
Melihat anak buahnya kalah,membuat ki Cungkring menjadi ciut nyalinya. Namun si raja siluman berjanji akan membantunya.
Berangkatlah Ki Cungkring dengan membawa bala tentara siluman menuju kediaman Asih.
Sementara itu Jaka baru saja bertarung berniat masuk kembali ke rumah bersama Dewi.
Namun langkah mereka terhenti ketika bola api melayang ke arahnya.
" Awas Kanda!"
Teriak Dewi sambil melompat menghindari bola bola api yang berterbangan.
Asih dan ayahnya yang mengintip dari celah dinding badanya kembali gemetaran melihat bola bola api yang seakan menghujani rumahnya.
Namun keduanya nampak heran karena setiap kali api hendak menghantam rumahnya api tersebut mental ke arah yang berlawanan.
Jaka dan Dewi berjibaku bergerak melompat dan sesekali tubuh mereka melayang di udara.
Dewi pun segera menggunakan jurus Dewa Angin hingga membuat api padam.
Kini munjulah beberapa mahluk menyeramkan mereka adalah rekan Ki Cungkring dari dunia Jin.
Dewi tak mau berlama lama ia segera merubah wujudnya menjadi elang raksasa dan melesat mencakar dan mematuk para siluman dengan kukunya yang tajam.
Para siluman tak menyangka bahwa yang mereka hadapi ternyata juga adalah manusia setengah siluman.
Dengan mudah Dewi membuat para jin kelimpungan hingga akhirnya menghilang.
Sementara Jaka sudah terlibat pertarungan dengan Ki Cungkring walaupun tubuh ki Cungkring kurus kering namun dia memiliki tenag a yang sangat kuat. Bahkan Jaka beberapa kali hampir terkena pukulanya, untunglah gerakanya tidak kalah cepat dari serangan Ki Cungkring.
Ki Cungkring juga terkenal memiliki kemampuan sihir yang luar biasa.
Jaka sempat terkejut ketika Ki Cungking mengambil sebuah ranting kecil lalu di manterainya dan berubah seketika menjadi batang pohon yang sangat besar.
Jaka pun harus menggunakan pukulan matahari tingkat tiga hingga batang kayu yang begitu besar hancur berkeping keping.
Ki Cungkring terus saja melempari Jaka dengan sihirnya dan membuat benda apa saja menjadi berukuran sangat besar.
Melihat batu dan batang kayu besar terus melayang mengincar Jaka Dewi yang sudah menyelesaikanpertarungan segera datang untuk membantu.
Kedua sayapnya di bentangkan lalu ia mengibasnya dan menimbulkan gelombang angin yang mampu melempat batu dan batang kayu kembali ke arah ki Cungkring.
Ki Cungkring segera membaca mantera ketika melihat kayu dan batu besar berbalik ke arahnya.
" Sial ternyata gadis cantik itu juga siluman " pikir Ki Cungkring.
Namun belum sempat ia menarik lamunanya cakaran elang telah menghujam di perutnya.
__ADS_1
Ki Cungkring meringis kesakitan ia buru buru mengambil sesuatu di balik bajunya dan segera ia lemparkan.
Kepulan asap tiba tiba membubung tinggi dan munjulah gagak hitam dengan ukuran yang hampir sama dengan elang raksasa.
Dewi segera meluncur ke atas dan gagak pun menyusulnya,kedua burung raksasa saling serang dengan paruh dan kuku kukunya yang tajam.
Jaka segera melompat ke arah Ki Cungkring.
" Sadarlah Ki umurmu sudah bau tanah" teriak Jaka.
"Tidak usah berceramah denganku. Rasakan ini!"
Ki Cungkring mengeluarkan boneka kecil dan membantingnya ke tanah. Tubuh Jaka seketika ikut terpelanting namun ia bisa mendarat dengan kedua kakinya.
Ki Cungkring juga melempar bonekanya ke atas dan seketika tubuh jaka juga melayang.
" Ha ha ha ha, ternyata kamu belum cukup usia anak muda untuk melawanku. Ha ha ha ha!"
Ki Cungkring terus saja memainkan bonekanya dan Jaka tetap belum bisa mengendalikan pengaruh boneka ki Cungkring.
Jaka mencoba memusatkan pikiran dan membaca ayat ayat suci.
" Doooorrrr"
Boneka yang di pegang Ki Cungkring tiba tiba meledak.
Rupanya Jaka sekedar mengulur waktu untuk melihat kemampuan Ki Cungkring yang sangat di takuti di desa Pesugihan.
Kali ini Jaka berusaha sedikit menantang.
Ki Cungkring naik pitam kini ia segera melompat sambil mencabut senjatanya.
Jaka sedikit kaget melihat Ki Cungkring mempunyai senjata Cundrik Wesi Kuning, senjata yang sangat di takuti oleh para lelembut.
"Kenapa anak muda? Apa kamu takut dengan senjataku!" ejek Ki Cungkring.
"Tidak Ki, aku hanya heran dari mana aki mrndapatkan senjata langka itu. Tenang aku juga ada kejutan buat aki!" Jaka segera mengeluarkan pedang suci.
Ki Cungkring tidak berkedip dan hanya terpana melihat dada Jaka bersinar terang dan kemudian keluarlah sebilah pedang yang bersinar terang.
" Tidak mungkin itu,itu . Siapa sebenarnya pemuda ini!" Ki Cungkring mencoba berpikir.
" Sudahlah Ki, lebih baik kamu menyerah sebelum kekuatan pedangku ini meleburkan tubuh aki!" kali ini Jaka mencoba menggertak Ki Cungkring.
Ki Cungkring berusaha tetap tenang,namun ia mulai panik ketika Cundrik Wesi Kuning auranya melemah seakan takut dengan pedang yang di pegang oleh musuhnya.
" Apa yang terjadi dengan Wesi Kuning kenapa tenaganya seakan melemah. Wah gawat iki!".
__ADS_1
Cungkring mulai panik kembali mengambil sesuatu dari balik bajunya kemudian ia lemparkan.
Kali ini asap kembali membubung tinggi dan tiba tiba munculah sosok ular dengan memiliki sayap.
Ular tersebut mengeluarkan lidah api dan mengarahkanya ke tubuh Jaka.
Jaka segera mengangkat pedang suci. Cahaya putih yang berasal dari pedang suci segera melesat dan menghancurkan sosok ular bersayap.
Kali ini Ki Cungkring mulai gemetaran,ia pun segera membaca mantera memanggil raja siluman.
Asap hitam tiba tiba munjul dan melingkari tibuh Ki Cungkring. Tubuh Ki Cungkring seketika berubah menjadi berotot dan matanya menyala kemerahan.
Cundrik Wesi kuning juga kembali memancarkan sinarnya berwarna kuning keemasan.
Rupanya raja jin telah bersatu dengan tubuh ki Cungkring.
Jaka segera memutar pedang suci dan membentuk cahaya putih melingkar.
Cahaya tersebut meluncur ke arah Cungkring.
Ki Cungking juga memutar Cundrik Wesi Kuning ,cahayanya berbentuk seperti naga dan melesat menyambut cahaya putih berbentuk bola.
Kedua kekuatan beradu dan meledak menimbulkan suara keras.
Para warga kampung Pesugihan kaget dan berhamburan keluar rumah.
Melihat warga keluar Asih dan ayahnya juga memberanikan diri keluar dari rumahnya.
Jaka dan Raja siluman terus bertempur Desa Pesugihan bergunjang hebat membuat warga ketakutan. Jaka tidak mau membuat warga panik terlalu lama, dia segera menggunakan seluruh energinya mengalirkan masuk ke dalam pedang suci.
Pancaran cahaya terang semakin lama semakin besar dan berhasil mengurung raja jin. Raja Jin tak mampu menahan pancaran gelombang kekuatan pedang suci dan membuat tubuhnya terasa terbakar.
Dia pun berteriak memohon ampun.
" Baiklah aku akan mengampunimu, asalkan kau kembalikan desa ini seperti semula tanpa harus memberimu tumbal.
Raja Jin mengabulkan permintaan Jaka,ia pun berjanji akan mengembalikan ketentraman desa dan akan hidup berdampingan dengan manusia, asalkan mereka juga tidak mengganggu dan mengacak acak wilayah kerajaanya.
Kini antara warga dan Raja Jin telah sepakat untuk hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu satu sama lain.
Hawa siluman yang begitu pekat di rasakan di desa itu segera hilang.
Raja jin menyuruh semua anak buahnya kembali ke kerajaan dan tidak mengganggu manusia.
Sementara itu Dewi segera merubah wujudnya menjadi manusia setelah gagak hitam ia kalahkan.
Semua warga memandang Dewi dengan tubuh gemetaran . Namun Dewi segera menyapa warga dan berharap supaya mereka tidak takut terhadap dirinya.
__ADS_1
Asih dan Ayahnya merasa takjub dan sekaligus mewakili atas nama warga mengucapkan terimakasih ,karena kini desa mereka telah kembali seperti sedia kala.
Warga pun mengelu ngelukan dengan menyebut Jaka dan Dewi sebagai sepasang pendekar Elang Raksasa.