,namun ia tetap berusaha menjadi anak yang berbakti.


Sementara itu nampak pemandangan yang sangat menggembirakan,setelah melihat raja Dasarupa mati ,patih Lembu Ireng dan seluruh prajurit akhirnya menyerah.Bahkan patih Lembu Ireng badanya seakan menggigil melihat sosok Jaka Kelana dan Dewi Kumalasari yang berhasil membunuh ribuan prajurit hanya dengan satu pukulan saja.

__ADS_1


Sorak kemenangan berkumandang ,sementara itu raja Jaya Wijaya segera menyuruh Jaka dan Dewi menuju tenda pasukan Dasarupa guna mencari ibunya.Tanpa menunggu lama kedua pendekar muda itu melesat mencari tenda yang paling megah.Setelah sampai keduanya dihadang beberapa prajurit yang berjaga, namun dengan mudah segera mereka melumpuhkanya .


Jaka dan Dewi segera masuk dan menemukan ibundanya yang terlihat menangis di kelilingi dayang dayang.Para dayang berlarian melihat Jaka dan Dewi masuk.Jaka segera memeluk ibunya dengan erat dan segera memberi tahu ibundanya bahwa perang sudah berakhir.Dewi Ambarwati segera menyeka air matanya ,ia begitu bahagia mendengar Dasarupa telah mati dan Wisma Kencana berhasil memenangkan peperangan.Akhirnya Jaka dan Dewi mengajak ibundanya keluar,rupanya raja Jaya Wijaya dan beberapa prajurit sudah menunggunya di luar .


Dewi Ambarwati segera berlari dan memeluk raja Jaya Wijaya.Sementara suara yel yel kemenangan semakin menggema,semua prajurit dan punggawa kerajaan begitu gembira ,bahkan beberapa prajurit terlihat begitu terharu bahkan ada yang menangis dengan keras saking bahagianya.Raja Jaya Wijaya sengaja membiarkan para punggawa dan prajuritnya mengekspresikan kemenangan mereka.

__ADS_1


Sementara patih Lembu Ireng terlihat lemas dengan tubuh terikat ,di sebelahnya nampak patih Raja Langit yang kelihatan terus mengawasinya.Disisi lain rupanya Sri lodaya di bantu beberapa prajurit sudah selesai mengubur jenazah ayahnya .Sementara ratusan orang masih terlihat sibuk memasukan mayat mayat yang bergelimpangan .Mereka di kumpulkan dan di masukan ke beberapa lobang galian yg memanjang .Setelah di pastikan semua mayat terkubur Sri Lodaya menyuruh para prajurit kembali ke tenda untuk beristirahat .


Suasana suka cita semakin terlihat ,para punggawa berkumpul di sebuah tenda yang paling besar .Raja Jaya Wijaya di dampingi Dewi Ambarwati mengucapkan terima kasih kepada para punggawa dan prajuritnya yang dengan gigih mengorbankan jiwa dan raga mereka untuk merebut tanah airnya dari tangan Dasarupa.


Jaka Kelana pun begitu terharu melihat pemandangan yang selama ini ia harapkan ,bahkan tak terasa air matanya menetes,hingga akhirnya ia tersadar ketika Dewi kumalasari berusaha menyekanya.

__ADS_1


Begitu gembiranya Jaka sontak memeluk istrinya,namun Dewi terlihat malu malu dan malah jadi bahan ledekan oleh gurunya Ki Samber Gledeg.Raja Jaya Wijaya menyuruh para punggawa untuk beristirahat sampe kondisi mereka pulih dan baru akan melakukan perjalanan kembali ke Wisma kencana dan menyuruh Jaka Dewi serta Sri lodaya menuju Karang Cendana.


Sorak kemenangan kembali riuh ,bahkan di luar tenda beberapa prajurit terlihat memainkan alat musik dan berjoget merayakan kemenangan .Terlihat bsberapa orang juga memotong ternak untuk di jadikan santap malam,semua jiwa bergembira merayakan kemenangan mereka.


__ADS_2