JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Orang Asing


__ADS_3

Jaka membuka kedua matanya, ia kaget ketika melihat seorang nenek tua sedang berada di dekatnya. Terlihat juga dua bocah kecil sedang asik bermain.


Jaka berusaha menggerakan tubuhnya, namun ia merasakan sakit yang luar biasa, bahkan untuk mengangkat tangan pun begitu terasa sakit.


Nenek itu kemudian berbicara, namun bahasanya tak di mengerti oleh Jaka. Ia pun hanya mengedipkan mata untuk memberi isarat pada nenek yang berada di sampingnya.


Hingga ahirnya seorang kakek tua munjul dan berbicara dengan bahasa yang di mengerti oleh Jaka.


"Orang asing rupanya kau telah sadar, syukurlah asal kamu tahu orang asing dirimu telah pingsan selama dua pekan, aku tak sengaja menemukanmu di hutan ketika sedang mencari kayu bakar" ucap kakek tua berusaha menjelaskan.


Jaka hanya terdiam, ia mencoba mengingat kejadian yang menimpanya.


Untunglah ia tak mengalami amnesia, masih teringat di dalam benaknya ia merasakan tubuhnya terlempar ketika menggunakan ajian penyerap daya yang di gabungkan dengan tiga senjata sakti.


Ia kembali berusaha bergerak namun tubuhnya terasa begitu sakit.


Kakek tua kemudian berkata bahwa Jaka mengalami luka yang teramat parah, bahkan hampir semua tulangnya retak dan mungkin butuh waktu berbulan bulan untuk bisa berjalan.


Jaka begitu kaget mendengar penjelasan sang kakek, ia pun hanya bisa mengedipkan matanya, karena untuk membuka mulut saja ia merasakan rahanya begitu sakit.


Tak terasa sudah hampir sepekan Jaka terbaring, namun kini ia sudah bisa mulai berbicara dan mengangkat kedua tanganya.


Ia nampak begitu sedih mengingat orang orang yang ia sayang, terutama nasib istri tercintanya Dewi Kumalasari yang ikut terlempar akibat pertarunganya melawan Darma Wisnu.

__ADS_1


Terlihat si nenek datang sambil membawa makanan, Jaka segera menghapus air matanya dengan kedua tanganya.


Nenek tua tersenyum, ia menyodorkan makananya dan kembali berbicara dengan bahasa yang aneh, namun Jaka sudah mulai mengerti, bahwa si ***** menyuruhnya makan agar cepat sehat.


Ia juga menyodorkan ramuan obat untuk di minum setelah Jaka makan terlebih dahulu. Dua anak cilik juga terlihat memandangi Jaka sambil tertawa lucu.


Sudah hampir satu purnama Jaka tinggal bersama, Ki Tang Long dan nenek Pai.


Ki Tang Long adalah asli orang Jawa yang telah lama tinggal di negeri tibet, sementara nenek Pai asli keturunan tionghwa.


Rupanya mereka tinggal bersama dua orang cucunya yang masih anak anak.


Menurut cerika Ki Tang Long bahwa orang tua, lee dan lo adalah seorang prajurit, namun karena negara telah terjadi perang hingga mereka menitipkan lee dan lo untuk tinggal bersama kakek dan neneknya.


Sementara itu, di kerjaan Kaisar Ciming telah terjadi pertemuan. Mereka sedang membahas persiapan perang menghadapi Kekaisaran li Ming.


Kaisar Ciming menyuruh para prajurit, untuk mengumpulkan warga atau pemuda yang akan di latih beladiri dan akan di jadikan prajurit.


Karena mengingat bahwa Kaisar Li Ming memiliki pasukan yang sangat banyak.


Sementara itu di rumah kakek Tang Long Jaka melihat seorang berpakaian prajurit masuk dan berpelukan dengan Kakek Tang.


Jaka pun mengira bahwa itu adalah anaknya yang sedang berkunjung.

__ADS_1


Kakek Tang berteriak memanggil Jaka, ia segera mendekat dan kakek Tang segera mengenalkan anaknya.


Wu Tan, itulah nama anak kakek Tang.Setelah cukup lama mengobrol terjalinlah keakraban antara Jaka dan Wu Tan.


Wu Tan juga bercerita bahwa Kaisar Ciming sedang mencari banyak pemuda untuk di jadikan prajurit. Ia menyarankan agar Jaka mau ikut denganya.


Jaka awalnya menolak namun setelah kakek Tan dan nenek Pai membujuknya ahirnya Jaka menerima ajakan Wu Tan.


Jaka juga sudah merasa jenuh dan ingin melihat dunia Tibet, ia juga ingin mengembalikan kanuraganya yang hilang karena tenaga dalamnya terkunci, dan harus orang yang memiliki tenaga dalam yang tinggi yang dapat membukanya.


Berangkatlah Jaka dan Wu Tan menuju kerajaan Kaisar Ciming.


Disana juga telah terkumpul banyak pemuda dan terlihat sedang berlatih beladiri.


Terlihat beberapa orang prajurit sedang mengajarkan beberapa gerakan dasar ilmu beladiri.


Jaka terlebih dahulu di suruh istirahat, ia duduk sambil memperhatikan gerakan gerakan yang sekilas terlihat aneh. Karena gerakan dasarnya saja sudah sangat cepat, sangat berbeda dengan gerakan silat yang pernah di pelajari Jaka.


Wu Tan memanggil Jaka, ia menyuruh Jaka bergabung mengikuti latihan.


Jaka segera masuk ke arena latihan, ia mengikuti gerakan gerakan yang di ajarkan para prajurit. Awalnya Jaka sedikit kesulitan meniru gerakan, karena memang lumayan cepat, namun ahirnya ia mampu mengikuti gerakan.


Ia merasa sakit di tubuhnya juga mulai berangsur angsur menghilang, ketika ia selesai mengikuti latihan.

__ADS_1


__ADS_2