JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Jurus Pengunci tenaga dan Jurus pengendali pikiran


__ADS_3

Jaka dan Dewi berusaha keras untuk menciptakan jurus jurus baru, untuk menghadapi musuh musuhnya yang kemungkinan memiliki kepandaian di atasnya, sesuai pepatah bahwa di atas langit masih ada langit.


Jadi sebagai manusia kita tak boleh jumawa dengan kepandaian pikiran atau kesaktian yang di miliki, karena tentunya masih banyak manusia yang memiliki kepandaian dan kesaktian yang akan melebihinya.


Atas dasar pemikiran itulah Jaka dan Dewi terus mencoba menempa ilmu beladirinya supaya bisa terus menebar kebaikan dan menolong orang.


Hampir seharian Jaka mencoba tehnik baru dari ajian penyerap daya ia kini mencoba mengubah kekuatan alam tersebut untuk mengunci kekuatan tenaga dalam musuh dan menariknya hingga musuh menjadi tak berdaya.


Jurus tersebut telah ia coba kepada beberapa hewan yang kebetulan melintas, Jaka segera mencoba menarik kekuatan hewan yang sedang berlari.


Hewan tersebut seketika nampak lemas, namun Jaka segera mengembalikan tenaga hewan tersebut hingga ia mampu kembali berjalan seperti semula.


Sementara Dewi juga melatih ajian pengubah suhu yang di ajarkan Jaka dan mencoba menyempurnakanya dengan usahanya sendiri.


Dengan kekuatan pikiranya Dewi berusaha membekukan air terjun yang sedang mengalir, mula mula percobaan pertamanya ia gagal namun setelah berkali kali mencoba ia pun berhasil, bahkan kini hampir semua benda dapat ia gerakan sesuai dengan keinginanya.


Setelah merasa puas dengan hasil latihanya. Jaka dan Dewi melompat ke air sungai untuk mandi bersama, sebelum akhirnya waktu sudah mulai senja hingga mereka memutuskan untuk kembali ke kedai.


Ke esokan harinya Jaka dan Dewi melanjutkan perjalanan menuju wilayah Naga Perak.


Sementara itu Surasena dan Kuda Merta sudah sejak semalam tiba di wilayah Naga Perak, keduanya juga sudah mendapatkan banyak informasi tentang peta kekuatan yang di miliki oleh pangeran Nakula.


Surasena dan Kuda Merta juga menyamar dan memasuki sebuah wilayah yang menjadi pusat pemerintahan di wilayah Naga Perak.


Nampak sebuah bangunan yang cukup besar dengan di kelilingi tembok yang di jadikan pusat pemerintahan.


Pangeran Sadewa bersama keluarganya juga tinggal di dalamnya.


Walaupun peta kekuatan yang di miliki Pangeran Sadewa masih terbilang minim, tapi bisa saja dalam jangka waktu beberapa bulan, dia akan memiliki kekuatan yang seimbang dengan Naga Emas.


Rupanya Surasena dan Kuda Merta dapat melihat bahwa banyak orang yang meninggalkan Naga Emas dan memilih tinggal di Naga Perak.


Jelas jelas itu adalah sebuah ancaman untuk kedaulatan kerajaan Naga Emas.


Sementara itu Jaka dan Dewi sudah mulai memasuki wilayah Naga Perak.


Tepat di gerbang masuk nampak puluhan orang berjaga, bagi siapapun yang memasuki wilayah tersebut harus mempunyai tanda pengenal.


Jaka dan Dewi merasa bingung harus dengan cara apa keduanya memasuki wilayah tersebut tanpa kekerasan.


Diam diam Dewi menggunakan ajian barunya yaitu ajian pengendali pikiran.


Jaka pun nampak keget karena tiba tiba orang orang yang sedang berjaga menjadi ramah dan membuka gerbang serta mempersilahkan Jaka dan Dewi memasukinya.

__ADS_1


" Dinda apa yang kamu lakukan kepada mereka?" Ucap Jaka lirih sambil berjalan pelan dengan kudanya.


Dewi tersenyum " Aku mencoba tehnik pengendali pikiran dan ternyata berhasil!"


"Mantulll, josss" balas Jaka sambil kembali mengangkat kedua jempolnya.


Sementara itu para prajurit yang tengah berjaga di gerbang merasa aneh ketika mengetahui, kedua orang yang hendak memasuki wilayah Naga Perak telah jauh memacu kudanya menuju ke kadipaten.


Mereka hanya garuk garuk kepala setelah tersadar dari pengaruh ajian pengendali pikiran.


Sementara itu tak jauh dari tempat Jaka serta Dewi beristirahat terdengarlah suara gaduh seperti pertarungan.


Para warga juga ketakutan.


Jaka dan Dewi yang penasaran mencoba bertanya.


" Maaf Ki,apa yang terjadi di sana Ki, saya mendengar seperti orang bertarung?" Tanya Jaka kepada salah seorang warga.


Dengan nafas tersengal sengal orang yang di tanya Jaka menjawab.


" I,iii ia tuan, di di disana para prajurit dan juga pangeran Nakula sedang bertarung dengan penyusup yang berasal dari kerajaan Naga Emas!" Ucap si warga.


Mendengar jawaban warga, Dewi langsung berdiri dari tempat duduknya dan berlari menuju pertarungan.


Bahkan puluhan orang telah terkapar dengan luka di sekujur tubuhnya akibat terkena pukulan tangan besi.


Dewi segera melompat dan berdiri di hadapan Kuda Merta.


" Rupanya kau, bandot, kita bertemu lagi, sekarang kita lanjutkan pertarungan kemarin, hiiattt!" Dewi berteriak dan langsung menyerang Kuda Merta.


Pangeran Nakula dan juga para prajurit merasa terpukau melihat jurus jurus yang di peragakan Dewi, karena gerakanya sangat lincah dan cepat.


Namun Kuda Merta bukanlah lawan yang mudah, ia masih bisa menghindar dan sesekali melepaskan pukulan tangan besi ke wajah Dewi.


Namun Dewi juga dengan cepat menghindar.


Sementara Surasena sudah berhasil melukai ratusan prajurit yang berusaha menangkapnya.


Pangeran Nakula pun tidak tinggal diam, setelah Kuda Merta mendapatkan lawan sepadan Pangeran Nakula segera melompat dan menyerang Surasena.


" Pangeran kamu tidak akan bisa mengalahkanku!" teriak Surasena sambil membusungkan Dada.


" Tak usah besar kepala, Surasena, aku akan mencobanya walaupun aku harus bersusah payah!" Jawab Nakula.

__ADS_1


" Ha ha ha ha,ayo majulah dan rasakan jurus tangan besiku!" teriak Surasena.


Pangeran Nakula segera bergerak menyerang dengan mengayunkan pedangnya.


Namun tersebut di tahan dengan kedua tangan Surasena.


Terdengar suara layaknya dua besi beradu saat pedang Nakula menyentuh tangan Surasena.


" Ting, ting ,ting"


" Wush, wush, wush"


Pangeran Nakula tidak memperdulikan ia terus berusaha mencari titik lemah dari pukulan tangan besi.


Namun bukanya menemukan kelemahan Surasena, pangeran Nakula justru terkena pukulan tangan besi di bagian ulu hatinya.


" Bruukkk"


Nakula terpental dan jatuh tersungkur.


Surasena tak membiarkan Nakula untuk bangkit, ia lantas melompat dan berniat mengahiri hidup pangeran Nakula, karena rupanya akan ada banyak hadiah yang di berikan Pangeran Sadewa untuknya.


" Ha ha ha, ini kesempatanku untuk mendapat banyak harta dan juga wanita dari Raja Sadewa" Pikir Surasena sambil melepaskan pukulan tangan besi ketubuh Nakula yang masih terbaring di tanah.


Tiba tiba.


" Jurus pukulan matahari" Teriak Jaka sambil melepaskan pukulanya.


Surasena terkejut merasakan sebuah energi melesat ke arahnya, ia kembali menyilangkan kedua tanganya di depan dada.


" Doooorrr"


Ternyata pukulan matahari dapat ia tangkis, dan hanya berhasil membuat tubuh Surasena di penuhi asap.


" Kurang ajar siapa yang berani menggangguku" teriak Surasena.


Jaka segera melompat dan menolong pangeran Nakula.


" Terimakasih tuan atas bantuanya!" ucap Nakula saat Jaka memberikan sedikit hawa murninya.


Jaka hanya tersenyum dan kemudian berbalik badan.


" Ayo kita lanjutkan pertarungan yang belum selesai!" ucap Jaka.

__ADS_1


" O rupanya dirimu, baikalah mari kita selesaikan pertarungan ini sampe ada salah seorang yang menjadi pemenang!" Timpal Surasena sambil menatap Jaka dengan tajam.


__ADS_2